Click – Ten Authors

klikTitle : Klik! (Click : One Novel, Ten Authors)
Authors : Linda Sue Park, David Almond, Eoin Colfer, Deborah Ellis, Nick Hornby, Roddy Doyle, Tim Wynne-Jones, Ruth Ozeki, Margo Lanagan, Gregory Maguire (2007)
Translator : Jia Effendie
Editor : Ariyantri E. Tarman
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan pertama, September 2012
Format : Paperback, 228 halaman

Satu. Maggie mendapatkan sebuah kotak dari Grandpa Gee yang baru saja meninggal. Tak ada yang tahu betapa dia menahan untuk tidak membuka kotak itu, demi kenangan Gee, supaya dia masih merasakan kontak dengan Gee. Saat pada akhirnya dia membuka kotak itu, itu adalah awal petualangannya mengikuti Gee.

Dua. Annie tinggal di rumah di Pantai Stupor bersama ibunya. Dia berbeda. Tubuhnya berbeda, tidak biasa, aneh. Tapi sejak bertemu Gee, sejak Gee mengambil gambarnya, Annie menyadari kebenaran.

Tiga. Jason tidak sependapat dengan Maggie, adiknya. Mungkin juga dia tidak peduli. Bukan Gee, bukan orang tuanya yang ini, dan bukan Maggie yang ditujunya. Dia mencari ayah kandungnya, ayah biologis yang meninggalkannya. Karena itulah dia bekerja, bahkan berusaha menjual warisan dan barang peninggalan Gee. Tapi ternyata, Gee adalah orang yang paling mengerti dan paling tahu apa yang akan dilakukan Jason, bahkan setelah dia meninggal.

Empat. Lev sudah terbiasa dengan penjara. Rutinitas dan hal-hal tak biasa yang mudah ditebak. Sampai kehadiran seorang tamu dari Amerika bernama Gee. Dia memotret mereka, membeli kotak buatan Lev, dan menemukan ibunya. Memberi Lev sebuah kekuatan baru.

Lima. Maggie berharap Grandpa Gee adalah anggota The Beatles, agar dia bisa mendengarkannya di radio setiap saat. Namun dia salah, Gee memang fotografer terkenal. Atau, mungkinkah itu Gee yang lain?

Enam. Vincent memiliki sebuah kisah yang selalu dibanggakan kepada anak-anaknya. Empat belas tahun yang lalu dia bertemu dengan petinju legendaris Muhammad Ali, dan diabadikan oleh Gee. Bukan, bukan Gee, tapi George. Dan masih ada masalah.

Tujuh. Min masih merasakan ketakutan itu. Saat dia diserang oleh…anjing? Mungkin bukan. Sejak Jason mengikutinya dengan kameranya, dan melihatnya bertemu anjing itu lagi, semuanya menjadi lebih baik.

Delapan. Jiro masih memiliki ibu dan Taro, meski kakak laki-lakinya itu kehilangan kaki di medan perang. Dia benci orang Amerika. Tapi ada seorang Amerika yang memberinya permen, yang suka memotret, dan menyelamatkan kakaknya. Kata Taro, Jiro harus memanggilnya Gee-san.

Sembilan. Afela tidak menyukai rumah pantai tempat liburan musim panasnya. Menurutnya rumah itu jelek, membosankan, dan kecil. Apalagi harus dihuni oleh banyak kerabatnya. Tapi dia bertemu Margaret, yang memiliki kisah.
“Pengupasan” yang kaubicarakan tadi, itu adalah proses nyata seperti pembelahan sel, bukan? Kau dan aku tahu itu; Grandpa Gee tahu itu. Hanya saja ilmu pengetahuan belum cukup untuk bisa menjelaskannya, dan tanpa penjelasan ilmiah, banyak hal tampak seperti sihir. Atau kegilaan, Afela. Kau harus berhati-hati memilih orang untuk kauberitahu tentang hal ini. Orang-orang bisa menjadi sangat kejam. (p.200)

Sepuluh. Margaret berhasil mempresentasikan foto-foto yang membuatnya mengingat masa lalu, masa di saat dia biasa dipanggil Maggie. Dan kini, warisan terakhir Gee untuknya harus diserahkan pada Iona, cucu Jason.

Sepuluh cerita pendek dari sepuluh penulis yang berbeda, disatukan menjadi sebuah novel. Seperti teka-teki, saling menemukan hubungan sebab-akibat, mencari hakikat kebenaran, dan melepaskan apa yang tak boleh disimpan. Dari kesepuluh kisah tersebut, tampak bahwa satu demi satu kisah membuka jati diri Grandpa Gee, yang terus dicari oleh kedua cucunya, Maggie dan Jason. Kedua anak itu bertualang mengikuti jejak Gee, menapak jalan yang sama, mencari makna yang mereka butuhkan.

Saya suka sekali dengan kisah penuh warna ini. Masing-masing penulis terlihat memiliki ciri khas yang berbeda-beda, yang sangat sesuai dengan latar belakang kisah yang mereka ceritakan. Ada yang menitikberatkan pada sisi psikologis, ada yang mengangkat sisi magis, ada yang bermain dengan misteri, ada pula bagian futuristik yang begitu baru, yang tersusun begitu apik dan mampu menyatu dengan wajar.

Perjalanan itu pun masih menyisakan pertanyaan. Jawaban yang didapatkan dan pelajaran yang dipetik tak cukup untuk menutupi misteri yang tersisa. Namun, kita memang tak harus tahu dan paham tentang segala hal. Yang terpenting adalah, terus bergerak dan terus melihat. 4/5 bintang untuk novel kaya rupa dan kaya rasa.

