And Then I Wanted More!

Beberapa minggu yang lalu, sebuah blog baru diluncurkan, membawa nama salah satu penulis misteri detektif paling ternama, Agatha Christie, dengan nama blog yang khas Sel-Sel Kelabu. Menyusul sebuah event menarik pun diselenggarakan, The Labours of Grey CellsApa sih itu?

Untuk keterangan lengkapnya, silakan klik tautan di atas. Yang jelas, ada dua kategori dalam event tersebut, The Early Problem untuk yang belum pernah/baru sekali membaca karya Agatha Christie, serta And Then There Were More bagi penggemar lama. Peserta hanya boleh memilih salah satu, dan tentunya saya harus memilih kategori kedua.

Sampai dua tahun yang lalu, jika ditanya mengenai novel detektif, yang terbersit dalam pikiran saya adalah Agatha Christie, dengan Hercule Poirotnya. Meski sesungguhnya, saya belum merasa layak disebut ‘penggemar’ atau fans. Karena kenyataannya, baru beberapa novel Christie yang saya baca, dan itu pun kebanyakan saya sudah lupa dengan detailnya. Satu-satunya yang saya ingat adalah, semua novel Agatha Christie yang saya baca itu bagus.

Sudah bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih tinggal serumah dengan kakak saya, dan mendapatkan pinjaman novel Christie yang dia pinjam dari temannya. Sementara dari jajaran buku di raknya sendiri, hanya ada satu novel Agatha Christie yang dimilikinya selama…..belasan tahun?

DSC_0076

Kubur Berkubah alias Dead Man’s Folly, hanya itu. Baru beberapa tahun yang lalu dia mulai menambah koleksinya. Namun karena satu dan lain hal, dia mengurungkan diri untuk melanjutkan, dan kemudian seluruh koleksi Agatha Christie miliknya dipindahtangankan kepadaku, baru-baru ini.

Jadi, jika kemudian ditanya tentang novel Agatha Christie paling berkesan untukku, Kubur Berkubah itulah yang banyak menyimpan sejarah. Bukan karena dia yang terbaik, bukan pula karena kisahnya, tapi karena dia yang paling lama bertengger di rak buku, dan paling sering kubaca ulang, dulu…dulu sekali.

Entah sudah berapa tahun saya tidak memegang buku itu, tapi saya ingat misteri apa yang disimpan oleh kubur berkubah di salah satu rumah itu, ada yang terjadi di danau/sungai dalam sebuah permainan, ada pondok di dekatnya. Saat membaca buku itu, saya merasa bisa memvisualisasikannya, dan visualisasi itu masih saya ingat sampai saat ini.

Namun ternyata bukan hanya itu. Salah satu karya terpopulernya, And Then There Were None, yang dalam judul terjemahannya menjadi Sepuluh Anak Negro, ternyata masih tersimpan juga dalam memori saya setelah bertahun-tahun berlalu. Ada pulau terpencil, ada jebakan-jebakan, ketegangan-ketegangan akan kematian yang menunggu. Saya lupa siapa yang lebih dulu meninggal dan siapa yang belakangan, tapi dalam visualisasi di otak saya, saya masih bisa melihat rumah besar itu, saya ingat suatu malam di mana hujan turun dan angin bertiup, saya ingat ada tali, saya ingat tentang jembatan…

Hanya itukah? Tidak. Saya masih menyimpan beberapa memori yang saya tidak ingat berasal dari mana. Memori yang saya tanam saat saya belum juga berusia 15 tahun, tapi telah diajak berpikir ala detektif, atau setidaknya membaca cara berpikir seorang detektif.

Sejak resmi menjadi ordo penimbun, banyak buku bagus yang saya miliki terbengkalai oleh buku yang harus/ingin segera dibaca. Namun, setiap membuka lemari buku dan melihat jajaran karya Christie, saya merasa tak rela membiarkan mereka berlama-lama tertimbun. Itulah tekad saya tahun ini, membaca paling tidak delapan di antara sekian timbunan Agatha Christie saya melalui event challenge yang ini.

Tahun lalu, saya hanya membaca dua, and then I wanted more.

AC

One response to “And Then I Wanted More!

  1. suka juga si Aunty Agatha Christie..mulai collect juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s