The Metamorphosis – Franz Kafka

Conclusion in English at the last words.

metamorfosisTitle : Metamorfosis (Die Verwandlung/The Metamorphosis)
Author : Franz Kafka (1915)
Translator : Juni Liem
Editor : Homer
Publisher : Homerian Pustaka
Edition : Cetakan I, Desember 2008
Format : Paperback, 154 pages

“As Gregor Samsa awoke one morning from uneasy dreams he found himself transformed in his bed into a gigantic insect.” 

Gregor Samsa terbangun dari tidurnya di suatu pagi sebagai kutu besar yang menakutkan. Ini bukan mimpi, tapi lebih buruk dari mimpi buruk. Dia harus segera bekerja, tapi jangankan untuk pergi ke stasiun mengejar kereta pertama, bangun dari tempat tidurnya pun dia kesusahan. Pagi hari itu, saat Gregor muncul dalam keadaan yang semacam itu, dia kehilangan dua hal sekaligus; pekerjaan dan keluarganya.

Gregor bisa dikatakan adalah tulang punggung keluarga. Orang tuanya memiliki dua orang anak, Gregor dan adiknya, Grete. Gregor bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus melunasi hutang-hutang ayahnya. Sejak pagi hari mereka menemukan Gregor berubah, keadaan keluarga Samsa tidak sama lagi. Ayahnya terpaksa kembali bekerja dan ibunya melakukan apa pun untuk bisa menambah penghasilan. Tidak ada yang mau bertemu dengan Gregor. Hanya Grete yang masih memperhatikan kakaknya dengan menyediakan makanan dan ruangan yang nyaman sesuai dengan bentuknya saat itu, meski hal itu pun dilakukan secara diam-diam, tidak bertatap langsung dengan Gregor.

“Pagi sebelumnya ketika pintu masih terkunci, semua orang ingin masuk menemuinya, sekarang dia telah membukanya tetapi tidak ada yang datang.” (p.57)

Saya tidak membayangkan seandainya seseorang di dekat saya–atau mungkin saya sendiri–tiba-tiba berubah menjadi seekor serangga saat terbangun di pagi hari. Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan keluarga Gregor, namun bagaimana mungkin saya bisa tidak menaruh simpati setelah saya tahu apa yang dirasakan oleh Gregor yang malang?

Jika seseorang yang sebelumnya begitu kita cintai, mendadak–di luar kehendaknya–berubah menjadi sesuatu yang sebelumnya sangat kita benci, masihkah kita bisa tetap mencintainya?

“Sebaliknya, sebagai keluarga, ada kewajiban untuk menerima semua perubahan yang mendadak dari dirinya, dan bersabar, hanya bersabar.” (p.103)

Bisakah?

Cinta yang sesungguhnya tidak memandang secara fisik. Yang dilakukan oleh Kafka dalam membuat perumpamaan seperti ini mungkin terlalu ekstrem, sehingga kita (atau hanya saya?) sebagai pembaca pun merasakan dilema yang dialami keluarga Samsa. Namun semenjijikkan apa pun, orang itu tetaplah orang yang sebelumnya kita cintai, hatinya masih yang dulu kita lindungi, tegakah kita ‘membuangnya’ hanya karena wujudnya tak lagi kita cintai?

This little book made me think again about the definition of love. That huge and pure thing shouldn’t be spoiled by any physical change. How could we ignore somebody that we used to love just because s/he had been change into something ugly? The metaphor of gigantic insect was too much for me, but I think that’s one of Kafka’s purpose, to try out how deep, how pure, how true our love is.

4/5 stars for poor Gregor Samsa.

“I cannot make you understand. I cannot make anyone understand what is happening inside me. I cannot even explain it to myself.” 

Review #1 for 2013 TBR Pile Challenge

4 responses to “The Metamorphosis – Franz Kafka

  1. Pingback: First Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: 2013 TBR Pile Challenge Wrap-Up | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Old World, New Narrative (Oleh-Oleh ALF 2016 Part 2/4) | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s