The Tokyo Zodiac Murders – Soji Shimada

Judul buku : The Tokyo Zodiac Murders
(Pembunuhan Zodiak Tokyo)
Penulis : Soji Shimada (1987)
Penerjemah : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2012 (cetakan kedua)
Tebal buku : 360 halaman

Seni bukanlah meniru hasil karya orang lain; seni sejati hanya ada dalam perbedaan. (p.22)

Lebih dari empat puluh tahun sebelumnya, ada sebuah kasus pembunuhan misterius yang dikenal dengan Pembunuhan Zodiak Tokyo. Bermula dari ditemukannya surat Heikichi Umezawa yang menyatakan akan membuat seorang wanita sempurna yang dinamakan Azoth, dengan cara mengambil bagian-bagian tubuh wanita berdasarkan zodiaknya. Agak mengingatkan pada kisah Frankenstein ya? Setidaknya pada mulanya saya berpikir demikian. Pembunuhan dan mutilasi enam wanita itu memang terjadi, namun jauh sebelumnya, Heikichi Umezawa telah terbunuh terlebih dahulu. Lalu siapakah yang melakukan pembunuhan Azoth? Apakah ini berhubungan dengan kematian Umezawa? Di manakah Azoth disembunyikan?

Misteri itu sempat menggegerkan seluruh negeri, semua orang berspekulasi, namun tak ada satu pun titik terang. Pada akhirnya, kepolisian menutup kasus tersebut dan opini publik kembali mereda. Sampai suatu hari ketika Misako Iida datang kepada Kiyoshi Mitarai, dengan membawa bukti yang selama ini tidak diketahui oleh polisi, demi menyelamatkan nama baik ayahnya yang diduga terlibat, namun tidak bersalah. Dengan bantuan dari Kazumi Ishioka–detektif amatir sekaligus sahabat Mitarai–yang sejak awal sudah mendalami kasus ini dan seluruh spekulasinya, mereka menyelidiki kasus pembunuhan ini.

Sepanjang buku ini, kita digiring menuju spekulasi-spekulasi yang dipaparkan, baik oleh Mitarai maupun Ishioka. Menelusuri bukti-bukti yang ada, mengunjungi orang-orang terlibat yang masih hidup, kemudian berspekulasi lagi. Dengan penceritaan dari sudut pandang Ishioka, sehingga banyak metode Mitarai yang belum bisa kita ketahui sampai dia menceritakannya pada Ishioka. Terlebih pada pertengahan kisah, Mitarai memutuskan untuk tidak melibatkan Ishioka, dan dia pun melakukan penyelidikannya sendiri setelah sempat berbeda pendapat dengan Mitarai.

Kisah detektif yang sarat akan astrologi, yang juga merupakan keahlian Kiyoshi Mitarai. Bagaimana zodiak, posisi bulan, bintang, planet, dan matahari mempengaruhi sifat dan kepribadian seseorang, kekuatan dan kelemahannya. Semuanya disebutkan secara mendetail, dan tampak memiliki hubungan yang erat dengan keseluruhan kasus ini. Tak tanggung-tanggung, penulisnya pun kemudian menantang kita untuk memecahkan kasus ini, karena–katanya–seluruh informasi telah dipaparkan. Dan benar juga, bahwa seringkali pemecahan suatu masalah sebenarnya sangat sederhana jika kita melihatnya secara apa adanya.

“Kau tahu, mengamati pergerakan planet setiap hari membuatmu sadar betapa kecil dan remehnya kehidupan kita sehari-hari.” (p.187)

“Kebanyakan orang menjalani kehidupan yang begitu membosankan, sehingga mereka berusaha membenarkan diri sendiri dengan menempatkan semua orang lain dalam kategori-kategori kecil yang rapi.” (p.322)

Secara keseluruhan, buku ini cukup mudah untuk dicerna. Alurnya mengalir tak terlalu cepat namun juga tak terlalu lambat, bahasa terjemahannya juga enak dibaca sehingga tidak membingungkan. Soji Shimada mengajak kita berpikir, menelaah informasi dan spekulasi yang dipaparkan kedua detektif tersebut. Saya pribadi meski cukup asing dengan astrologi masih bisa mengikuti kisahnya. Hanya saja pada bagian yang menggambarkan lokasi, meski telah dibantu dengan peta, sulit untuk saya ikuti. Mungkin karena pada dasarnya saya yang kurang berbakat dengan masalah mata angin dan garis
bujur-lintang. Meski demikian, hal tersebut tidak mengganggu kenikmatan kisah secara keseluruhan, *spoiler alert* bahkan sebenarnya bisa diabaikan.*end of spoiler*

Jadi, bila zodiak saya Sagitarius, menurut surat yang ditulis Heikichi, kekuatan saya ada di… ah, sudahlah, saya tidak percaya. Saya hanya percaya kalau pembunuhnya layak saya beri 4/5 bintang untuk membuat Soji Shimada menuliskan kisah detektif yang menarik ini.

*Review ini dibuat dalam rangka baca dan posting bersama BBI bulan September.

11 responses to “The Tokyo Zodiac Murders – Soji Shimada

  1. untungnya saya taurus, jd aman ga jadi korban azoth😀

  2. hahah aku juga kebanyakan skip di bagian detail2 itu.. pengennya cepet2 sampai di halaman terakhir biar tahu siapa pelakunya.😀

  3. ceritanya keren ya, masih takjub ama penyelesaiannya yang begitu

  4. kadang justru jadi kasian sama si Ishioka, udah semangat menyelidiki sendiri… eh… gak satupun yang dipake sama Mitarai.

  5. idem! kupikir pertama juga ceritanya semacam Frankenstein, ternyata bukan ya? Baiklah, lanjut baca

  6. Pingback: Character Thursday (21) « Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s