Character Thursday (2)

Kedua kalinya ikut blog hop di Fanda Classiclit.
Suka membahas tokoh-tokoh di buku yang kamu baca? Ikutan blog hop ini yuk:

Character Thursday

  • Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
  • Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
  • Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
  • Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.

Syarat Mengikuti :

1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di kotak di button.
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah post Fanda Classiclit. Cantumkan nama dengan format: Nama blogger @ nama blog, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…
Karakter pilihanku minggu ini adalah:

Sherlock Holmes

Sebenarnya sudah sejak lama saya membaca karya-karya Sir Arthur Conan Doyle ini. Akan tetapi karena saya belum membaca novel panjangnya secara lengkap, saya tak terlalu memahami karakter Holmes sendiri seperti apa. Dari kisah ‘kecil-kecil’ yang saya baca waktu itu tak ada yang aneh atau istimewa dari Sherlock Holmes selain kecerdasannya yang luar biasa. Itu pun sudah membuat saya menyukai detektif yang satu ini.

Pendapat saya berubah ketika melihat film Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey, Jr.  yang menunjukkan sisi Holmes yang belum saya ketahui sebelumnya. Sejak itulah pandangan saya tentang Holmes menjadi berbeda. Meski karena satu dan lain hal, saya belum berkesempatan untuk melihat sendiri karakter Holmes di buku seperti apa.

Kemudian tahun lalu, saya menemukan serial Sherlock yang dikemas secara modern. Awalnya agak underestimate dengan serial ini. Bagi saya, setting klasik dalam film adalah daya tarik tersendiri, dan dengan me-modern-kan kisah klasik saya kira justru menurunkan kesannya. Akan tetapi saya salah besar. Sherlock yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch ini begitu hidup dan menarik.

Setelah menonton dua season (masing-masing tiga episode) serial Sherlock (serta terpesona olehnya), dan terbebas dari satu dan lain hal penghalang, saya memutuskan untuk membaca novel lengkap Sherlock Holmes, dalam bahasa Inggris. Dan itulah salah satu bacaan saya minggu ini.

Pertama kali saya membaca A Study In Scarlet. Mungkin saya sedikit terpengaruh oleh serialnya, karena imajinasi saya seringkali kembali ke sana. Tetapi saya berusaha untuk tetap ‘netral’, banyak kesan dari karakter Sherlock yang saya baca. Kebanyakan telah digambarkan dengan sangat baik oleh Cumberbatch, juga skenario yang luwes dalam memasukkan dialog asli maupun pengembangan, sehingga yang saya katakan tadi, karakternya sangat hidup.

Okay, saya akan berhenti membahas film maupun serialnya. Mari fokus ke bukunya. Di dalam buku, Sherlock Holmes digambarkan dari sudut pandang dr. John Watson. Secara fisik, Watson menggambarkan:

His very person and appearance were such as to strike the attention of the most casual observer. In height he was rather over six feet, and so excessively lean that he seemed to be considerably taller. His eyes were sharp and piercing, save during those intervals of torpor to which I have alluded; and his thin, hawk-like nose gave his whole expression an air of alertness and decision. His chin, too, had the prominence and squareness which mark the man of determination. His hands were invariably blotted with ink and stained with chemicals, yet he was possessed of extraordinary delicacy of touch, as I frequently had occasion to observe when I watched him manipulating his fragile philosophical instruments.

Dan seperti yang sudah saya sebutkan, dia memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dia bisa menyerap segala sesuatu yang dipelajarinya secara cepat. Akan tetapi, salah satu keunikannya adalah, dia memilah dan memilih apa saja yang dimasukkan dan disimpan ke dalam otaknya. Jika dirasa hal itu tidak penting baginya, dia akan segera melupakannya, agar tempat berharga dalam otaknya bisa ditempati oleh hal-hal yang lebih penting. Bahkan, dia menganggap sistem tata surya tidaklah penting sehingga dia membuang ilmu itu dari ruang otaknya.

“…you say that we go round the sun. If we went round the moon it would not make a pennyworth of difference to me or to my work.”

Begitulah karakternya, agak arogan memang, tetapi ke-brilian-annya tidak dapat dipungkiri lagi. Akan tetapi memang berdasarkan pengamatan saya di sekitar saya, orang cerdas memang cenderung kurang sabar dengan sekitarnya. Otaknya yang berputar dengan cepat tidak akan tahan menghadapi ritme lambat dari orang-orang ‘normal’. Akan tetapi, tetap ada sisi ‘manusia’ dari orang-orang jenis itu. Begitu pula jagoan 221B Baker Street ini, dia punya sisi menarik yang ingin saya pelajari dari buku-bukunya.

Patung Sherlock Holmes di Edinburg, kota kelahiran Conan Doyle sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Sherlock_Holmes

Sampai saat ini saya sendiri belum selesai membaca buku ini, karena satu dan lain hal (lagi).  Sehingga mungkin Sherlock Holmes akan menjadi karakter pilihanku untuk beberapa bulan atau mungkin untuk tahun ini🙂

Untuk lebih lanjut, akan menyusul di review saya begitu saya selesai membaca.

Siapa karakter pilihanmu? Ayo ikutan Character Thursday juga.

9 responses to “Character Thursday (2)

  1. astridfelicialim

    kereeen….lengkap banget tulisannya…dan kembali ke si sherlock, aku jadi beneran penasaran pengen nonton versi BBC nya nih, secara yg downey aja udah wow banget sebenernya =D

    • hehe, ini belum lengkap, tapi tulisan sepanjang ini bisa dihasilkan karena benar2 nge-fans deh🙂
      mungkin karena ini serial, jadi ga sekedar fokus ke kasus, tapi juga ke kesehariannya. yg buat skenario bagus, Benedict Cumberbatch jg oke, pemain pendukung lainnya juga keren2. rekomendasi maksimal deh pokoknya, donlot aja kalo ga nemu, udah banyak kok, hehe.

  2. Menurut aku, si Robert Downey itu kurang pas ya jd Sherlock. Sherlock kan harusnya tinggi ramping, lah ini malah lebih tinggi si Watson. Aku jg baru baca yg Study in Scarlet aja, suka sih karena ada unsur sejarahnya juga, yaitu ttg Freemason. Bulan ini Gramedia nerbitin yg kumcer deh, pengen beliii! Hiks…
    Thanks ya udah ikutan lagi, makin lama makin asyik juga bikin bloghop ini!🙂

    • Secara fisik ya, Kak, tapi aktingnya ga jelek juga. Tapi tetep idolaku sekarang Benedict Cumberbatch, hehe.
      Iya, seru, jadi bisa bahas dan ngeliat karakter yg lagi dibaca orang lain juga.

  3. Pingback: A Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle « Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Character Thursday (20) « Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Book Kaleidoscope 2012 : Top Five Book Boy Friends | Bacaan B.Zee

  6. Yang difilmkan itu, judul buku sherlock holmesnya apa ya?
    Judul bahasa inggrisnya.

    • Setahuku, film yg diperankan Robert Downey Jr., dan serial yg diperankan Benedict Cumberbatch bukan murni adaptasi dari buku, jadi script-writernya cm mnghidupkan karakter2 yg ada di buku aja. Kalau serialnya agak lebih ada kemiripan, tapi ya ga persis di buku & kadang dicampur2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s