*Review ini dibuat untuk event Secret Santa 2012, dan sekaligus merupakan tema posting bersama BBI bulan Januari.

Sebagaimana telah dijadwalkan, selain membuat review buku yang didapatkan dari Secret Santa, saya harus menebak siapa santa saya. Saya telah mengisahkan di sini bahwa kecurigaan saya bermula saat menerima SMS dari panitia. Mengapa? Karena pembagi Santa-X saya seharusnya adalah Oky, tapi mengapa yang mengirim SMS atas nama santa saya adalah Ndari? Saat paket datang pun, alamat lengkap tertulis dari Denpasar, meski bukan alamat di database BBI. Dan, yang paling menentukan adalah riddle-nya.
Untuk kalimat-kalimat awal menunjukkan kepribadian santa yang—sejujurnya—tidak banyak membantu jika saya tak punya asumsi. Saya hanya menduga berdasarkan asumsi saya sejak awal bahwa paragraf terakhir ini menunjukkan namanya:
Point my pavement with flowers of night
Magnolia or moth orchids
Turn right and follow to the end
I will meet you in the meadow.
Sekar Wulandari. Cocok kan, ada bunga-bunga (=sekar), kemudian ada malam (night) yang menunjukkan kemunculan bulan (=wulan). Yah, ini terlalu dibuat-buat ya sepertinya. Tapi, please, Ndari, say I am right! You must be my secret santa! *maksa*

(Review buku kedua dari santa bisa dilihat di sini [meski yang saya baca edisi yang berbeda])

FYE buttonBuku ini bisa juga dikategorikan sebagai buku anak–atau remaja tepatnya. Saya rasa cocok dibaca mulai usia 12 tahun. Selain mengajarkan berpikir terbuka, buku ini cukup ‘aman’ karena hal-hal yang terlalu ‘dewasa’ tidak disebutkan secara eksplisit.

22 responses to “Click – Ten Authors

  1. tezarariyulianto

    wuah ga sadar sampe ke sana, padahal ka busyra sempet nulis kl curiga pas dpt sms dari panitia ya

  2. I looove this book. meski turn out lebih ke fantasi/magis gitu ya ternyata, hehehe… btw puisinya bagus! penasaran tebakannya bener apa engga =D

  3. Widiiiiiiiiiihhhhh… Mau buku ini… Suka kayaknya aku… *cemplungin wish list*

    By the way.. Sepertinya memang ndari ya.. Hihihi..

  4. memang klo berasal kota yg membernya sedikit gampang ketebak ya, klo asal jakarta begitu pusing deh pilih yg benar. Love this book to, specially the part written by Eoin Colfer & Linda Sue Park😀

  5. skip reviewnya karena ada dalam antri baca, analisisnya keren :))

  6. Meskipun aku tahu siapa Santamu, tapi sumpah itu riddlenya gampang2 susah😛

  7. ikutan antre baca…
    memang yg paling gmpang ditebak tu kalo arti nama yak🙂

  8. Aku baru baca buku ini ampe bab 3 dan so far sih suka, tapi entah kenapa kehilangan mood buat lanjut baca >.<

    Btw aku jug nebak Ndari dari kalimat terakhir, tapi gak ngerti sama yang di atasnya. Mudah-mudahan Santa-mu mo ngejelasin

  9. waa, lanjut dong…
    hebat euy, bisa th itu Ndari… aku klo ga ada insiden SMS & alamat mgkn ga bs nebak

  10. Yaayyyy, tebakan Kakak benar! (bingung mau tepuk tangan atau nangis) Jadi nyesel kirim SMS waktu itu. Harusnya aku minta tolong Kak Oky aja buat SMSin😄

    Nahhh, ini penjelasan riddlenya (maaf panjang):

    I may not be a poet
    I do not rhyme.
    But one thing I know for sure.
    I do not make up my mind easily.
    (Baris terakhir merujuk ke arti “bipolar” yang menjadi nama blogku)

    I am a cause, a destination.
    whose beginning is often misunderstood.
    They say I am not a man of numbers
    But ten, or seven, or one, or nine, or five.
    (Baris pertama merujuk ke namaku “Ndari” yang sering salah diucapkan sama orang-orang jadi “Dari”, yang artinya asal. (Harusnya destination itu origin sih aku salah tulis sebenernya :p)
    Baris terakhir itu tanggal ultahku 10-07-1995)

    I had always wanted words. I loved them;
    grew up on them
    words gave me clarity
    Brought reason, shape.
    (Bait ini diambil dari kutipan buku English Patient yang kutipan lainnya kujadikan bio di twitter)

    Point my pavement with flowers of night
    Magnolia or moth orchids
    Turn right and follow to the end
    I will meet you in the meadow.
    (flowers, artinya Sekar. Night, artinya malam–aku mau nunjukin “bulan”nya aja sebenernya. Kata pertama bait ini harusnya “paint” tapi kayaknya Kakak salah baca tulisanku😄
    Magnolia itu judul film favoritku, yang posternya kujadikan background twitter
    Moth orchids artinya anggrek bulan
    Dua baris terakhir itu diambil dari fllm “Moonrise Kingdom” yang kujadikan location di twitter)

    Maaf ya kalau riddle-nya susah😄
    Senang deha kalau ternyata Kakak suka bukunya ^^

    • hoaa, kereeenn *menjura*
      oiya, yg point itu aku jg ragu, a nya mirip o😄

      sukaa banget, makasih yaa santaku yg cantik dan imut *hugs n kisses*

  11. Aku suka buku ini. Beberapa cerita awal,nggak terasa ditulis orang yang berbeda. Nanti belakangan baru terasa anehnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s