Character Thursday (9)

Setelah absen dua minggu, akhirnya berhasil juga menyempatkan diri ikut seru-seruan di Character Thursday. Sebelumnya, seperti biasa, ini pengantarnya.
Character Thursday
Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
– Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
– Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
– Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
Syarat Mengikuti :
1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di kotak di button.
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah post. Cantumkan nama dengan format: Nama blogger @ nama blog, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…

Karakter yang saya angkat minggu ini diambil dari sebuah fiksi sejarah karya Ken Follett yang berjudul Fall of Giants.

Buku ini memiliki banyak sekali tokoh, tetapi sejauh sekitar sepersepuluh halaman pertama, ada satu nama yang menarik:

Ethel Williams

Ethel Williams adalah puteri dari organisator serikat pekerja di Wales Selatan, daerah para penambang batu bara, tepatnya di Aberowen. Dari anak-anak orang tuanya, hanya dia dan adik laki-lakinya, Billy, yang masih hidup. Saudara-saudarinya meninggal karena penyakit atau kecelakaan tambang. Dia sendiri bekerja di Ty Gwyn, rumah persinggahan milik Earl Fitzherbert.

Hidup dalam lingkungan keras dengan darah pejuang mengalir di nadinya membuat Ethel menjadi gadis yang ‘tidak biasa’. Kecantikan yang menurun dari ibunya, keberanian dan kecerdasan dari watak ayahnya. Dia mendukung hak-hak wanita, meski tak diteriakkan secara lantang–yang bisa membuat majikannya tak senang.

Salah satu keistimewaan gadis ini adalah dalam usianya yang belia, dia diangkat menjadi pengurus rumah tangga di Ty Gwyn, menggantikan pengurus sebelumnya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Tentunya setelah dia menunjukkan kecemerlangannya saat Earl mengundang Raja ke Ty Gwyn. Dia merencanakan banyak hal dengan matang dan teliti, hingga acara itu nyaris sempurna. Tapi satu hal yang melebihi itu adalah pesona dalam kesederhanaannya.

Digambarkan bahwa Ethel adalah gadis yang cantik meski dalam balutan pakaian pelayan. Kata-kata dan tingkah lakunya menarik para pria, yang dalam kisah ini (sejauh yang saya baca) justru lebih mengesankan pria yang ‘tak biasa’, sang Earl dan Raja sendiri. Dia sendiri adalah wanita mandiri yang keras kepala dengan rasa percaya diri yang besar. Saya bisa membayangkan wanita dengan tipe ini, yang penuh semangat dan percaya diri, memang memiliki daya tarik tersendiri, mungkin juga melipatgandakan kecantikan wajahnya. Tak heran jika Earl pun akhirnya takluk oleh kecantikan puteri rakyat jelata ini. Meskipun pada akhirnya dia sendiri juga takluk pada sang Earl, rasanya masih wajar untuk gadis muda yang tak pernah merasakan cinta sebelumnya (dan pria itu adalah seorang Earl!).

Kalau buku ini difilmkan, mungkin tak akan terlalu sulit mencari pemeran Ethel. Menurut saya, yang terpenting adalah dia memiliki kecantikan yang sederhana ditambah kemampuan akting yang baik. Dan mungkin untuk menambah kesan sederhana, aktris yang dipilih adalah yang baru atau belum terlalu terkenal.

3 responses to “Character Thursday (9)

  1. Eh bukannya namanya Ethel ya? ^^
    Setuju, bahwa Ethel bukan perempuan biasa, agak genit memang saat masih muda, tapi setelah makin matang, kecerdasan dan kepercayaan dirinya akan makin terlihat.

  2. Pingback: Fall of Giants – Ken Follett « Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s