The Hunger Games – Suzanne Collins

Judul buku : The Hunger Games
Penulis : Suzanne Collins (2008)
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2009
Tebal buku : 408 halaman

Di suatu sudut Distrik 12, hidup seorang gadis yang mati-matian mengusahakan kehidupan keluarganya, namanya Katniss Everdeen. Setelah kematian ayahnya dalam kecelakaan di tambang, ibunya depresi, dia dan adiknya, Prim, terancam mati kelaparan. Tapi Katniss sebelas tahun tidak seperti anak perempuan kebanyakan, dia berhasil menjadi kepala rumah tangga, menyelamatkan perut-perut kosong di keluarganya.

Distrik 12 hanyalah satu dari wilayah kekuasaan Capitol di negeri Panem. Masih ada 11 distrik yang menjadi bagian dari negeri itu. Sejarahnya, dulu ada 13 distrik di Panem, akan tetapi setelah terjadi pemberontakan, Capitol menghancurkan Distrik 13, dan menciptakan sebuah ‘permainan’ untuk memperingatinya. ‘Permainan’ itu semacam reality show yang disaksikan di seantero negeri, Hunger Games. Setiap distrik diwajibkan mengirim seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, dengan demikian ada 24 anak berusia 12-18 tahun yang dikirimkan ke arena Hunger Games di Capitol. Bagi Capitol ini hanya sebuah permainan, tetapi bagi distrik-distrik pesertanya, Hunger Games adalah ajang pembantaian paling meriah dan dielu-elukan. Hanya ada satu orang yang menang, pemenangnya adalah yang bisa bertahan hidup.

Tidak ada yang ingin terpilih dalam Hunger Games, dan tak ada keluarga yang ingin salah satu anggotanya ikut ke dalam Hunger Games. Terpilihnya Prim menjadi peserta tahun ini adalah pukulan telak bagi Katniss. Katniss sudah ‘menghidupkan’ keluarganya, dan apa pun yang terjadi, dia tak akan membiarkan adik satu-satunya mati karena sebuah ‘permainan’. Dia maju menggantikan Prim. Awalnya dengan niat menggantikan nyawa adiknya, tetapi sebelum berangkat dia mengubah tekadnya, dia harus menang, karena hidup keluarganya masih bergantung padanya.

Sejak awal, aku tidak pernah menyentuh buku ini waktu melihatnya di toko buku. Mungkin karena cover yang gelap, atau judulnya yang kurang ‘nancep’ di aku. Baru menyadari buku ini tentang apa waktu acara dengan teman-teman BBI pertama kali (sebelum aku resmi masuk BBI). Saat itulah aku mulai ‘ngeh’, meski belum sempat membacanya, tapi berniat suatu saat akan membacanya. Dan sekarang aku baru tahu mengapa buku ini begitu disukai, suspense yang ringan dan sangat remaja sekali, sehingga lebih mudah masuk untuk semua kalangan usia.

Sejujurnya, aku pribadi tidak merasa terlalu emosional pada buku ini secara keseluruhan. Akan tetapi, aku harus mengakui bahwa penulisnya sangat luar biasa mengagumkan. Buku ini bisa mengajakku untuk ikut tegang, tertawa, lega, trenyuh, sedih, dan menangis bersama dengan bagian tertentu dalam hidup Katniss. Bisa dikatakan, buku ini mengaduk-aduk emosiku. Penulisnya menggabungkan ketegangan di arena Hunger Games, kesedihan akan perpisahan dengan keluarga di distrik maupun teman seperjuangan di Hunger Games, sampai pada romansa yang ‘unik’ antara Katniss dengan Peeta Mellark, peserta dari distriknya juga. Meski demikian, ada canda ringan yang membuat kisah ini bisa tetap terlihat ‘hidup’, dan hal-hal konyol yang ikut menambah warna emosi saat membacanya.

Orang baik memiliki cara untuk menyelinap masuk ke dalam diriku dan membusuk di sana. (p.59)

Aku suka dengan dunia yang dibangun penulis dan segala isinya, yang disusun rapi bersama konflik-konflik yang berjalan secara natural tapi kebanyakan tak terduga. Adegan pembunuhan mungkin adalah salah satu gaya buku ini, jadi tak ada komentar selain bahwa pembacanya memang harus siap dan layak menerimanya. Sejauh ini, nafsu makanku tidak berubah.

Kisah suspense ringan tapi kaya, mengalir, mudah diterima, unik, dan cukup emosional. Meski penerimaanku tidak seperti kebanyakan orang yang sangat menyukai buku ini, tapi aku sangat menghargai dan kagum pada penulisnya sehingga kuberikan 4/5 bintang untuk buku pertama seri ini.

3 responses to “The Hunger Games – Suzanne Collins

  1. Pingback: Catching Fire – Suzanne Collins « Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Mockingjay – Suzanne Collins « Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Bookish Top Ten (2) : Literary Villains | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s