Character Thursday (14)

Ketemu lagi dengan blog hop yang biasa muncul setiap hari Kamis, walaupun belakangan sering absen😩

Kali ini ada yang baru dari Character Thursday, salah satunya adalah button baru.

Minggu ini, untuk yang ketiga kalinya, saya membahas dari buku ini:

Bukannya belum bisa move on dari buku ini (hehe..) tapi memang buku spesial ini hanya bisa dibaca pada waktu dan tempat tertentu, jadi ya slowly but (un)steady. Tapi tenang saja, diusahakan bulan ini selesai kok (sungkan dengan yang ngasi buntelan :p).

Oke, jadi setelah lebih dari setengah buku ini berhasil kubaca, konflik yang ada semakin menarik. Oleh karena karakter dalam tokoh ini dibagi-bagi berdasarkan negara asalnya, dan kemarin saya sudah membahas dua karakter dari Inggris, kali ini saya ingin menengok Rusia sejenak. Salah satu (dua) karakter yang disorot di Rusia ini adalah Grigori dan Lev Peshkov.

Mereka berdua adalah kakak beradik yatim piatu. Kedua orang tua mereka meninggal karena kediktatoran sang Tsar (pemimpin tertinggi, semacam raja saat itu) yang membunuh rakyat dengan kejam dan semena-mena. Ayah mereka digantung di depan mereka, kemudian ibu mereka ditembak oleh tentara. Saat itu Grigori baru berusia sebelas tahun. Dia yang kemudian menjadi pelindung adik kecilnya, dia bekerja dan melakukan apa saja demi Lev. Sayangnya saat dewasa, Lev justru sering membuat masalah yang pada akhirnya menyusahkan kakaknya itu.

Meskipun wajah mereka berdua mirip, akan tetapi sifat mereka bertolak belakang. Grigori adalah pekerja keras, berhati lembut, dan sangat sayang pada Lev. Sedangkan Lev, karena dibesarkan tanpa figur orang tua, dia cenderung menjadi pria yang bermasalah, dia sering menipu orang, bermain-main dengan wanita, dan berkelahi. Grigori punya cita-cita ingin membawa Lev bersamanya ke Amerika, ke kehidupan demokratis yang lebih baik. Untuk itulah dia bekerja keras mengumpulkan uang, sementara Lev hanya tahu menghambur-hamburkannya untuk kesenangan sesaat.

Suatu hari Grigori bertemu seorang wanita muda yang sedang diganggu oleh polisi. Tidak tahan melihat itu, dia menolong wanita itu meski pada akhirnya dia berurusan dengan polisi, yang ujung-ujungnya panjang. Dia tidak menyesal, justru pada akhirnya dia tertarik pada wanita itu, Katerina. Dia menyediakan tempat tinggal untuk Katerina. Sayangnya, setelah semua kebaikannya itu, Katerina justru tertarik pada Lev. Grigori pun memendam perasaaannya dalam-dalam demi adiknya.

Lama setelah uang tabungan Grigori cukup untuk membiayainya ke Amerika, tapi hanya untuk satu orang. Grigori berjanji akan menabung di Amerika, kemudian mengirimkan tiket untuk adiknya. Tanpa diduga, pada detik-detik keberangkatan, Lev meminta tiket itu karena dia tanpa sengaja telah membunuh orang. Demi menyelamatkan adiknya dari polisi, Grigori merelakan tiket itu pada adiknya. Dia pulang, dan mendapati bahwa ternyata Katerina telah hamil, anak dari adiknya. Beberapa waktu kemudian, perang berkobar di Eropa, Grigori masuk dalam wajib militer. Demi mendapatkan tunjangan, Katerina meminta Grigori menikahinya, agar dia berhak mendapatkan tunjangan untuk istri tentara. Bahkan setelah menikahinya pun, Grigori menolak menyentuh Katerina karena menganggapnya masih milik Lev.

Dari sedikit ringkasan di atas, saya ingin menunjukkan bagaimana kurang lebihnya watak kakak beradik tersebut. Saya menaruh simpati pada Grigori, sebaliknya agak sebal dengan Lev, karena itulah saya selalu berharap bahwa Grigori memiliki sedikit keberanian untuk jujur pada Katerina maupun Lev tentang perasaannya. Dia tidak harus menjadi orang yang selalu menderita dan mengalah, apalagi untuk seorang seperti Lev, yang sangat Grigori kenali wataknya yang kurang bertanggung jawab. Kelemahan Grigori itulah yang membuat saya gemas saat dia hanya bisa memuja Katerina dalam hati.

Setelah Lev tiba di Amerika, dia tidak segera menabung. Lev tidak bisa menahan hasratnya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Saat dia menjadi sopir pribadi seorang pengusaha besar asal Rusia, dengan berani dia menggoda putri majikannya yang sangat dilindungi oleh ayahnya itu. Tampaknya sampai lebih dari setengah buku ini, belum ada perubahan yang berarti dalam kepribadian Lev yang (menurut saya) buruk itu, tapi yang jelas status sosialnya berubah drastis. Begitu pun dengan Grigori, perang tidak banyak mempengaruhinya, karena dia sudah kebal dengan darah yang tertumpah di depan matanya. Sifat ragu-ragunya, terutama pada wanita, juga masih sama, Katerina sendiri lah yang harus memulai.

Kesimpulan saya sejauh ini, mungkin Follet hanya berusaha menunjukkan bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh rakyat biasa pada masa itu, apalagi pada masa perang, yang sejatinya hanyalah kepentingan dari orang-orang yang berkuasa. Grigori dan Lev hanyalah sebuah potret, penderitaan dan imbasnya, pertarungan antara kebutuhan dan keadaan.

Ikutan Character Thursday yuk.

5 responses to “Character Thursday (14)

  1. “Grigori dan Lev hanyalah sebuah potret, penderitaan dan imbasnya, pertarungan antara kebutuhan dan keadaan.” << yep, betul banget! Eh kamu belum tamat ya baca buku ini? Kirain sudah.. ^^

  2. Pingback: Fall of Giants – Ken Follett « Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Book Kaleidoscope 2012 : Top Five Book Boy Friends | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Scene on Three (15) | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s