The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett

Review in Bahasa Indonesia and English (at the last words).

secret gardenTitle : The Secret Garden (Taman Rahasia)
Author : Frances Hodgson Burnett (1911)
Translator : Barokah Ruziati
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan kedua, April 2010
Format : Paperback, 320 halaman

Of course there must be lots of Magic in the world, but people don’t know what it is like or how to make it. Perhaps the beginning is just to say nice things are going to happen until you make them happen.

Tentu saja di dunia ini pasti ada banyak Sihir, tapi orang tidak tahu seperti apa bentuknya dan bagaimana membuatnya. Mungkin awalnya cukup mengatakan hal-hal baik akan terjadi sampai kau mewujudkannya. (p.256)

Mary Lennox kecil adalah anak yang keras kepala, manja, kejam dan egois. Lahir di India, dia tidak dibesarkan sebagaimana mestinya. Ayahnya merupakan pejabat Inggris di India, sedangkan ibunya sibuk dengan dirinya sendiri, sehingga pengasuhannya hanya diserahkan pada pelayan pribumi. Para pelayan itu hanya menuruti apa pun kemauan Mary, tidak ada yang mendidiknya cara bersikap yang benar. Sampai suatu ketika, wabah kolera membunuh semua anggota keluarganya di India, dan Mary pun dibawa kembali ke Inggris untuk tinggal bersama pamannya di Misselthwaite Manor, di Yorkshire.

Paman Mary, Mr. Archibald Craven dikenal sebagai seorang berpunggung bungkuk yang pemarah dan penyendiri. Dia tinggal di rumah tua yang besar, dengan seratus kamar yang sebagian besar terkunci, dikelilingi pepohonan dan taman yang luas. Meski demikian, Mr. Craven lebih suka bepergian, dan ketika di rumah pun dia tidak ingin diganggu dan hanya mengunci diri di kamarnya.

Keberadaan Mary di Misselthwaite Manor seakan tidak dianggap. Dia diberi sebuah kamar tidur dan sebuah kamar bermain, selain itu dia boleh bermain-main di taman jika mau. Tidak ada teman, tidak ada yang melayaninya seperti saat di India, dan tidak ada yang mengajarinya apa pun, selain seorang pelayan kamar seusianya yang bernama Martha Sowerby. Mary pun mencari kesenangan dengan mencari kegiatan sendiri. Apakah berlarian di taman, atau menjelajahi rumah saat hari hujan—yang sebenarnya tidak boleh dilakukannya. Perlahan sifatnya berubah, apalagi saat dia mendengar tentang taman yang ditutup selama sepuluh tahun.

Konon, Mr. Craven dan istrinya dulu memiliki sebuah taman yang sangat indah. Mereka berdua sering menghabiskan waktu di taman itu, dan mereka sendiri pula yang merawatnya. Sampai sepuluh tahun yang lalu, Mrs. Craven mengalami kecelakaan di taman itu dan meninggal dunia, Mr. Craven memutuskan untuk mengunci taman itu dan mengubur kuncinya untuk selamanya. Mary begitu penasaran dengan taman yang disebutnya sebagai Taman Rahasia, dan dia mencurahkan waktunya untuk menyelidiki dan mencari tentang taman itu.

Sifat Mary mulai melunak, dan perlahan dia belajar tata cara bersikap yang benar dari orang yang ditemuinya. Dia berteman dengan Dickon, kakak Martha yang sangat dekat dengan alam. Dickon mengetahui bahasa binatang, dan dia juga mengetahui cara menumbuhkan bunga dan pepohonan. Meski begitu, sifat serba ingin tahu Mary tidak bisa dibendung walau harus melanggar aturan. Berkali-kali dia mendengar tangisan di dalam rumah, tapi tak ada yang mau berterus terang mengenai suara tersebut. Pada suatu malam, dia terbangun dan mendengar suara tangisan lagi. Mary mengikuti asal suara tersebut dan menemukan bahwa ada seorang anak laki-laki bernama Colin, yang tidak lain adalah putra dari pamannya.

“Do you think he wants to die?” whispered Mary.
“No, but he wishes he’d never been born. Mother she says that’s th’ worst thing on earth for a child. Them as is not wanted scarce ever thrives. ….

“Menurutmu dia ingin mati?” bisik Mary.
“Tidak, tapi dia berharap dia tak pernah dilahirkan. Ibu bilang itu hal paling buruk di dunia untuk seorang anak. Mereka yang tidak diinginkan sulit untuk bertahan. ….
(p.176)

Colin, dengan sikap yang tidak lebih baik daripada Mary saat datang dari India, dan dengan sakit yang katanya akan membunuhnya suatu saat. Mengapa Colin disembunyikan? Apa yang sebenarnya dideritanya? Akankah Mary menemukan Taman Rahasia dan membuat semuanya lebih baik dari sebelumnya?

