Perfect Match – Jodi Picoult

Judul buku : Perfect Match (Pasangan Sempurna)

Penulis : Jodi Picoult (2002)

Penerjemah : Julanda Tantani

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Mei 2010

Tebal buku : 504 halaman

“Yang terbaik setelah cinta adalah menjadi seorang ibu.” (p.229)

Perfect Match merupakan peperangan batin seorang ibu. Nina Frost, seorang jaksa dengan seorang putra berusia lima tahun, Nathaniel, harus menghadapi kenyataan pahit. Kenyataan bahwa segala yang dikerjakannya setiap hari tak akan bisa membantu putranya saat mengalami hal yang sama. Kesadaran inilah yang membawanya menuju masalah yang bertubi-tubi.

“…aku sudah menjalani seluruh hidupku dengan memercayai takhayul. …. aku menganggap keberuntunganku berkorelasi dengan kesialan orang lain. Saat memulai karier sebagai pengacara, aku memohon untuk diberi kasus-kasus penganiayaan seksual atau pelecehan seksual, hal-hal mengerikan yang tidak ingin dihadapi semua orang. Aku berkata pada diri sendiri bahwa kalau aku menghadapi masalah-masalah yang dialami orang lain setiap hari, hal itu akan mencegah diriku mengalami masalah-masalah itu sendiri.” (p.68)

“Anak-anak lain adalah pekerjaanku. Nathaniel adalah hidupku.” (p.461)

Beberapa jenis profesi mungkin demikian, profesi yang tergantung pada sistem. Kita tahu ada yang salah pada sistem itu, tapi kita berusaha semampu kita untuk melakukan apa yang kita bisa. Mempertahankan sistem atas nama profesi kita, tanpa mengabaikan kemanusiaan kita. Kemudian saat sistem tidak sempurna itu dihadapkan pada orang-orang yang kita cintai, kita memberontak, melakukan hal yang berbeda, yang bisa jadi bertentangan dengan sistem tersebut. “Cinta akan membuat Anda jadi seperti itu.” (p.470)

Awalnya, saya agak kesal dengan prolognya. Disebutkan bahwa Nina menembak terdakwa kasus pelecehan Nathaniel saat persidangan, fakta yang kupikir merusak seluruh cerita bahkan sebelum dimulai. Tetapi ternyata saya salah, prolog itu tidak merusak kejutan buku ini sama sekali. Bahkan, Jodi Picoult telah membuat saya tidak rela untuk melepaskan buku ini sebelum saya menyelesaikannya. Karena saya sadar, bahwa saya belum tahu siapa terdakwa itu? Sampai sejauh mana jalannya persidangan hingga Nina mengambil langkah nekat itu? Apa yang terjadi sebelumnya hingga memicu Nina, seorang jaksa, melakukan pembunuhan? Bagaimana posisi Nina dalam kasus itu? Dan apa yang terjadi sesudahnya?

Picoult berhasil membuat saya penasaran dengan sangat hebat hingga saat terdakwa pertama ditetapkan, saya terpaksa melirik ke halaman selanjutnya untuk sekedar memastikan bahwa itu adalah orang yang salah. Sesuatu yang hampir tidak pernah saya lakukan pada buku manapun. Karena terlalu menyedihkan jika hal itu benar. Kemudian saat mengetahui terdakwa kedua, saya begitu yakinnya, atau tepatnya begitu bisa diyakinkan, sampai pada akhirnya hal itu juga salah. Jika fakta itu meruntuhkan Nina sebegitu dalam, itu juga membuat saya menyesalinya lebih hebat lagi. Sudah cukup kesalahan yang sudah Nina perbuat tanpa harus ada kesalahan lain yang mengikutinya lagi, itulah yang saya pikirkan. Sampai saya harus meyakinkan diri berkali-kali bahwa ini fiksi, bahwa ini tidak benar-benar terjadi.

Salah satu kekuatan karya Picoult adalah dia melakukan riset mendalam dalam karyanya. Dia memasukkan banyak fakta ilmiah secara teliti, dengan mengkonsultasikan dengan ahlinya tentu saja. Jadi tidak hanya sekedar kisah fiksi, bukunya dapat pula disebut sebagai referensi populer, dengan balutan fiksi yang menakjubkan.

Buku ini luar biasa, saya jatuh cinta pada Jodi Picoult SAAT membaca buku ini. Akan tetapi, entah bagaimana, saat mencapai halaman terakhir saya sangat kecewa. Terlalu banyak detail yang tidak perlu yang pada akhirnya menjadi antiklimaks yang sangat tidak berkesan. Sebenarnya saya hendak menurunkan rating saya menjadi 4/5, tetapi mengingat apa yang dilakukan buku ini sepanjang halamannya, rasanya tidak berlebihan jika saya tetap memberi nilai 5/5.

3 responses to “Perfect Match – Jodi Picoult

  1. Wah ganti baju😀
    Aku penasaran bgt sama buku ini, reviewnya bagus2 sih..

    • masih labil ini, baru nyari yg cocok🙂
      Ini buku kedua Jodi Picoult yg kubaca. yg prtama My Sister’s Keeper, aku bacanya sih yg bhs Inggris. Menurutku lbh bagus ini, MSK itu kurang cenderung datar2 aja, kejutannya di belakang, thok, tapi sukses bikin aku nangis, hehe..kalo ini ga bisa ditebak.

  2. Pingback: [Book Review] Perfect Match by Jodi Picoult @Gramedia | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s