Prophecy of the Sisters – Michelle Zink

Judul buku : Prophecy of the Sisters
Penulis : Michelle Zink (2009)
Penerjemah : Ida Wajdi
Penyunting : Aisyah
Penerbit : Penerbit Matahati, Maret 2011 (cetakan pertama)
Tebal buku : 359 halaman

Waktu seolah terdiam. Tak ada ruang dalam pikiranku untuk angin di sela pepohonan atau danau yang mengempas tepian di bawah. Benar-benar tak ada ruang untuk apa pun, kecuali sulur-sulur ramalan yang memilin diri menjadi sesuatu yang hanya merupakan benih akal sehat. (p.81)

Sepeninggal ayahnya, Lia Milthorpe menjadi yatim piatu. Dia hanya tinggal bersama bibi Virginia, Alice saudara kembarnya, dan Henry adiknya. Banyak hal masih menjadi misteri. Tentang bunuh diri ibunya beberapa lama setelah kelahiran Henry, Kamar Gelap yang menjadi tempat menyendiri mendiang ibunya sekaligus tempat ayahnya meninggal secara misterius, dan kini misteri seakan tak hentinya mengikuti kehidupan Lia. Di pergelangan tangannya muncul sebuah tanda aneh yang semakin lama semakin gelap. Diikuti penemuan sebuah buku misterius di perpustakaan pribadi ayahnya.

Lia mengalami kejadian demi kejadian yang menyeretnya pada sebuah ramalan kuno. Bahwa dua saudari kembar itu ditakdirkan menjadi Garda dan Gerbang, yang bisa menjaga, atau justru membiarkan roh-roh dari dunia lain masuk ke dunia ini dan membuat kekacauan. Ramalan itu pula lah yang membuat Lia harus berhadapan dengan saudarinya sendiri. Konflik menjadi semakin seru saat ternyata Lia dihadapkan pada pilihan, untuk memainkan perannya yang sebenarnya dan hidup damai, atau menjadi pihak yang baik dan terus diganggu oleh para roh.

Kisah ‘kutukan’ ramalan kuno ini begitu menarik untuk diikuti. Pertanyaan demi pertanyaan dimunculkan, kemudian dijawab satu per satu, sebelum kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan baru yang semakin kompleks dan membuat penasaran. Dunia yang dimunculkan penulis begitu hidup dalam imajinasi saya, tentang mitos-mitos dan dongeng yang diuraikan dalam wujud yang sangat gelap. Penceritaan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Lia, memunculkan emosi yang begitu terasa.

Banyak hal tidak terduga, seperti saat kita begitu diyakinkan bahwa Lia lah yang berada di pihak yang ‘baik’–meski saat awal membaca ramalan terasa ada yang ganjil–kemudian kita disuguhkan fakta bahwa ada batas yang kabur antara baik dan buruk. Bahwa setiap orang mempunyai pilihan untuk menjadi baik atau buruk, adalah salah satu nilai yang saya suka dari buku ini. Hal-hal tak terduga semacam itu pula lah yang mendorong saya untuk segera menyelesaikan buku ini.

Meski begitu, menyelesaikan buku ini ternyata tidak cukup. Masih ada banyak hal yang masih menjadi pertanyaan, masih ada yang harus diselesaikan di buku berikutnya. Buku ini adalah seri pertama dari sebuah trilogi, dengan akhir yang masih mengundang sejuta penasaran. 3/5 untuk fantasi penuh misteri ini.

6 responses to “Prophecy of the Sisters – Michelle Zink

  1. buku ini rasanya kelam banget ya, gak sabar nunggu sekuelnya

  2. Agak beda sama filmnya ya? Eh, atau emang beda… itu lho film The Other Boleyn Girl.

  3. Hihi.. Udah lama banget nunggu buku ketiga nya Circle of fire, tapi yang bhs inggrinya pun belum nongol di bandung🙂

  4. kok kayaknya biasa aja ya?:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s