The Three Faces of Eve – Thigpen & Cleckley

The Three Faces of Eve adalah kisah nyata yang ditulis oleh dua orang psikiater yang menangani pasien yang oleh penulis diberi nama Eve. Kedua dokter ahli penulisnya adalah Corbett H. Thigpen dan Hervey M. Cleckley. Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1957.

Buku ini saya cari secara khusus, karena waktu itu sedang ingin mendalami tentang dual personalities. Waktu itu, setahu saya belum ada dari novel-novel bertema tersebut yang terbit di Indonesia. Kemudian suatu hari di sebuah pameran buku, seperti biasa, saya mengaduk-aduk tiap tumpukan buku, apalagi saat itu ada stand buku impor. Kemudian takdir mempertemukan saya dengan buku ini –> Jadi ini adalah kumpulan enam novel yang dipersingkat, disarikan, dan disatukan menjadi satu: Reader’s Digest. Ada beberapa buku sejenis ini, dengan berbagai judul yang berbeda, tetapi saya dengan mantap mengambil buku yang ini karena judul ketiganya adalah The Three Faces of Eve, buku yang sudah saya cari begitu lama. Walaupun cuma condensed book, yang penting sudah dapat!

Tetapi kesibukan ternyata bisa mengalahkan rasa penasaran, buku yang saya cari selama bertahun-tahun, setelah saya temukan pun hanya duduk manis di rak selama bertahun-tahun. Baru pada September 2011 buku ini ‘berhasil’ saya baca.

Kisah ini diawali dari seorang ibu rumah tangga yang mengalami kegoncangan dalam rumah tangganya setelah dia mengalami keguguran pada kehamilannya yang kedua. Dia sering mengalami sakit kepala dan pingsan, kadang terjadi pertengkaran yang tidak jelas antara dia dan suaminya. Eve White (EW), sebagai pasien dari penulis, sempat membuat kebingungan bagi kedua psikiater itu. Hingga suatu ketika, saat sedang menjalani sesi hipnotis, EW yang dikenal sebagai pribadi yang kalem, dengan ekspresi sedih dan tertekan karena penyakitnya, tiba-tiba menjelma menjadi seorang wanita yang sangat berbeda. Perubahan drastis yang terjadi di depan mata sang psikiater ini tidak dapat dimanipulasi, wanita yang tadi duduk menyandar pada kursi, dengan kedua lutut berimpitan dan kedua tangan pada pegangan kursi, kini tiba-tiba duduk tegak, menyilangkan kedua kakinya, dan matanya bersinar. Dia menyebut dirinya sebagai Eve Black (EB), yaitu nama EW sebelum dia menikah.

Perbedaan EW dan EB benar-benar mencolok, EB adalah wanita yang bebas, menarik dan menggoda. EB memiliki kontrol atas kemunculan dan bisa mengakses memori EW. Sebaliknya, EW sama sekali tidak menyadari keberadaan EB. Sang psikiaterlah yang menjadi penghubung antara dua kepribadian itu, yang merekam suara maupun video keduanya hingga masing-masing bisa saling melihat. Selama berbulan-bulan dokter mengamati dan mencari apa yang dialami oleh Eve. Pada saat itu, konsep multiple personalities masih dianggap kontroversial, hingga dokter itu belum secara pasti memutuskan diagnosis yang tepat untuk Eve.

Sampai di situ, pembahasan tentang konflik masih seputar kedua Eve dan psikiater. Bagaimana EW merasa stabilitas kehidupannya terganggu dengan hadirnya EB yang mengacaukan pekerjaannya, berpesta pada malam hari, menghambur-hamburkan uang untuk pakaian mahal, yang semuanya tak pernah dilakukan oleh EW. Sementara itu EB merasa dia harus ‘keluar’ lebih sering, karena dia bosan melihat rutinitas EW yang sama sekali bukan jiwanya. Bagaimana EW mempertahankan rumah tangga dan putri satu-satunya dengan keadaannya yang demikian. Sang dokter pun terus menggali riwayat Eve, yang ternyata keadaan ini sebenarnya sudah dialaminya sejak kecil.

Setelah lebih dari setengah condensed book itu, saya masih penasaran dengan kepribadian ketiga, yang ternyata baru muncul lama setelahnya. Kemunculannya yang dramatis juga terjadi di depan mata sang psikiater, sebuah pribadi tanpa memori, tetapi lebih stabil dari kedua Eve, bisa dikatakan sifatnya adalah gabungan sifat-sifat baik kedua Eve dan mengeliminasi sifat-sifat buruk keduanya. Dia menyebut dirinya Jane, entah mengapa. Jane pun memulai perannya sebagai asisten EW, dia bisa melihat apa yang dilakukan kedua Eve, meski tetap tak bisa mengakses memorinya. Akan tetapi, baik EW maupun EB tak menyadari keberadaan Jane.

Ketiga kepribadian ini oleh penulis dibawa ke forum psikiater, dan mendapat komentar yang beragam. Meski demikian, bukti serta penelitian yang dilakukan tetap mengarah kepada multiple personalities. Masalah yang muncul kemudian adalah siapa yang berhak untuk dipertahankan, dan siapa yang harus ‘dibunuh’, masing-masing kepribadian memiliki hak, dan mereka juga punya pemikiran yang berbeda-beda.

Awas, satu paragraf di bawah ini adalah spoiler!

Akhirnya sebuah pengalaman yang dialami Jane mengungkapkan semuanya. Di depan sang psikiater pula, Jane yang baru saja menceritakan pengalaman anehnya saat di rumah orang tuanya, mengalami kegoncangan. EB yang muncul pun tidak seperti biasanya. Kemudian muncullah sebuah pribadi yang mirip Jane, tapi jauh lebih stabil, dengan memori dan perasaan yang mewakili ketiga kepribadian tersebut. Itulah akhirnya, kesimpulannya adalah keadaan disosiatif ini bermula saat kejadian traumatis Eve kecil melihat neneknya yang baru saja meninggal dunia, dan sampai buku itu ditulis, pribadi yang stabil itu sudah bertahan selama dua tahun dan mungkin selamanya.

End of spoiler.

Mungkin sedikit sinopsis di atas kurang bisa menggambarkan ataupun menambah pemahaman seperti yang dilakukan oleh buku ini. Tetapi saya mendapatkan pengertian yang baru, bahwa keadaan disosiatif itu sebagian adalah karakter yang ditekan oleh alam bawah sadar seseorang. Seperti EW dengan tingkah laku yang sempurna karena kejadian traumatis itu, tetapi di sisi lain ada jiwa pemberontak yang dimanifestasikan sebagai EB.

Buku ini sangat bagus menurut saya, terutama versi singkat yang saya baca sudah menjawab beberapa pertanyaan yang muncul di benak saya sejak lama. Mungkin suatu saat saya akan mencari versi aslinya yang lebih lengkap, tentunya dengan pembahasan yang lebih terinci sehingga pemahaman yang saya dapat bisa lebih lengkap.

Ini salah satu cover versi asli yang saya dapat di google –> Worth hunting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s