The Phantom of The Opera – Gaston Leroux

Conclusion in English at the last words.

TPoTOJudul buku : The Phantom of The Opera (Le Fantôme de l’Opéra)
Penulis : Gaston Leroux (1909-1910)
Alih bahasa : Stefanny Irawan
Editor : Hetih Rusli
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, April 2011
Tebal buku : 376 halaman

Hantu Opera itu benar-benar ada. Ia bukanlah yang selama ini dianggap makhluk khayalan para seniman, takhayul para manajer, atau hasil pemikiran otak-otak absurd dan labil milik para gadis muda penari balet, para ibu mereka, para penjaga boks balkon, para penjaga mantel atau penerima tamu. Ya, dia nyata dan benar-benar hidup meskipun ia memilih untuk menampilkan diri layaknya hantu sungguhan. (p.9)

Itulah pembuka kata pengantar dalam buku misteri sejarah ini.  Penulis menyatakan hasil penelitiannya terhadap apa yang ramai dibicarakan tentang Hantu Opera dalam novel ini. Selepas pensiunnya Monsieur Debienne dan Poligny, posisi manajer opera diduduki oleh Firmin Richard dan Armand Moncharmin. Menjelang pesta perpisahan, terjadi peristiwa-peristiwa aneh secara berturutan. Mulai dari diketemukannya Joseph Buquet yang meninggal secara misterius, sampai penampilan Christine Daaé yang secara ajaib menjadi menakjubkan dan berbeda dari biasanya.

Kedua manajer yang baru, yang tidak tahu-menahu tentang rumor Hantu Opera yang sudah beredar luas di kalangan opera, merasa terganggu dengan pesan-pesan aneh para manajer lama tentang Boks Balkon nomor Lima yang harus dikosongkan untuk sang Hantu, sejumlah uang yang harus dibayarkan untuk Hantu Opera, dan perjanjian-perjanjian yang dianggap mereka sebagai lelucon konyol. Akan tetapi, di saat mereka mengabaikan perjanjian dengan Hantu Opera, malapetaka pun terjadi sehingga, tidak bisa tidak, lelucon ini sudah menjadi serius.

Sementara itu, Christine Daaé yang telah menunjukkan kemampuannya yang memukau, menarik perhatian Vicomte Raoul de Chagny. Sebenarnya sudah sejak lama Raoul tertarik pada Christine, begitu pula sebaliknya, dan mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Akan tetapi, ada rahasia yang disimpan oleh Christine, yang membuatnya tak bisa menerima cinta sang viscount. Malaikat Musik yang mendatanginya, dan mengajarinya bernyanyi melarang Christine untuk menikah dengan siapa pun. Saat mengetahui hal tersebut, Raoul yakin bahwa Malaikat Musik yang bernama Erik itu hanya memanfaatkan Christine, dan wanita yang dicintainya itu hanya terjebak dalam perangkap yang dibuatnya. Misteri Erik, yang juga merupakan sang Hantu Opera inilah yang berusaha dipecahkan oleh Raoul, demi kebebasan Christine. Sampai suatu malam, Christine Daaé diculik dari atas panggung dengan cara yang sangat misterius. Raoul bersama dengan Orang Persia yang mengetahui seluk-beluk Erik dan gedung opera itu bersama-sama mempertaruhkan nyawa mereka, menemukan tempat persembunyian Erik.

Bisa dikatakan buku ini begitu berwarna, misteri tentang Hantu Opera yang menegangkan, kekejamannya yang menakutkan, kisah cinta Raoul, Christine dan Erik yang mengharukan, serta sejarah Erik sang Hantu yang menimbulkan empati tersendiri. Penulis benar-benar membuat kita ikut masuk ke dalam misteri yang tak terpecahkan selama bertahun-tahun. Suasana dan setting gedung opera digambarkan secara mendetail, seolah-olah kita masuk dan berjalan-jalan di dalamnya. Ruang-ruang di lantai atas, di bawah pintu-pintu jebak, sampai ke bawah tanah yang nyaris tak terjamah. Begitu pula budaya orang-orang Perancis, terutama Paris, pada saat itu.

Seseorang bukanlah warga Paris sejati jika ia tidak belajar mengenakan topeng wajah gembira untuk menutupi duka citanya dan topeng raut sedih, bosan, atau tak peduli bagi suka cita di dalam hatinya. Bila kau tahu salah seorang temanmu sedang punya masalah, jangan coba menghiburnya sebab ia akan bilang bahwa ia sudah tidak apa-apa. Tetapi bila ia sedang beruntung, hati-hatilah dalam mengucapkan selamat kepadanya; ia pikir hal itu biasa saja sehingga merasa kaget ketika kau menyinggungnya. Di Paris, kehidupan adalah pesta topeng; (p.46)

Pada akhirnya, kita sendiri yang harus memutuskan bahwa Hantu Opera itu benar-benar ada dalam bentuk yang bagaimana dan dengan alasan apa. Segala kekejian dan kecurangan yang dilakukan memiliki latar belakang tersendiri. Kita bisa tetap mengutuknya, atau berbalik kagum kepadanya, atau justru kasihan dengannya. Hingga akhir halaman buku ini, masih akan ada misteri yang tersisa, tapi kita akan tahu ke mana misteri itu akan mengarah.

4/5 untuk misteri sejarah yang penuh cinta.

‘Seseorang harus membiasakan diri terhadap segala sesuatu dalam hidup ini, termasuk keabadian.’ (p.184)

The rumours about The Phantom of The Opera was spreading at Paris in 19th century. Gaston Leroux tried to find out the facts about The Phantom, and he presented it through this book.

I really love this book, it successfully brought me into opera’s atmosphere, and ghostly atmosphere too. I could enjoy the descriptions of the setting and the characters’ feelings. I was terrified when The Phantom made terrors, I felt pity for Christine Daaé and Vicomte Raoul de Chagny’s love, I felt sorry for Erik’s past, I felt garbled at everything that happened at the opera.

At first, I was unsure with the author’s writing style. I thought it will be boring because it was like an investigation report. But the fact, this book is unexpectedly awesome!

Review #9 of Classics Club Project

7 responses to “The Phantom of The Opera – Gaston Leroux

  1. Kyaaaa~ Erik!! Aku sayang banget sama Erik loh abis baca buku ini. Such a great genius.

  2. Ahh Phantom… aku sampe bela-belain baca 2 versi terjemahan buku ini lho, dan terus terang, aku lebih suka yang versi satunya, lebih mirip aslinya😉

  3. Pingback: Click – Ten Authors | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s