The Graveyard Book – Neil Gaiman

Review in Bahasa Indonesia and English

the graveyard bookTitle : The Graveyard Book
Author : Neil Gaiman (2008)
Illustrator : Dave McKean (2008)
Publisher : Harper (An Imprint of HarperCollinsPublishers)
Edition : First paperback edition, 2010 (9th printing)
Format : Paperback, 313 pages

“If you dare nothing, then when the day is over, nothing is all you will have gained.” (p.233)

Pada suatu malam, seorang Jack (the man Jack) masuk ke dalam rumah dan membunuh suami istri serta anak mereka. Saat hendak membereskan anak terakhir yang masih balita, Jack menemukan bahwa kamar anak itu kosong. Sementara itu, sang anak yang baru belajar berjalan—dan begitu senang mempraktikkan keahlian barunya—turun dari ranjangnya, turun melalui tangga satu demi satu, keluar melalui pintu yang terbuka, dan berjalan menuju sebuah pemakaman.

The man Jack mengikuti instingnya mengejar anak itu ke pemakaman alih-alih ke sisi lain. Namun setibanya di pemakaman, dia harus menelan kekecewaan karena tak ada anak kecil di sana. Dia berbalik, mengharapkan masih bisa mengejar anak tersebut.

The man Jack tidak salah arah. Anak itu benar-benar berada di pemakaman. Para hantu yang berada di pemakaman itu melindunginya. Anak itu diadopsi oleh suami-istri Owens yang tidak memiliki anak, dan diberi nama Nobody alias Bod. Bod diberi hak istimewa untuk bebas tinggal dan berinteraksi dengan penghuni pemakaman itu. Dia dilindungi oleh Silas, seseorang yang memiliki hak istimewa juga, seseorang yang tidak bisa dikatakan hidup, namun juga tidak mati.

Di pemakaman inilah Bod dibesarkan dan belajar banyak hal tentang kehidupan, dan kematian. Teman ‘hidup’ sebayanya yang pertama adalah Scarlett, yang tinggal di dekat pemakaman. Mereka seringkali bermain bersama, namun Scarlett kecil menganggap Bod adalah teman khayalannya karena orang tuanya mengatakan seperti itu. Semakin bertambah usia, semakin bertambah pula rasa ingin tahu Bod. Dia mengunjungi tempat-tempat yang tidak boleh didekatinya, sehingga dia mendapatkan masalah. Dari masalah-masalah itulah banyak hal dipelajarinya. Dia bertemu makhluk-makhluk jahat yang disebut ghouls, berteman dengan gadis yang dibunuh karena disangka penyihir—Liza Hempstock—dan membuatkan batu nisan untuknya, serta mengalami malam yang misterius pada hari Danse Macabre.

“Because there are mysteries. Because there are things that people are forbidden to speak about. Because there are things they do not remember.” (p.164)

Bod yang sehari-harinya berteman dengan orang-orang dan anak-anak yang sudah meninggal merasa haus akan ilmu. Dia meminta Silas untuk menyekolahkannya sebagaimana anak hidup yang lain. Silas pun mengabulkan dengan syarat, Bod harus telah menguasai ilmu yang diajarkan padanya untuk membuat keberadaannya tidak disadari oleh orang-orang sekitarnya. Demi keselamatan Bod sendiri, karena the man Jack masih mengincarnya, dan Bod hanya terlindungi selama berada di pemakaman. Awalnya semua berjalan lancar, tapi masalah selalu memiliki jalannya sendiri.

For the many times I’m awed by Neil Gaiman’s writings. His ideas were crazy. This book is enjoyable as well as educating. Bod was a ‘normal’ child, although he raised in an unusual place. A place that he didn’t belong to grow up. The author made this normal child as normal as he should be; curiousity, misbehaviour, recklessness, courage, dissatisfaction, and more that all little boys would have. Nothing special with Bod, except that he learnt more. He learnt more because he had been through many things in his early life.

