Character Thursday (19)

Kali ini, karakter yang akan saya bahas adalah O Lan, istri dari Wang Lung, dari buku yang sama.

O Lan adalah salah satu dari budak keluarga kaya, dia tidak cantik dan sama sekali tidak menarik. Namun, karena itulah Wang Lung puas memperistrinya, sebab budak-budak yang cantik biasanya telah ‘dipergunakan’ oleh majikan mereka sebelumnya. Di samping itu, Wang Lung juga masih miskin sehingga dia hanya membutuhkan istri yang cekatan dan bisa melahirkan anak.

Kehadiran O Lan di rumah Wang Lung sangat membantu. Dia bekerja di sawah sama giatnya dengan Wang Lung. Yang lebih mengagumkan lagi, saat dia hendak melahirkan–demi menghemat pengeluaran–dia melakukannya seorang diri. Mengeluarkan bayi, tali pusat, sampai membersihkan bekas-bekasnya, semua dilakukannya sendiri. Belum cukup sampai di situ, dia dapat langsung kembali ke sawah dan membantu Wang Lung mencangkuli sawahnya, saat itu juga!

O Lan juga termasuk bijak dalam mengelola keuangan. Dia membuat sendiri kebutuhan-kebutuhan pribadi, seperti baju, sepatu, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Meski demikian, dia tetap seorang budak yang tidak diberi pendidikan kecuali untuk mengurusi rumah tangga. Sehingga, menurut saya, masih ada hal-hal tak bijak yang dilakukan. Salah satunya dalam mendidik anak.

Sepanjang masa perkawinannya dengan Wang Lung, O Lan nyaris tak pernah mengeluh. Bahkan saat Wang Lung telah sukses pun dia tak meminta suaminya membelikan budak untuk membantu pekerjaan rumahnya. Dia tetap setia meski diperlakukan sebagaimana budak oleh suaminya sendiri. Hanya sekali, saat Wang Lung membawa wanita lain ke rumahnya, O Lan mengeluh karena
perubahan sikap Wang Lung yang menjadi ceroboh dalam hal keuangan, serta menjadi lebih kasar terhadap O Lan.

Secara keseluruhan, saya terkesan dengan pribadi O Lan ini. Ketekunan, kekuatan dan kesetiaannya. Namun saya tidak suka dengan sikap pasrah dan menerima hak-haknya dirampas. Meskipun memang itulah pandangan umum pada masa itu. Paling tidak, saya mengharapkan seorang ibu memiliki kekuatan untuk memperjuangkan apa yang terbaik untuk anak-anaknya, meskipun itu berarti harus mendebat suaminya yang jelas-jelas salah.

Lebih jauh mengenai Character Thursday.

3 responses to “Character Thursday (19)

  1. Serba salah memang buat wanita jaman itu ya? Kalau dia berani mendebat dan di ‘jegal’ suaminya keluar, dia mungkin gak bisa bertahan hidup sendiri. Lagi2 bersyukur kita hidup di jaman modern ya…

  2. gilaaaa!!!!!!!!!!!!!!! ni blog mantap, two thumbs up :)))))))))))))))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s