Under The Net – Iris Murdoch

Conclusion in English at the last words.

Judul buku : Under The Net
Penulis : Iris Murdoch (1954)
Penerjemah : Alfian S.S.
Editor : Kurniasih
Penerbit : Jalasutra, 2004
Tebal buku : 320 halaman

Jika kita tidak lagi merasakan hubungan yang hidup dengan pikiran apa pun yang terdapat dalam karya itu, karya ini tampaknya benar-benar kering atau bahkan ‘basi’ sama sekali; dan kalau kita betul-betul masih merasakan hubungan ini maka karya tersebut terinfeksi melalui hubungan ini dengan pergeseran kenihilan dari pemikiran yang sekarang ini dengan segala pertimbangan mereka belum sampai pada tingkat kehampaan (p.265)

James Donaghue, atau biasa dipanggil Jake, selama ini ‘menumpang’ di rumah Magdalen (Madge) bersama sepupu jauhnya, Peter O’Finney (Finn). Akan tetapi suatu hari, Madge mengusir mereka berdua karena akan ada ‘laki-laki baru’ dalam hidupnya. Meskipun selama ini hubungan Madge dan Jake tidak bisa dikatakan intim, namun Madge tetap harus menghindari masalah.

Jadilah Jake terlunta-lunta untuk beberapa waktu. Dia adalah seorang penulis dan penerjemah yang tidak memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Jake dan Finn menuju ke rumah kawan lama mereka, Dave, untuk mendapatkan tempat tinggal sementara. Di sana, Dave menyebut-nyebut Anna Quentin, wanita yang dicintai Jake akan tetapi telah berusaha dilupakannya. Pada akhirnya Jake tidak bisa menahan keinginannya untuk menemui Anna, dan dia melihat keadaan telah berubah. Anna tidak lagi menyambutnya seperti dulu, dia justru mengarahkan Jake untuk menemui adiknya, Sadie, yang sedang membutuhkan penjaga untuk rumahnya.

Meskipun enggan untuk menemui Sadie, karena dia menyukai Jake tetapi tidak sebaliknya, Jake tetap butuh pekerjaan. Pertemuannya dengan Sadie pun membuka sebuah kenangan yang tidak menyenangkan tentang seorang kawan lamanya yang bernama Hugo. Dulu, sebelum mengenal Quentin bersaudari, Jake sangat dekat dengan Hugo. Mereka mendiskusikan banyak hal menarik, yang membuat Jake tergerak untuk menuliskan pembicaraan mereka. Namun, Jake merasa dia telah mengkhianati Hugo karena menuliskan pemikiran Hugo tanpa sepengetahuannya, meskipun dia menggunakan nama samaran dalam bukunya. Buku yang diberi judul ‘The Silencer’ itu pun tak bertahan lama di pasaran dan kemudian redup. Jake sudah lama melupakannya, sampai Sadie menyebutnya kembali.

Kehidupan Jake kini mulai berputar, pertemuan kembali dengan Hugo, perasaan yang masih disimpannya untuk Anna, sebuah konspirasi yang dirancang Sadie untuk terjemahan Jake, Madge yang kembali dengan tawaran yang mempertaruhkan idealisme Jake sebagai seorang penulis, serta hubungan Quentin bersaudari dengan Hugo. Semuanya jalin-menjalin dan saling berputar menuju suatu arah yang saya tak bisa meraba sampai saya menyelesaikan halaman terakhir. Kehidupan dan sifat Jake pun baru bisa saya simpulkan di akhir, yang kemudian saya tuliskan di sini.

Pada mulanya, saya agak kurang terbiasa dengan versi terjemahan bahasa Indonesia yang ini. Terkadang beberapa istilah asing tidak diterjemahkan dan tidak diberi catatan kaki. Beberapa kalimat dalam bahasa Perancis juga tidak diterjemahkan, padahal merupakan satu kesatuan makna dalam paragraf yang (aslinya) berbahasa Inggris. Ini seperti yang dikatakan penulis melalui Jake, bahwa sebuah penerjemahan karya seperti berbicara dengan mulut yang berbeda.

