The Keep – Jennifer Egan

Judul buku : The Keep
Penulis : Jennifer Egan (2006)
Penerjemah : Gita Yuliani K
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2009
Tebal buku : 320 halaman

Danny, orang yang merasa dirinya paling rasional, yang tak bisa lepas dari internet, ponsel dan segala keterhubungan dengan dunia luar, menemukan dirinya meninggalkan dunia ‘nyata’nya untuk memenuhi panggilan saudara sepupunya yang tak pernah dibanggakannya, ke sebuah kastil di daerah terpencil di Eropa. Perjalanan yang sangat disesalinya. Di kastil itu, dia terjebak dalam ambisi Howard, saudara sepupunya, untuk menjadikan tempat itu sebagai hotel, tempat orang-orang menyendiri, terbebas dari dunia luar. Hal yang sangat berkebalikan dengan Danny.

Di dalam kastil itu Danny mengalami berbagai keanehan. Mulai dari baroness yang tak mau melepaskan kastil itu, skandal istri Howard yang tak sengaja dia dengar, sampai pada kecelakaan yang hampir membunuhnya. Dia pun berusaha meninggalkan tempat itu, apalagi dengan kenangan masa kecilnya bersama Howard yang terus menghantuinya.

Di sisi lain, di antara cerita tentang Danny–yang diceritakan sebagai orang ketiga, ada cerita lain yang terselip, dengan tokoh utama ‘aku’. “Aku’ yang dikatakan bernama Ray, yang tak disebutkan sekali pun dalam kisah Danny, dengan setting di dalam penjara. Sekilas dua kisah itu tampak tak berhubungan, tetapi kemudian terlihat bahwa Ray-lah yang menceritakan kisah Danny tersebut.

Akan tetapi, siapakah Ray itu? Diceritakan bahwa dia adalah seorang pembunuh, dia mengarang sebuah cerita, kemudian jatuh cinta pada guru mengarangnya, lalu mulai menceritakan kisah Danny dengan lebih baik demi menarik perhatian gurunya itu. Akan tetapi, perannya dalam kisah Danny tetap saja tidak jelas sampai pada klimaksnya, dunia imajinasi yang kita bangun seiring halaman demi halaman seolah diputarbalikkan. Benar-benar di luar dugaan.

Membaca buku ini rasanya ingin segera tiba pada halaman terakhir. Tetapi setelah sampai di halaman terakhir, tidak ada perasaan kehilangan seperti biasa saya membaca sebuah buku yang menurut saya bagus. Setelah sampai di halaman terakhir, saya ingin segera membaca dari awal lagi, demi mendapat pemahaman yang lebih sempurna dan sudut pandang yang lebih ‘benar’ dari kisah ini.

Saya tidak tahu bagaimana seharusnya menilai buku ini, saya tidak bisa mengatakan buku ini bagus atau tidak, saya tidak bisa mengatakan saya menyukainya atau tidak. Nyatanya ada beberapa hal menjengkelkan dari kisah ini, beberapa hal membingungkan, dan beberapa hal yang terlalu bertele-tele. Akan tetapi saya mengakui bahwa penulis buku ini sangat mengagumkan, dia memberi kita tanda tanya yang begitu banyak di awal, kemudian menyelesaikannya dengan sekali tepuk, dalam satu tembakan dan satu langkah.

Karena ide brilian, penulisan yang rapi dan eksekusi yang tak terduga, saya tetap  memberikan bintang 5/5 untuk buku ini. Terlepas dari kekurangan yang dimilikinya.

“Bagaimana dengan gerbang itu? Gerbang itu mendapat penerangan pada malam hari: kawat berduri melingkar-lingkar di sekeliling bagian atas, menara dengan penembak jitu di dalamnya. Atau bagaimana dengan pintu selmu? Atau gerbang blok? Atau pintu kamar mandi? Atau pintu ruang makan, atau pintu-pintu ke gerbang masuk para tamu? Seberapa sering kalian menyentuh kenop pintu? Itulah yang kutanyakan.” (p.29)

2 responses to “The Keep – Jennifer Egan

  1. Saya pernah membaca buku ini, dan menyerah sebelum sampai ke pertengahan buku. Entah penerjemahannya, ataukah sudut pandangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s