Buku ini menunjukkan betapa senyuman, tawa dan kelembutan hati membuat orang bisa tampak jauh lebih sehat dan menarik ketimbang menjadi pemarah dan penggerutu. Bagaimana makhluk hidup saling berinteraksi, keseimbangan manusia dengan binatang dan tumbuhan, serta manusia dengan manusia yang lainnya. Bagaimana interaksi manusia dengan makhluk hidup lain membuat hatinya semakin lembut dan perangainya semakin baik. Bahwa setiap anak bisa berubah, bahwa yang dibutuhkan anak-anak adalah ‘udara segar’, bukannya rumah besar dengan fasilitas lengkap dan semua kemauannya dituruti.

One of the new things people began to find out in the last century was that thoughts—just mere thoughts—are as powerful as electric batteries—as good for one as sunlight is, or as bad for one as poison.

Salah satu hal baru yang mulai diketahui orang dalam abad terakhir ini adalah pikiran—hanya pikiran semata—sama kuatnya dengan baterai listrik, hasilnya bisa sebaik matahari atau seburuk racun. (p.302)

Terjemahan buku ini juga sangat nikmat dibaca, mengalir dan tidak ada kejanggalan. Kesalahan ketik nyaris tidak saya temukan, kecuali sebuah kesalahan fatal di halaman 200, dimana kalimat yang seharusnya diucapkan oleh Dickon, malah tertulis Colin. Penerjemahan beberapa kalimat dengan logat Yorkshire pun dialihkan dalam bahasa Indonesia dengan cukup pas. Dan, saya juga suka dengan covernya.

1911 edition cover

1911 edition cover

Nature could heal, I think that’s one of the morals from this book. Mary Lennox that was the most disagreeable-looking child ever seen, tyrannical and selfish could be much better as she knew different people, associated with animals and whatever inside the garden. There was fresh air that made her more good-looking. So that Colin that way much healthier and stronger with the touch of nature.

This book showed how bad education may effect to a child, how bad treatment may spoil children. Burnett gave a very bad background to some characters, but then they became much better by all good things around them. That’s why good environment is so important, especially when parents couldn’t do their parts to educate their children.

I love the writing and the idea. About magical things that happened due to our own thoughts. The importance of being positive and removing all negative thoughts. 4/5 stars.

One of the strange things about living in the world is that it is only now and then one is quite sure one is going to live forever and ever and ever. One knows it sometimes when one gets up at the tender solemn dawn- (…). One knows it then for a moment or so. And one knows it sometimes when one stands by oneself in a wood at sunset and the mysterious deep gold stillness slanting through and under the branches seems to be saying slowly again and again something one cannot quite hear, however much one tries. Then sometimes the immense quiet of the dark blue at night with millions of stars waiting and watching makes one sure; and sometimes a sound of far-off music makes it true; and sometimes a look in some one’s eyes.

Salah satu hal aneh tentang hidup di dunia adalah hanya sesekali saja kau sangat yakin kau akan hidup selamanya dan selama-lamanya. Kadang-kadang kau mengetahuinya saat terbangun pada fajar yang hening dan lembut, (…). Dan kadang-kadang kau tahu ketika berdiri di hutan saat matahari terbenam dan kesunyian misterius berwarna emas pekat (…). Kadang-kadang keheningan biru gelap di malam hari, (…), dan kadang-kadang suara musik di kejauhan menegaskan kenyataan itu, dan kadang-kadang tatapan di mata seseorang. (p. 231-232)

Review #10 of Classics Club Project

Entered to Classic Children’s Literature Challenge

Review #1 for New Authors Reading Challenge 2013

FYE buttonBuku ini sangat bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa. Untuk anak-anak, karena kalimat yang digunakan agak kompleks, konsep dan alur yang panjang, serta konteks kematian, penyakit, kecacatan, dan ‘keajaiban’ (magic), saya rasa cocok dibaca mulai usia 10 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan jika anak telah dididik untuk membaca lebih dini, usia 8 tahun pun bisa mengerti dan menikmati buku ini.

10 responses to “The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett

  1. So far ini karya Burnett yang paling bagus menurutku. A Little Princess bagus, tapi gak sebagus The Secret Garden. Little Lord Fauntleroy biasa aja. Ah, jadi pengen baca ulang!😉

    • Wah, pilihan pertamaku tepat berarti. A Little Princess sudah di timbunan, Little Lord Fauntleroy di timbunan ebook, haha

  2. bukunya emang keren

  3. This was one of my favorites from childhood. I loved the idea of the hidden garden! It’s interesting that this book from over 100 years ago still has such good things to say to us today–and science is proving that we all need nature.

  4. Pingback: Classic Children’s Literature Challenge: Wrap-Up and Links Post 2 | Simpler Pastimes

  5. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  6. Pingback: Finding New Author & What’s in a Name Challenges 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  7. Pingback: Children’s Classics Literature: Berbagai Genre, Berbagai Masa | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s