Manxmouse – Paul Gallico

Judul buku : Manxmouse
Penulis : Paul Gallico (1968)
Penerjemah : Maria Lubis
Penerbit : Media Klasik Fantasi (a division of Mahda Books), April 2011
Tebal buku : 227 halaman

Sebuah fantasi anak-anak yang menghibur dan sarat dengan pelajaran berharga. Dimulai dari tikus porselen yang gagal, kemudian menjadi petualangan seru tikus yang fenomenal. Siapa sangka bahwa produk ‘cacat’ itu adalah jenis yang langka. Tikus itu menjadi hidup. Tubuhnya yang biru, telinganya yang seperti kelinci, ekornya yang hilang, dan kakinya yang mirip kangguru, dia adalah Tikus Manx, Manxmouse, milik kucing Manx.

Petualangan pertama Manxmouse adalah bertemu dengan Clutterbumph, makhluk yang berwujud sesuai dengan ketakutan masing-masing orang (sepertinya, inilah yang menginspirasi Rowling menciptakan Boggart, karena disebutkan bahwa buku ini adalah buku favoritnya). Akan tetapi, saat itu Manxmouse belum memiliki ketakutan apa pun, sehingga Clutterbumph muncul sebagai wujud aslinya.

“Dan sebenarnya, tidak ada orang yang pernah terlahir dengan ketakutan atau kekhawatiran terhadap sesuatu.” (p.27)

“..jika kau tidak takut, tidak ada yang dapat menyakitimu..” (p.135)

Ada satu bagian yang menarik saat Manxmouse bertemu seorang anak perempuan yang menjadi temannya. Akan tetapi, karena satu dan lain hal, keberadaan Manxmouse di sana justru menjadi masalah. Orang-orang yang cenderung suka mencari asal-usul atas segala sesuatu, tanpa mempedulikan keadaannya saat ini. Mereka hendak mengetahui ‘apa’ sebenarnya Manxmouse itu, hingga mereka tak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang dapat merusak apa yang mereka cari itu. Sampai-sampai demi kebaikannya, si anak  harus melepaskan tikus itu.

“Karena kita tidak pernah diizinkan menyimpan impian kita yang paling kita sayangi. Selalu ada orang-orang yang bertekad menghancurkannya.” (p.110)

Juga ada potret keserakahan manusia yang diceritakan di sini. Saat ada yang hendak menjualnya. Bagaimana seseorang selalu tidak puas dengan apa yang dimilikinya, hingga selalu mengharapkan harga yang lebih dan lebih lagi. Juga orang-orang yang selalu ingin lebih unggul daripada orang lain sehingga bertindak di luar nalar, mereka berlomba-lomba membeli Manxmouse dengan harga dan perjuangan yang tidak masuk akal. Akibatnya, mereka sendiri termakan oleh keserakahan mereka itu.

Manxmouse bertemu dengan banyak hewan dan manusia, kejadian demi kejadian yang menjadikannya lebih bijak dan ‘dewasa’, pengalaman berharga dengan teman-teman baru yang selalu datang, atau ketegangan saat dia diburu di mana-mana. Akan tetapi pada akhirnya, dia harus berhadapan dengan lawan sejatinya, yang akan membawanya pada Hari Akhir-nya, yaitu kucing Manx.

Di sinilah, Manxmouse mengerti arti sesungguhnya dari ketakutan dan keberanian. Dia telah mengalami banyak hal yang menjadi bekal untuknya menghadapi hari itu.

“Jika harus masuk ke dalam kerongkongan siapa pun, dia akan bertempur dengan seluruh kekuatan dan tekadnya.” (p.217)

Bagaimanakah Hari Akhir yang telah diramalkan untuk Tikus dan Kucing Manx? Dan apakah keberanian saja cukup untuk menghadapi lawan yang lebih besar dan musuh sejatinya?

Meskipun kisah anak-anak dan diceritakan secara ringan, saya merasa ada makna filosofis yang sangat dalam di buku ini, yang tidak mudah untuk diterjemahkan. Bagi saya, buku anak-anak yang bagus adalah yang bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa, memiliki moral yang tersurat maupun tersirat, akan tetapi masih bisa dinikmati meski kita tidak bisa menemukan pesan tersiratnya. Dan buku ini termasuk salah satunya.

4/5 untuk belajar bersama si tikus biru.

5 responses to “Manxmouse – Paul Gallico

  1. Di sinilah, Manxmouse mengerti arti sesungguhnya dari ketakutan dan keberanian. <– inilah inti dr buku ini kayaknya

  2. intinya sama ya reviewnya, jangan takut🙂

  3. Siapa sangka bahwa produk ‘cacat’ itu adalah jenis yang langka. bener, padahal dia awalnya ngga diharapkan, tapi perjalanan hidupnya sangat berwarna dan menggugah keberanian🙂

  4. Pingback: Character Thursday (11) « Bacaan B.Zee

  5. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s