A Midsummer Night’s Dream – William Shakespeare

Judul buku : A Midsummer Night’s Dream (First Quarto appeared @1600 entitled A Midfommer Nights Dreame)
Penulis : William Shakespeare
Penerbit : Project Gutenberg (Ebook), July 2000 [Etext #2242] (from Shakespeare’s First Folio)

(Review in both Bahasa Indonesia and English)

More about Shakespeare’s Quartos and Folios

Sandiwara ini diawali dari hari-hari menjelang pernikahan Duke of Athens, Theseus, dengan Hippolita. Saat itu, Egeus ‘mengadukan’ puterinya pada Theseus. Hermia, puteri Egeus, dijodohkan dengan Demetrius. Akan tetapi Hermia lebih memilih Lysander, yang tidak disukai oleh ayahnya.

Demi bisa bersama-sama, Lysander dan Hermia merencanakan palarian ke tempat bibi Lysander, dimana hukum Athens tidak berlaku di sana. Saat itu, teman Hermia, Helena kebetulan berada di situ. Helena mencintai Demetrius, padahal Demetrius sangat memuja Hermia. Untuk menenangkan hati sahabatnya itu, Hermia menceritakan rencana pelariannya dengan Lysander. Helena pun menceritakan rencana itu pada Demetrius, demi mencari perhatiannya, juga mematahkan perasaan lelaki itu pada Hermia.

Sementara itu di tengah hutan, Raja Peri Oberon berdebat dengan Ratu Peri Titania tentang seorang anak Indian. Oberon ingin menjadikan anak itu sebagai pengikutnya, akan tetapi Titania tidak mau menyerahkannya karena ibu anak itu adalah pengikutnya. Oberon pun memanggil pelayannya, Robin Goodfellow alias Puck, peri yang usil tapi sangat cekatan. Dia diperintahkan untuk mencari bunga tempat jatuhnya panah Cupid, dimana sari bunga tersebut akan membuat seseorang jatuh cinta pada orang atau apapun makhluk yang dilihatnya pertama kali. Dia hendak menggunakannya pada Titania, supaya dia dipenuhi cinta pada apa saja selain anak Indian itu.

Saat itu masuklah Demetrius yang sedang mengejar dua sejoli yang melarikan diri, sementara Helena mengejarnya. Oberon melihat perlakuan Demetrius pada Helena yang sedang jatuh cinta. Dia pun memerintahkan Puck untuk meneteskan sari bunga itu pada Demetrius setelah dia selesai dengan Titania. Celakanya, Puck salah meneteskan sari bunga itu sehingga yang terjadi justru kedua pria yang tadinya mengejar Hermia berbalik memuja Helena. Helena merasa dipermainkan karena tiba-tiba sikap kedua pria itu berbalik.

Peter Quince, si tukang kayu, dan beberapa temannya sedang mempersiapkan sandiwara untuk dipersembahkan pada hari pernikahan Duke mereka. Nick Bottom yang diberi peran sebagai Pyramus, sangat ingin mendominasi dan meminta bagian semua peran padanya. Saat sedang berlatih di hutan, Puck melihat kekonyolan mereka dan mengubah kepala Nick Bottom menjadi seperti keledai. Saat itulah Ratu Titania terbangun, dan melihat Nick Bottom yang berkepala keledai, dan jatuh cinta padanya.

Kata-kata indah dan puitis bertebaran dalam naskah ini, sebagaimana sebuah karya klasik, juga karena romansa antar karakter di dalamnya. Walaupun beberapa bagian sulit dimengerti, tetapi saya bisa menangkap maksudnya karena sudah pernah mengetahui cerita ini sebelumnya. Sebenarnya konflik dalam kisah ini bisa dikatakan rumit, tetapi karena plot yang mudah diikuti dan beberapa hal konyol yang diselipkan, menjadikannya lebih mudah diterima.

I love how the words split into flowery sentences, it sounds beautiful in my head. Though many words I didn’t understand (because English isn’t my mother tongue, and it is a very old English), but I can feel the taste of art that Shakespeare made. I have read this story before, on other adaptation, that made it easier for me to digest the whole story.

It wasn’t a simple story, there were many conflicts served. But it was made simple by the sense of humour and simple plot. I like how Shakespeare described fairy and other magical things. And also the beauty of lovers’ sentences.

“I sweare to thee, by Cupid’s strongest bow, By his best arrow with the golden head, By the simplicitie of Venus’ Doves, By that which knitteth soules, and prospers love, And by that fire which burn’d the Carthage Queene, When the false Troyan under saile was seene, By all the vowes that ever men have broke, (In number more then ever women spoke)” (Hermia to Lysander)

“Nor doth this wood lacke worlds of company, For you in my respect are all the world. Then how can it be said I am alone, When all the world is heere to looke on me?” (Helena to Demetrius)

4/5 stars for sweet love and splendid simple story.

“So good night unto you all. Give me your hands, if we be friends, And Robin shall restore amends.”

Review #1 of Classics Club Project

5 responses to “A Midsummer Night’s Dream – William Shakespeare

  1. waduh, shakespare bikin cerita bertema fantasi juga ya? benar-benar pengen baca, ada yang terjemahannya kah? (bahasa inggris sekak😩 )

    • Sebenarnya ini masuk genre komedi sih, cuma di dalamnya ada unsur romance sama fantasi (peri2 itu)..belum ada deh kayanya yg menerjemahkan Shakespeare, nonton film adaptasinya aja dulu, banyak kok, habis itu baca yg bahasa Inggris ga akan sekak🙂

  2. Midsummer’s Night Dream ini salah satu favoritku dan bikin aku amazed sm Shakespeare. Itu otak dikasi makan apa ya? Kok bisa2nya kepikiran cerita yg sebenernya ruwet tapi tetap enjoyable kyak gini ya?

  3. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: #5BukuDalamHidupku : Topeng Kaca Menemaniku Dewasa | Bzee's Inner Space

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s