…aku memang senang menerjemahkan, seperti membuka mulut seseorang tapi suara malah terdengar muncul keluar dari mulut seseorang yang lain. (p.35)

Mungkin memang gaya penulisan Murdoch sudah bersastra tingkat tinggi sehingga penerjemahannya juga tidak mudah, dan memahami terjemahannya pun membutuhkan usaha. Namun, saya acungi jempol untuk penerbit yang telah menerbitkan terjemahan buku ini. Buku yang termasuk dalam 1001 buku yang harus dibaca sebelum mati ini memang layak untuk direkomendasikan bagi seluruh pembaca di dunia. Bukan hanya keindahan penuturan, konflik kehidupan yang nyata, pesan yang disampaikan mengenai idealisme juga dilukiskan dengan sangat mengena.

Apa yang pernah penting tidak selamanya penting melainkan hanya berlangsung sementara. Segala pekerjaan dan segala cinta, pencarian akan kekayaan dan cahaya, pencarian akan kebenaran, dan hidup itu sendiri terbuat dari waktu yang melintas dan menjadi tiada. Namun, melalui terowongan ketiadaan inilah kita beranjak ke depan dengan semangat kewajiban yang menciptakan tempat tinggal sulit bagi kita di masa lalu dan di masa depan. (p.308-9)

Sebelum ini, saya seringkali terkesan oleh buku atau kisah yang mengangkat tema atau perasaan yang saya alami dan rasakan, tapi tak terkatakan. Saya juga terkesan oleh kisah yang membuka pemahaman yang baru, yang memperluas pandangan saya akan kehidupan. Namun, saya tidak bisa mengatakan bahwa buku ini termasuk salah satu dari kedua hal itu. Kisah dalam buku ini ‘asing’, banyak hal yang tidak saya mengerti mengenai pola pikir Jake. Saya juga tidak bisa menyamakan buku ini dengan buku-yang-membuka-pemahaman-baru yang saya maksudkan sebelumnya, karena saya justru merasakan sebuah ‘dunia baru’, wilayah sastra dan literatur yang telah lama tidak saya jelajahi. 4/5 untuk Jake yang sulit dimengerti.

“Masalah kamu, Jake,” kata Hugo, “adalah bahwa kamu sangat memberi kesan bagi orang-orang. Kamu sangat mengesankan bagiku juga.” (p.281)

Posting Bersama BBI bulan Agustus #1001BooksYouMustReadBeforeYouDie

Conclusion:

This is a story about a writer and translator. About his ordinary life that became extraordinary due to several unexpected gathering with people on his past, that would change his way of life. While I read the Indonesian translation copy, I found it difficult to digest. I often feel that I didn’t get what Murdoch want to point out, I didn’t understand Jake’s decisions. But when I finished it, I saw the whole book in a different perspective. I digested the whole book and realized that it is delicious🙂

Yes, it is one of 1001 books you must read before you die. This book is about idealism in a real life, about love, friendship, and professionalism. Searching for what’s important in life.

Entered to The Classic Bribe 2012 Challenge & Giveaway

19 responses to “Under The Net – Iris Murdoch

  1. Lebih cenderung ke drama ya genre nya? Bosenin atau ngga bacanya?🙂

  2. Jadi intinya buku ini tentang pencarian makna hidup ya? Kayaknya menarik. Ntar coba ubek2 GR juga ah.. Thanks reviewnya!

  3. Bukan drama sih, lebih tentang perjalanan hidup, cm kebetulan mmg si Jake ini sial terus klo sm perempuan, tp ga mndominasi itu2 aja, lebih ke idealisme hidup.

    Ada sih fase2 pngn cepet selesai, krn kadang ga ngerti ini ngomongin apa, trus knp kok kaya gitu. Secara keseluruhan, setimpal lah nylesein buku ini.

  4. weh dapet buku ini dari mana mb? kayaknya jadul banget🙂

  5. Haduh … model kisah ‘muter-muter’ ya, mirip sama The End of the Affair-Graham Greene, puasa dulu model begini😀

  6. Ini mirip2 Winter Dreams – Maggie Tiojakin ga yaa… kok naga2nya mirip😛

  7. Errr, salut Mbak buat reviewnyaaa🙂 Saya belum tentu bisa baca buku macam begini heheh, tapi nasib Jake kok apes begitu yak :p

  8. eh malah baru tahu kalo ada terjemahannya

  9. membaca beberapa kutipanmu, kayaknya terjemahannya emang rada kaku ya mba…tapi kalau baca bahasa aslinya juga pasti alot banget deh hehehehe

  10. Pingback: What We Did Last Summer – The Classic Bribe Wrap-Up |

  11. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s