Catching Fire – Suzanne Collins

Judul buku : Catching Fire (Tersulut)
Penulis : Suzanne Collins (2009)
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010
Tebal buku : 424 halaman

Buku ini merupakan sekuel dari The Hunger Games, masih kisah seputar Katniss. Di sini, konflik yang muncul pertama kali adalah bagaimana kehidupan Katniss setelah dia memenangkan Hunger Games. Meski lolos dari kematian di arena, tetapi kehidupannya tak menjadi lebih mudah. Walaupun dielu-elukan di seluruh penjuru Panem–terutama Capitol, mendapatkan kekayaan yang menjaminnya dan keluarganya tak akan pernah kelaparan lagi, tapi kehidupan lamanya yang tenang tidak bisa kembali. Dia menanggung beban atas penghinaan dan pemberontakan terhadap Capitol, yang ditunjukkannya dalam Hunger Games yang diikutinya, meski tidak secara terang-terangan.

Dia pun harus melanjutkan permainan yang dirancang Capitol, atau keluarga serta sahabatnya berada dalam bahaya. Akan tetapi pemberontakan tetap tidak bisa dibendung, beberapa distrik sudah memulai, dan beberapa distrik lain sudah mengancam. Capitol mulai geram. Hunger Games kali ini, yang ke-75 atau disebut sebagai Quarter Quell yang ketiga, menjebaknya dan Peeta kembali ke arena Hunger Games. Dengan lawan para pemenang Hunger Games sebelumnya, di arena yang belum pernah ada, yang lebih mengancam, semakin banyak ketegangan, semakin banyak strategi, dan semakin banyak darah.

Konflik yang muncul kini semakin kompleks dan lebih serius. Di sini semakin terlihat juga karakter Katniss yang sangat ‘remaja’ sekali; impulsif dan kurang matang. Akan tetapi keberanian dan tekadnya layak mendapatkan penghormatan yang tertinggi.

Kesan yang kudapatkan tak jauh berbeda dengan buku pertamanya, dengan perkecualian bahwa aku sudah mengenal karakteristik dunia yang dibangun Suzanne Collins ini. Di samping itu, unsur politis dalam buku ini juga sukses membuatku muak, seakan-akan aku bisa ikut merasakan memiliki pemerintahan yang semacam itu. Masih ada ketegangan, masih membuat penasaran, masih tidak bisa ditebak. Akan tetapi emosi yang timbul tidak sevariatif buku pertama, kemungkinan karena keadaan yang diceritakan cukup mencekam, atau karena aku sudah terbiasa dengan ‘situasi’ di negeri Panem.

Di buku kedua ini, penulis tak membiarkan pembacanya bernapas sebelum dia memegang buku ketiganya. 3/5 untuk ketegangan Hunger Games.

3 responses to “Catching Fire – Suzanne Collins

  1. kubikelromance

    Ak suka bgt mb seri kedua ini, pertarungannya seru

  2. Pingback: Mockingjay – Suzanne Collins « Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s