The Leap – Jonathan Stroud

Judul buku : The Leap (Lompatan)
Penulis : Jonathan Stroud (2001)
Penerjemah : Jonathan Aditya Lesmana
Editor : Primadonna Angela
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2011
Tebal buku : 240 halaman

“Di dalam air yang kehijauan, di antara gelembung-gelembung yang bergerak ke atas, ia masih saja menatapku. Wajahnya putih di antara lumut dan dedaunan.” (p.7)

Charlie, yang merupakan nama panggilan Charlotte (ya, seorang anak perempuan, saya juga terkecoh awalnya) berusaha untuk menata ingatannya atas kecelakaan yang dialaminya bersama sahabatnya, Max. Saat orang-orang di sekitarnya telah melepaskan kepergian Max selamanya, hanya dia yang yakin bahwa Max masih hidup. Charlie melihat makhluk-makhluk itu membawanya, dan hanya dia sendiri yang berhasil lolos.

Karena merasa semua orang hendak menghapuskan Max dari ingatan Charlie, maka dia tak pernah mengungkitnya lagi. Akan tetapi bukan berarti dia menyerah, dia mencari jalannya sendiri untuk mengembalikan Max, mengambilnya kembali dari makhluk-makhluk itu. Dia pun menemukan jalannya melalui mimpi-mimpi dan menelusuri kembali kenangannya bersama Max.

“Aku ingat bahwa mimpi sering sekali berada di kepalamu ketika kau bangun, tapi mimpi itu pecah dan pudar hampir seketika. Jawabannya adalah dengan merekam mereka secepat mungkin, dan itu artinya aku memerlukan pena dan kertas.” (p.58)

James, abang Charlie, adalah satu-satunya orang yang melihat bahwa ada yang tidak beres dengan Charlie. Di luar dia bersikap normal dan seolah berhasil mengatasi trauma kecelakaan itu, tetapi di dalam dia sama sekali tidak baik-baik saja. Bahkan ibunya, yang memang tidak berhubungan baik dengan Charlie, tidak menyadari kesalahan itu.

Di sini kita diajak untuk memasuki alam yang berbeda dalam petualangan Charlie dalam mimpinya. Akan tetapi, sepanjang buku ini, saya tidak bisa menebak ke mana arah yang dituju oleh sang penulis. Bahkan sampai terakhir pun, saya hanya membiarkan imajinasi saya yang mengambil keputusan. Karena memang ada dua pendapat yang berbeda, yang diceritakan dalam sudut pandang Charlie dan sudut pandang James, dimana pada akhir cerita mereka mengakhiri dengan pendapat mereka masing-masing.

Mungkin sang penulis mengarahkan kisah ini pada permainan kejiwaan. Sayangnya, latar belakang Charlie sendiri tidak dijelaskan secara mendetail untuk memahami tingkah lakunya. Tidak dijelaskan bagaimana orang tua mereka berpisah dan kapan serta alasannya. Hubungan Charlie dengan James pun hanya digambarkan secara samar-samar. Jika fantasi yang dititikberatkan, maka lebih baik berfokus pada jalan pikiran Charlie. Seperti saya katakan tadi, keputusan akhir di tangan pembaca.

Untuk penerjemahan buku ini tidak ada kejanggalan yang berarti. Akan tetapi masih ada satu dua kesalahan ketik yang meski tidak mengganggu, tetapi bagi saya pribadi tetap tidak bisa dimaafkan. Meski begitu, penilaian yang saya berikan 3/5 murni dari kisah datar penuh imajinasi yang hanya-Tuhan-dan-penulis-yang-tahu-makna-sebenarnya yang dipenuhi tanda tanya hingga akhir.

2 responses to “The Leap – Jonathan Stroud

  1. eh, ini pengarang si barty kan… kok aku ga pernah liat bukunya di gramedia ya???
    bintang 3, masih layak baca lah ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s