Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – Jostein Gaarder & Klaus Hagerup

Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken (Bibbi Bokkens Magische Bibliothek)

Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup (1999)

Penerjemah : Ridwana Saleh

Penerbit : Penerbit Mizan, Maret 2011

Tebal buku : 284 halaman

“Apakah kalian pernah berpikir, bahwa kita, manusia, adalah satu-satunya makhluk di planet ini–yah, mungkin di seluruh jagat raya–yang dapat saling bertukar pikiran, perasaan, dan pengalaman?” (p.216)

Seusai liburan musim panas, Nils dan Berit, dua orang saudara sepupu mencari cara untuk tetap berhubungan. Mereka memutuskan untuk membuat sebuah buku-surat, buku yang digunakan untuk korespondensi, dikirim bolak-balik. Dalam buku-surat itu, perbincangan tak jauh dari kehidupan sehari-hari, pembicaraan sederhana ala anak-anak, yang tentu saja dibumbui dengan imajinasi.

“… saat aku masuk ke sebuah toko buku di Sogndal, ia ada di sana. Ia menelusuri rak-rak buku dan memandangi buku-buku itu. Dan Berit, ia ngiler! Iya, tak bisa kuungkapkan dengan kalimat lain, perempuan itu berada dalam toko buku dan ngiler, seolah buku-buku itu terbuat dari cokelat atau marzipan…” (p.11)

Itulah saat Nils membeli buku kosong yang akan digunakannya sebagai buku-surat. Bersamaan dengan itu, Berit menemukan sebuah surat yang terjatuh dari tas seorang perempuan yang berciri-ciri sama dengan yang digambarkan Nils sebagai ‘perempuan ngiler di toko buku’ itu. Perempuan itu bernama Bibbi Bokken, seorang bibliografer. Dalam surat yang ditemukan Berit, disebutkan tentang ‘buku yang terbit tahun depan’, perpustakaan ajaib, dan incunabula.

Mulailah kedua anak itu berperan menjadi detektif cilik, mencari fakta-fakta yang tak mereka mengerti. Mulai dari apa itu bibliografer sampai dugaan mereka bahwa Bibbi Bokken adalah seorang pembunuh! Kemudian, apa-apa yang mereka bicarakan menjadi sangat berbahaya, sehingga buku-surat itu tak boleh jatuh ke tangan orang lain, demi keselamatan mereka. Apalagi setelah Nils menyadari adanya seseorang yang disebutnya sebagai Smiley karena senyum liciknya yang khas, ternyata mengincar buku-surat itu. Belum lagi Berit yang juga dalam bahaya karena Bibbi Bokken mulai menyadari bahwa dirinya tengah diselidiki oleh bocah itu.

“Jika fantasi sama dengan kebohongan, para penulis mestilah merupakan pembohong yang paling antusias. Maksudku, mereka hidup dari situ dan orang-orang dengan sukarela membeli cerita hasil kebohongan mereka. Mereka bahkan muncul dalam klub-klub buku untuk menyampaikan kebohongan melalui pos.” (p.35)

Kemudian Nils menyadari bahwa Berit berada dalam bahaya besar sehingga dia memutuskan untuk pergi ke tempatnya. Demi mengakhiri petualangan dua bocah kecil pemberani itu menguak rahasia ‘perpustakaan ajaib’. Pecinta buku mana yang tidak penasaran dengan ‘perpustakaan ajaib’? Dan ternyata benar-benar fantastis.

“Dalam hitungan detik, pengetahuan yang terkumpul di muka bumi ini bertambah lebih luas. Sepanjang masa, pada diri manusia hadir pemikiran, kata-kata, dan kalimat-kalimat baru. Di seluruh dunia, saat ini jutaan anak tengah membuat bahasa masa depan. Beberapa menyimpan semuanya untuk dirinya sendiri, sementara yang lainnya justru menuliskannya.” (p.232-233)

Keseluruhan buku ini berhasil melambungkan imajinasi dan emosi. Kita dibawa oleh pemikiran dan imajinasi ala bocah yang baru akan menginjak remaja. Imajinasi yang berujung pada suatu hal yang sangat tidak bisa diduga sebelumnya. Karena memang itulah inti dari buku ini, imajinasi.

Ide brillian dan imajinasi tanpa batas, ditambah segala hal tentang buku dan perpustakaan, saya beri nilai sempurna untuk buku ini: 5/5.

4 responses to “Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – Jostein Gaarder & Klaus Hagerup

  1. Fantasy~ hehe. Baru mau baca buku ini😀

    • Hmm, definisi fantasi yg ada makhluk2 aneh dan ajaib gt bukan? Wajib baca pokoknya, Ky..jangan ngaku kutu buku kalo ga terkesan dgn buku ini (haha, maksaa…)

  2. udah lama liat buku ini, tapi gak pernah jadi beli. kayaknya kudu baca nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s