Reckless – Cornelia Funke

Judul buku : Reckless
Penulis : Cornelia Funke & Lionel Wigram (2010)
Ilustrasi : Cornelia Funke (2010)
Penerjemah : Monica Dwi Chresnayani
Editor : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Februari 2012
Tebal buku : 376 halaman

Di balik cermin, ada dunia berisi tokoh-tokoh dongeng yang paling mengerikan…

Selama bertahun-tahun, Jacob Reckless menikmati berbagai rahasia dan harta karun dalam dunia di balik cermin itu.

Tetapi, adik lelakinya lalu menyusulnya.

Sihir gelap akan mengubah pemuda itu menjadi makhluk buas, membuat gadis yang dicintainya patah hati, dan menghancurkan semua yang paling berharga bagi Jacob…

Kecuali ia bisa menemukan cara untuk menghentikannya.

Kalau kau mencari cerita dongeng yang berakhir bahagia selama-lamanya, berarti buku ini bukan untukmu.

Buku ini adalah hadiah dari event GPU100 (100.000 followers @Gramedia). Tidak salah saya memilih buku ini. Baru sekali ini saya terpengaruh oleh sinopsis dan tertipu sampai halaman terakhir.

Ayah Jacob Reckless menghilang setahun yang lalu. Jacob yang berusia 12 tahun menyelinap masuk ke ruang kerja ayahnya, seolah mencari jejak kehilangan itu. Akan tetapi dia malah menemukan cermin yang menjadi pintu ke dunia yang lain. Dunia di balik cermin menjadi pelarian baginya, dia lari dari dunia tempat dia kehilangan ayahnya, tempat ibunya yang berduka dan adiknya yang selalu mencarinya.

Dua belas tahun berlalu, dan Jacob semakin sering menghilang di balik cermin, sampai adiknya, Will, menyusulnya. Sembrono–Reckless, Will terkena kutukan Peri Gelap dan perlahan-lahan berubah menjadi Goyl, makhluk berkulit batu. Jacob berpacu dengan waktu. Bersama dengan Rubah, yang berwujud asli seorang gadis, dan Clara, kekasih Will, mereka mencari cara untuk menghentikan kutukan itu.

Awalnya agak sulit menerima kisah ini. Tidak ada penjelasan apa pun, tiba-tiba kejadian demi kejadian terjadi begitu saja. Tetapi lama-kelamaan semakin seru mengikuti jalan ceritanya. Banyak hal yang harus kita terjemahkan sendiri, jalan pikiran, perasaan dan sikap para tokohnya. Semakin kita dibawa ke dalam dunia dalam kisah ini, semakin kita bisa merasakan sendiri, tanpa harus ada kata untuk menjelaskannya.

“Aku tahu mengapa kau ada di sini.” Suara Clara terdengar jauh, seolah-olah dia tidak berbicara tentang Jacob melainkan tentang dirinya sendiri. “Dunia ini tidak membuatmu takut seperti dunia satunya. Di sini kau tidak takut kehilangan siapa-siapa. Kecuali Rubah, dan ia jelas-jelas lebih mengkhawatirkanmu daripada kau mengkhawatirkannya. Kau sudah meninggalkan semua yang bisa membuatmu takut di dunia satunya. Tapi kemudian Will datang dan membawa serta semua ketakutan itu.” (p.200)

Kisah ini sangat kental unsur fantasinya. Dunia di mana makhluk-makhluk aneh dan berbahaya berkeliaran, dengan sisipan dongeng-dongeng yang tidak asing bagi kita. Mulai dari Puteri Tidur sampai Rapunzel. Emosi yang diceritakan dalam kisah ini adalah tentang kasih sayang dalam keluarga, dengan bumbu percintaan yang menurut saya porsinya besar tetapi ditulis sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak terkesan menjadi kisah romansa.

Gaya penulisan, pemilihan kata, dan gambaran kejadiannya cantik dan indah. Tidak membosankan dan membuat saya ikut merasakan, bukan sekedar melihat. Meskipun ditulis dengan sudut pandang orang ketiga. Ilustrasi di setiap pergantian bab juga membuatnya semakin hidup dan menegaskan gambaran tentang dunia di balik cermin yang begitu kompleks.

Saya suka bagaimana perjuangan Jacob sampai titik akhir, dimana begitu banyak pengorbanan, dan akhir yang tidak terduga sama sekali. Kisah ini menyiratkan kekuatan sebuah perjuangan. Bahwa selalu ada darah dan air mata, bahwa setiap hal yang baik harus dibayar dengan harga yang tidak selalu murah. Dan pada akhirnya, dengan segala tekad, keajaiban itu ada. Keajaiban mungkin sebuah hadiah bagi pengorbanan dan penderitaan, meski harus dibayar mahal.

Ada banyak tanya dalam setiap halaman, ada berjuta penasaran dalam setiap tantangan. Kisah yang menakjubkan. Pada halaman-halaman awal saya hanya bisa membayangkan tiga bintang. Di tengah-tengah saya sanggup memberikan empat bintang. Akan tetapi sampai halaman terakhir, saya rela menghadiahkan 5/5 bintang untuk perjuangan Jacob Reckless.

4 responses to “Reckless – Cornelia Funke

  1. Pingback: Wishful Wednesday (5) « Bacaan B.Zee

  2. penasaran sama buku ini secara aku suka semua karya2 Funke. Tapi sepertinya ceritanya kali ini gak ditujukan utk anak2 ya?

  3. Pingback: Book Kaleidoscope 2012 : Top Five Book Boy Friends | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s