Character Thursday (22)

Sebenarnya hari Kamis ini (dan Kamis lalu) saya berencana membahas sebuah karakter yang unik dari salah satu buku pemenang hadiah Nobel. Namun, setelah dua minggu gagal menuliskannya, saya menyimpulkan bahwa karakter itu memang lebih cocok diulas setelah saya me-review bukunya, yang mana itu berarti Kamis depan, karena buku itu merupakan proyek baca bersama BBI bulan ini.

Jadi, daripada saya absen lagi, maka saya ingin menambahkan sedikit tentang tokoh yang menjadi inspirasi buku ini.

Sebenarnya, karakter Ichiyo Higuchi sudah cukup saya paparkan dalam review di sini. Di sini saya hanya ingin menambahkan pendapat saya mengenai hubungan antara Ichiyo dengan Nakarai yang–saya katakan dalam review tersebut–kurang dapat ditunjukkan ‘kedalamannya’.

Seorang wanita sekuat dan segigih Ichiyo, ternyata tetap goyah oleh sebuah perasaan yang bernama cinta. Meski dia pernah merasakan perasaan khusus pada Masao–teman sekolahnya, Ichiyo beranggapan bahwa  perasaannya pada Nakarai inilah cinta yang sesungguhnya.

Atas nama cinta, Ichiyo sampai rela mengambil risiko atas nama baiknya, atas kualitas karyanya, dan atas perasaannya sendiri.

Kuniko tidak terlalu yakin karena ia tahu kakaknya tidak sekuat yang, ia ingin, orang lain tahu dan mudah terhanyut oleh emosi dan perasaannya terhadap orang lain. Namun Kuniko harus menahan kata-katanya karena ia tahu kakaknya tipe orang yang ingin mengalami sendiri segala hal dan jika ia harus terjatuh dan terluka di dalam prosesnya, ia ingin bangkit dengan usahanya sendiri dan menjadikannya pelajaran. (p.112)

Begitulah, cinta ternyata memiliki kekuatan yang sama, berlaku pada siapa pun, tak peduli bagaimana latar belakang dan sifatnya. Ichiyo yang kuat dan tampak ‘tak terkuasai’ pun tak luput dari itu. Dan Nakarai bukanlah orang yang bisa disebut ‘salah’ dalam kehidupan cinta Ichiyo. Walaupun tetap tak bisa bersatu, Ichiyo mendapatkan banyak pelajaran hidup dari kesalahan-kesalahan Nakarai, juga kesalahan-kesalahannya sendiri karena menautkan hatinya pada laki-laki itu. Pengalaman itulah yang–dikatakan–ikut andil dalam memperkaya dan mempertajam karya-karyanya.

More about Character Thursday.

4 responses to “Character Thursday (22)

  1. Kadang secara tak sadar memang kita banyak dipengaruhi oleh orang-orang yang kita cintai ya…

  2. Waduh, koleksinya berat-berat.🙂 Seneng tapi nemu blog review begini. jadi punya gambrana kalau lagi pengen nyari bacaan. Tks for sharing.🙂

    • Terima kasih, yg seperti ini (dan yg lebih bagus) banyak kok di link BBI (Blogger Buku Indonesia). You’re welcome🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s