Book Kaleidoscope 2012 : Top Five Most Favourite Books

Kategori terakhir dari rangkaian Book Kaleidoscope 2012 adalah penilaian terhadap buku itu sendiri, Top Five Most Favourite Books.

Untuk bacaan saya yang sangat beragam, agak sulit menentukan buku mana yang terbaik. Masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Maka dari itu, saya akan membaginya saja menjadi lima subkategori. Subkategori ini dibuat berdasarkan sejumlah buku-buku yang kebetulan saya baca di tahun 2012 dan sangat mengena untuk saya. (Nomor tidak menunjukkan peringkat)

1. Buku Fantasi Terfavorit

Salah satu genre yang saya sukai adalah fantasi. Tahun ini ada dua buku fantasi yang menancap kuat dalam benak saya setelah membacanya. Meski kebetulan saya tidak memberi bintang lima untuk kedua buku itu, itu disebabkan faktor lain yang bisa saja berubah pada pembacaan berikutnya.

Buku pertama adalah karya salah seorang penulis fantasi tergila, yang pertama saya baca, adalah Neverwhere oleh Neil Gaiman. Buku ini yang pertama kali membuat saya tahu gaya penulisan Gaiman, yang sebelumnya hanya saya tonton filmnya saja. Fantasi yang gelap dan original.

Fantasi kedua yang mencengangkan saya tahun ini adalah 1984 oleh George Orwell. Penulis yang satu ini tidak kalah gilanya. Dengan subgenre distopia yang diangkatnya, Orwell membuat dunia fantasi yang sangat nyata, begitu nyatanya sehingga orang-orang yang hidup sebelum tahun 1984 percaya bahwa kejadian-kejadian dalam buku itu akan datang pada tahun tersebut. Hal yang membuat saya tidak berhenti berdecak kagum adalah kerapian sistem yang dibangunnya, bahkan sampai bahasa baru yang digunakan memiliki struktur yang sangat rapi. Hanya orang jenius yang bisa menghasilkan karya semacam ini.

2. Realistic Fiction Terfavorit

Genre yang bertolak belakang dengan yang saya sebut sebelumnya. Realistic Fiction memberikan gambaran kehidupan nyata dalam balutan fiksi. Kedua kalinya saya membaca karya dari penulis ini, sekali lagi saya dibuat kagum dengan betapa telitinya Perfect Match oleh Jodi Picoult, dibuat. Picoult adalah salah satu penulis favorit saya karena alasan tersebut, dia melakukan riset mendalam dalam setiap tulisannya. Belum lagi dalam buku ini emosi saya diaduk-aduk oleh twist yang mencengangkan. Meski, sayangnya, Picoult merusaknya pada satu setengah halaman terakhirnya.

Untuk realistic fiction yang termasuk dalam bildungsroman–dimana tokoh utamanya mengalami perkembangan karakter–saya jatuh cinta pada Anne of Green Gables oleh Lucy Maud Montgomery. Tokoh Anne tak hentinya mempesona saya, dengan segala imajinasi dan kepolosan anak sebelas tahun. Hal-hal konyol sampai hal-hal kreatif yang dilakukannya. Anne benar-benar menyuarakan jiwa gadis kecil dalam diri saya.

3. Klasik Terfavorit

Arti klasik di sini tidak semata-mata buku yang ditulis bertahun-tahun atau berabad-abad yang lalu, namun lebih kepada bagaimana kisah yang disampaikan bisa bertahan sepanjang masa. Tak lekang dan tak usang oleh waktu, serta layak untuk tetap dibaca pada zaman yang berbeda.

The Old Man and The Sea oleh Ernest Hemingway bisa dikatakan klasik modern, karena ditulis pada abad kedua puluh. Yang menjadikan buku ini klasik, dan favorit untuk saya adalah keindahan dan pesan moral yang disampaikan melalui sebuah kisah sederhana. Saya diajak untuk berpikir, merenung, dan terkagum-kagum dalam novel tipis ini. Tak heran buku ini memenangkan penghargaan Pulitzer, dan penulisnya mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang sastra.

The Phantom of The Opera oleh Gaston Leroux memiliki caranya sendiri dalam mempesona saya. Leroux mengangkat sebuah kisah nyata, dan dia lihai sekali mempermainkan emosi pembacanya dengan memberikan nuansa menakutkan, sampai pada empati pada sosok yang tadinya kita musuhi setengah mati. Penulis menunjukkan betapa kedalaman jiwa manusia seringkali tak bisa dilihat dari penampilan maupun sikapnya. Kita harus memahami latar belakang yang mendasari sikapnya tersebut.

4. Kisah Inspiratif Terbaik

Biasanya saya mendapatkan suplai inspirasi dari salah seorang penulis favorit saya, Paulo Coelho. Namun sayang, ternyata tahun ini saya tidak membaca satu pun karya Coelho. Sebagai gantinya, saya berkenalan dengan Mitch Albom. Dari ketiga bukunya yang saya baca tahun ini, saya terkesan sekali dengan For One More Day oleh Mitch Albom. Gaya khas Albom yang menggunakan bab-bab pendek sehingga bukunya sangat mudah dicerna, dan dalam buku ini dia mengangkat tema yang tak bisa tidak membuat siapapun tersentuh, kasih seorang ibu. No more to say.

5. Buku Anak Terfavorit

Cukup banyak sebenarnya buku dalam genre ini yang saya beri lima bintang. Yang istimewa di tahun ini adalah saya berkenalan kembali dengan picture book, alias buku cerita bergambar. Selama ini saya hanya tahu picture books sederhana yang memperkenalkan nama benda, warna, profesi, dan lain sebagainya, sesuai dengan tingkatan umur sasarannya. Satu buku yang bahkan mempesona saya sebagai orang dewasa adalah There’s a Wocket in My Pocket oleh Dr. Seuss. Sasarannya saya rasa masih pada tingkat taman kanak-kanak, atau 3-5 tahun. Dengan jeniusnya, Dr. Seuss mempermainkan kata dengan mengganti salah satu konsonannya sehingga menjadi sebuah rima. Cara belajar yang lucu dan menyenangkan.

 

Meskipun saya hanya membagi menjadi lima subkategori di atas, bukan berarti tidak ada genre bagus lain yang saya baca tahun ini. Namun memang hanya lima itu yang menurut saya layak untuk saya sebut sebagai buku terfavorit yang saya baca tahun ini.

Seluruh buku yang saya baca tahun ini terekam dalam akun goodreads saya di sini. Terhitung ada 14 buku yang saya beri lima bintang (dengan alasannya masing-masing), 50 buku dengan empat bintang, 34 buku dengan tiga bintang, masing-masing tiga dan sebuah buku dengan dua dan satu bintang. Tampaknya saya cukup puas dengan pilihan buku saya tahun ini.

Jangan lewatkan buku terfavorit versi pembaca lain di sini.

book-kaleidoscope-2012-button

Lihat juga Book Kaleidoscope saya tahun ini mengenai Top Five Book Boy Friends dan Top Five Best Book Covers.

2 responses to “Book Kaleidoscope 2012 : Top Five Most Favourite Books

  1. Sukaa Anne of Green Gables!
    Penasaran ih sama Neverwhere & 1984 *catet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s