“They kill themselves, you mean?” said Bod. He was about eight years old, wide-eyed and inquisitive, and he was not stupid.
“Indeed.”
“Does it work? Are they happier dead?”
Sometimes. Mostly, no. It’s like the people who believe they’ll be happy if they go and live somewhere else, but who learn it doesn’t work that way. Wherever you go, you take yourself with you. If you see what I mean.”
(p.104)

Above all adventures and experiences that Bod had, there is one thing that made it all have meaning: life. Because Bod was alive, he could grow up and being more mature. He made changes and improvements, unlike his dead friends that had stagnant ‘life’, because they weren’t alive anymore. There are so many ‘touching’ parts in this book, especially about life and death. We are shown how precious our life is, how beatiful love that people have, and how we should be grateful of everything we have.

“It’s only death. I mean, all of my best friends are dead.”
“Yes.” Silas hesitated. “They are. And they are, for the most part, done with the world. You are not. You’re
alive, Bod. That means you have infinite potential. You can do anything, make anything, dream anything. If you change the world, the world will change. Potential. Once you’re dead, it’s gone. Over. You’ve made what you’ve made, dreamed your dream, written your name. You may be buried here, you may even walk. But that potential is finished.”
(p.179)

Meskipun tinggal bersama orang-orang yang sudah meninggal, Bod mendapatkan begitu banyak pelajaran hidup. Menjadi dewasa dan melanjutkan kehidupan. 4.5/5 bintang untuk petualangan di pemakaman.

Pada ucapan terima kasih buku ini, penulis mengatakan bahwa buku ini terinspirasi dari The Jungle Book karya Rudyard Kipling. Dalam edisi yang saya punya ini ada sisipan The Newbery Medal Acceptance Speech yang sangat sangat lucu sekaligus menyentuh. Dikatakan juga bahwa penulis ingin sekali membuat buku ini sebagai cerita pendek sekaligus novel, dan jadilah The Graveyard Book.

Reading is important.
Books are important.
Librarians are important. (Also, libraries are not child-care facilities, but sometimes feral children raise themselves among the stacks.)
It is glorious and unlikely thing to be cool to your children.
Children’s fiction is the most important fiction of all.

There. We who make stories know that we tell lies for a living. But they are good lies that say true things, and we owe it to our readers to built them as best we can. Because somewhere out there is someone who needs that story. Someone who will grow up with a different landscape, who without that story will be a different person. And who with that story may have hope, or wisdom, or kindness, or comfort.

And that is why we write.

(Neil Gaiman, 2009)

And I have one question for Mr. Gaiman, if he accidently read this, or maybe somebody knows the answer: why Victor Hugo??

Review #3  for Books in English Reading Challenge 2013

Review #1 for Fantasy Reading Challenge 2013

FYE buttonBuku ini meski termasuk buku anak, tetap memiliki unsur ‘dark’ khas karya Neil Gaiman. Dalam edisi yang saya miliki tertulis untuk 10 tahun ke atas. Namun menurut saya, unsur ‘dark’ dalam buku ini lebih aman dinikmati oleh anak mulai usia 12 tahun. Apalagi ada pembunuhan di awal kisah, dan adegan yang lumayan agak sadis.

Buku ini mendapatkan : Hugo Award for Best Novel (2009), Newbery Medal (2009), Locus Award for Best Young Adult Novel (2009), World Fantasy Award Nominee for Best Novel (2009), Mythopoeic Fantasy Award Nominee for Children’s Literature (2009), Cybils Award for Middle Grade Fantasy & Science Fiction (2008), Audie Award for Audiobook of the Year (2009), An ALA Notable Children’s Book for Middle Readers (2009), ALA Teens’ Top Ten (2009), Michigan Library Association Thumbs Up! Award Nominee (2009), Indies Choice Book Award for Best Indie Young Adult Buzz Book (Fiction) (2009), Carnegie Medal in Literature (2010), British Fantasy Award Nominee for Best Novel (2009) (source)

4 responses to “The Graveyard Book – Neil Gaiman

  1. Pingback: BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Wishful Wednesday (36) | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Books in English 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s