Character Thursday (13)

Minggu lalu, saya sedang membaca salah satu karya besar penulis klasik George Orwell, 1984 (Nineteen Eighty-Four) (Review saya di sini).

Dalam buku ini yang menjadi tokoh sentralnya adalah Winston Smith, seorang anggota Partai dari Departemen Kebenaran (Minstry of Truth atau Minitrue). Secara paradoks, tugasnya adalah mengubah berita dari surat kabar di masa lalu untuk disesuaikan dengan masa sekarang, atau yang dikehendaki oleh Partai. Seharusnya dia, sebagaimana layaknya seorang anggota Partai yang ideal, menerima tugas itu apa adanya, menerapkan pikir-ganda (doublethink) sehingga dapat dengan segera menerima perubahan itu sebagai kebenaran, dan melupakan yang sudah berlalu. Akan tetapi, dalam benaknya dia mengkritisi semua itu, yang berarti dia telah melakukan kejahatan pikiran.

Demi menjaga keselamatan dirinya, di luar dia harus berpura-pura patuh, karena setiap saat dia dipantau oleh teleskrin. Akan tetapi dalam dirinya berkecamuk pertanyaan-pertanyaan yang terlarang, yang menyeretnya pada peristiwa demi peristiwa tak terduga, yang pada akhirnya… bisa dibaca sendiri di buku ini.

Winston sampai sempat mempertanyakan kewarasannya sendiri, karena siapa yang tahu apa yang benar jika tak ada bukti yang merujuk ke sana. Karena begitu fakta diubah, semua hal yang bertentangan akan segera dihapuskan. Begitu pula semua orang dapat secara tiba-tiba melupakan apa yang baru saja terjadi jika itu bertentangan dengan Partai. Jika semua orang berpikir sama, dan dia berpikir yang berkebalikan, bukankah itu berarti dia gila?

Bagi saya, Winston adalah sebuah ‘kesalahan’. Dia hidup dalam dunia yang dikontrol, di antara orang-orang yang terkontrol. Bagi kita (atau mungkin hanya saya? hehe), pemikiran Winston lah yang benar, dia lah satu-satunya orang ‘waras’ yang ada di jagad Oceania. Akan tetapi tidak demikian jika kita bicara tentang statistik dan definisi ‘waras’ itu sendiri. Tapi siapa yang peduli? Setelah sampai pada bagian akhir buku ini, siapa yang waras dan siapa yang gila sudah tidak penting lagi.

Entah mengapa, Orwell tidak menggambarkan Winston sebagai seorang yang patriotik dan revolusioner. Dia dapat mengkritisi sesuatu, tapi jarang mampu bertindak secara nyata. Dia berani menentang sesuatu, tapi jarang memiliki cara untuk mengubahnya. Mungkin memang tatanan Sosing yang dibangun sebegitu kokoh dan mapannya sehingga tidak ada ruang untuk para ‘penyempal’ sejati yang mampu mengubahnya. Karena alasan itulah, saya tetap tidak bisa menaruh simpati pada karakter Winston ini.

John Hurt sebagai Winston Smith dalam film adaptasi yang keluar pada tahun 1984

“Big Brother is watching you.”

Character Thursday
Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
– Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
– Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
– Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
Syarat Mengikuti :
1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di kotak di button.
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
3. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah post Fanda Classiclit. Cantumkan nama dengan format: Nama blogger @ nama blog, misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
4. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…

5 responses to “Character Thursday (13)

  1. Mmm..bingung mau komentar apa tentang Winston, sepertinya memang ‘biasa2’ aja ya..

  2. waaah aku pengen sekali baca buku ini tp blum kesampean sampe sekarang…keren yah kayaknya…dan filmnya keluar di thn 84 juga? wow…

    • iya, sepertinya memang thn 1984 bnr2 dinantikan oleh pembaca Orwell.. keren krn sbnrnya byk hal sdh trlihat di masa sekarang ini, so sad but so true. harus sabar juga bacanya (soalnya aku plg muak dgn hal2 brbau politik, hehe)

  3. aku tinggal menghabiskan 80 halaman terakhir dari buku ini! deg2an bow….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s