Character Thursday (17)

Hari Kamis ini mari menilik karakter dari buku di Character Thursday.

Saat ini saya baru saja menyelesaikan membaca buku Under The Net karya Iris Murdoch. Buku ini merupakan buku pilihan saya untuk proyek baca bersama BBI, sehingga review akan diterbitkan bersama-sama pada akhir bulan. Sambil menunggu, mari kita intip salah satu karakter dalam buku ini, yaitu James Donaghue.


Tokoh utama dalam buku ini, sekaligus sebagai narator, adalah James Donaghue alias Jake. Dia adalah seorang penulis dan penerjemah, yang gemar dengan karya Jean Pierre Breteuil, penulis asal Perancis yang karyanya tidak terlalu laris di negerinya sendiri, tetapi menjadi laris saat diterjemahkan dan dijual di Inggris. Penghasilannya dari menulis tidak bisa diharapkan, karena itu sebisa mungkin dia mencari tempat menginap yang gratis, apakah itu bersama wanita atau teman.

Jake memiliki seorang sepupu jauh yang selalu menemaninya, Peter O’Finney atau biasa dipanggil Finn saja. Peranan Finn cukup besar dalam kestabilan kehidupan Jake, Finn selalu mendukung apa pun yang dilakukannya, bisa dikatakan dia menurut saja pada apa kata Jake sehingga dia lebih terlihat sebagai pesuruhnya.

Kadang kala Jake bisa gegabah dalam melakukan sesuatu dan tidak memikirkan konsekuensi jangka panjangnya, atau juga justru terlalu lambat dalam bertindak. Ujung-ujungnya dia sering mengalami kekecewaan atas keputusan yang diambilnya. Meski demikian, Jake sebenarnya bukanlah orang bodoh, dia hanya perlu waktu berpikirnya sendiri, atau perlu dituntun untuk berpikir lebih realistis. Beberapa kali dalam buku ini Jake menunjukkan bahwa dia berpikiran lebih maju, atau kadang berbeda, dalam artian yang positif. Seperti saat seorang teman mengajaknya berdebat masalah politik:

“Kamu salah,” kata Lefty. “Yang dipertaruhkan di sini adalah bingkai kerjanya secara keseluruhan. Apa gunanya mencegah seseorang agar tidak tersandung ketika ia berada di kapal yang tenggelam?”
“Karena kalau kaki terkilir, maka ia tak akan bisa berenang,” kataku membantah.
“Tapi kenapa harus menyelamatkannya dari terkilir kalau kamu dapat menyelamatkannya dari kematian?”
“Karena aku tahu bagaimana melakukan hal yang pertama tapi tidak yang kedua,” aku berkata padanya agak menguji.
(p.131)

Jake juga merupakan seorang yang idealis. Ada prinsip-prinsip kehidupan yang tetap dia jaga meskipun itu berarti dia kelaparan atau menderita. Sebagai seorang penulis, dia juga memiliki jiwa yang sensitif serta perasaan romantik yang unik.

Ada satu pertanyaan yang hanya aku yang menanyakannya, dan hanya Paris yang menjawabnya; tapi pertanyaan ini adalah sesuatu yang belum pernah bisa aku formulasikan. Yang pasti di sini aku belajar: misalnya, bahwa kebahagiaan punya sisi yang menyedihkan, begitu sedih sehingga selama bertahun-tahun aku mengambilnya untuk ketidakbahagiaanku dan menyatu dengannya.
Tapi bagiku, Paris tetap sebuah harmoni yang tidak pernah selesai. Paris adalah satu-satunya kota yang bisa aku personifikasikan. London aku mengenalnya terlalu baik, sementara kota-kota lainnya tidak aku cintai. Paris kutemui seperti seorang yang bertemu dengan orang yang ia cintai, pada akhirnya membuatku hampir tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. (p.216)

Dalam buku ini, Jake mengalami perjalanan kehidupan yang panjang. Baik itu masalah pekerjaan, persahabatan maupun cinta. Kesalahan demi kesalahan dilakukannya, akan tetapi hal itu justru menuntunnya untuk mempertahankan idealisme yang dianutnya. Meski pada awalnya dia sendiri tidak mengerti apakah yang dilakukannya itu benar atau justru bodoh, namun dengan semakin terangnya permasalahan, terbukti bahwa apa yang diyakininya selama ini tidak salah.

Itulah sedikit tentang karakter dari buku yang saya baca, adakah karakter menarik dalam bacaanmu?

3 responses to “Character Thursday (17)

  1. Ini terbitan siapa ya, kok gak pernah tahu karyanya Iris urdoch sudah pernah diterjemahin?
    Jadi karakter Jake ini mengalami perubahan gak dari awal sampai akhir (bildungsroman)?

  2. terbitan Jalasutra (Jogja).. klo menurutku sih bukan perubahan karakter, tapi lebih ke perubahan pemahaman aja.

  3. Pingback: Under The Net – Iris Murdoch « Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s