Rahasia Selma – Linda Christanty

Judul buku : Rahasia Selma (Kumpulan Cerita)
Penulis : Linda Christanty
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, April 2010 (cetakan pertama)
Tebal buku : x + 121 halaman

Buku ini terdiri atas 11 cerita pendek yang sebagian besar pernah dipublikasikan di beberapa media cetak. Dari keseluruhan cerita yang saya baca dalam buku ini, dapat saya simpulkan bahwa penulis cenderung bermetafora, dan menyampaikan maksudnya dengan kalimat-kalimat yang tersirat. Saat membaca gaya penulisan yang sejenis ini, saya lebih suka mencoba menangkap kisah itu secara ‘apa adanya’, baru kemudian saya memandang dari sudut lain untuk mengetahui makna tersirat yang diinginkan penulis. Namun ternyata cara itu tidak dapat diterapkan dalam buku ini. Sejak awal buku ini harus dicerna dan harus langsung melibatkan imajinasi untuk mengetahui maksud dari sang penulis.

Tema yang diangkat oleh penulis kebanyakan adalah isu-isu sosial, yang dikemas dalam bentuk sehari-hari. Kebetulan awal bulan ini saya sempat mengikuti bincang dengan penulis, meski hanya sebentar, dan memang seperti yang dikatakan penulis pada saat itu: beliau memilih untuk membicarakan isu-isu sensitif melalui medium yang paling kecil, yaitu keluarga. Di antara tema yang diangkat dalam buku ini adalah seputar pelecehan seksual, prostitusi, perpisahan, sampai pada masalah perselingkuhan.

Agak sulit menentukan kisah mana yang paling menarik, karena masing-masing memberi kesan yang berbeda. Ada yang bisa dinikmati ‘saja’, ada yang mengandung pesan moral tersembunyi, dan ada pula yang sekadar menunjukkan potret suatu masyarakat atau peristiwa. Saya ambil contoh kisah yang pertama, Pohon Kersen. Kisah ini menceritakan tentang seorang bocah yang hidup di rumah yang menghadap pantai, di rumah kakeknya. Dengan gambaran tentang halaman rumah, pemandangan, kebiasaan orang-orang di rumah, sungguh tidak menyangka bahwa akan ada twist yang mencengangkan di akhir.

Dalam kisah Kupu-Kupu Merah Jambu, penulis menggunakan simbol-simbol yang unik. Mungkin simbol kupu-kupu sudah umum, tetapi ada simbolisasi ular dan manusia-manusia yang berada di antara tikus, dan lain sebagainya. Saya rasa karya-karya penulis ini memang tidak dimaksudkan untuk dibaca satu kali saja. Butuh konsentrasi dan imajinasi tinggi. Namun untuk pembacaan awal, saya cukup terkesan dengan buku pemenang Khatulistiwa Literary Award untuk kategori fiksi pada tahun 2010 ini. 4/5 untuk tantangan bagi imajinasi.

*Review ini dibuat dalam rangka baca dan posting bersama BBI bulan November dengan tema Pemenang atau Nominator Khatulistiwa Literary Award (KLA)

Review #5 untuk Sastra Indonesia Reading Challenge 2012

8 responses to “Rahasia Selma – Linda Christanty

  1. Saya kadang bingung kalau baca cerita yang pake matafora. Apalagi kalau cerpen. belum selesai dicerna, udah pindah lagi🙂

  2. astridfelicialim

    waahh ini butuh mikir ya bacanya =) penasaran sama twist cerita pohon kersen deh

  3. aku pernah baca cerpen Linda Christanty di kumcer Un Soir du Paris dan iya, gaya berceritanya bermetafora, tersirat, susah dimengerti🙂

  4. sama susahnya ga seperti metafora dalam novel PREMORTEM-nya J. Angin. heheh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s