Charlotte’s Web – E. B. White

charlottes webTitle : Charlotte’s Web
Author : E. B. White (1952)
Publisher : Scholastic Inc.
Format : Paperback, 184 pages

Kisah ini dimulai ketika Fern Arable menyelamatkan seekor anak babi kerdil yang hendak dibunuh ayahnya karena dianggap akan menyusahkan di kemudian hari.

“But it’s unfair. The pig couldn’t help being born small, could it? If I had been very small at birth, would you have killed me?” (p.3)

Jadilah babi kecil itu diserahkan kepada Fern untuk dirawatnya sendiri. Dia memberinya nama Wilbur. Fern mengasuhnya seperti anak manusia, memberinya makan, mengajaknya bermain bersama bonekanya, hingga usia Wilbur mencapai lima minggu, dia harus dijual karena perawatannya semakin sulit dan makannya semakin banyak. Wilbur pun pindah ke peternakan Zuckerman, dimana Fern masih menengoknya setiap hari.

Waktu berlalu, ada kalanya Wilbur merasa  kesepian saat Fern tak menengoknya. Kemudian dia bertemu dengan Charlotte, seekor laba-laba yang bersedia menjadi temannya. Wilbur sangat memuja Charlotte, baginya Charlotte bukan hanya teman, sahabat, tapi juga penghibur dan pelindungnya. Saat Wilbur mendengar kenyataan bahwa suatu ketika dia akan berakhir menjadi makanan bagi keluarga Zuckerman, Charlotte juga yang berjanji akan menolongnya.

Charlotte memiliki caranya, dia memintal jaring-jaringnya membentuk huruf yang terbaca “some pig” di pintu kandang Wilbur. Saat pagi datang, dengan sinar matahari yang baru muncul dan kemilau air dari pagi yang berkabut, jaring-jaring Charlotte menarik perhatian manusia di sekitarnya. Wilbur pun dinobatkan sebagai suatu keajaiban. Terlebih dengan ‘jaring berkata’ yang akan dibuatkan Charlotte selanjutnya, Wilbur menjadi babi yang bernilai lebih di mata Zuckerman.

Fabel ini sungguh dipenuhi oleh perumpamaan-perumpamaan yang menggelitik. Sebagaimana yang disebutkan oleh Fern, bagaimana kita terlalu memandang rendah sesuatu (atau seseorang) yang lahir ‘tidak normal’, padahal tak ada yang tahu apa yang bisa terjadi padanya di kemudian hari, seandainya dia diberi kesempatan lebih, minimal sama, dengan yang lainnya.

Ada juga bagian di saat Wilbur mengalami kebosanan yang memuncak dan berniat kabur dari kandang. Sebelum sempat berhasil, Wilbur telah kelelahan menghindari kejaran pemiliknya. Dia belum berhasil, dia kelelahan, bingung, dan lapar. Makanan yang diumpankan padanya menjadi jaminan kenyamanannya kembali, pelarian bukan lagi menjadi pilihannya. Bagian ini kurang lebih sama seperti kita. Ada kalanya kita bosan dengan rutinitas, dengan segala yang mengekang kita. Akan tetapi, di luar sana tak ada kenyamanan itu. Zona aman kita berada di rutinitas itu, butuh tekad, kemauan dan usaha yang lebih daripada yang dimiliki Wilbur untuk keluar. Namun, akankah itu sepadan? Bolehlah kita berkaca sejenak pada Wilbur.

Dalam kasus jaring Charlotte, kita ditunjukkan bagaimana manusia seringkali terfokus pada sesuatu yang di luar kebiasaan. Laba-laba membuat jaring itu sudah biasa, yang tidak biasa adalah laba-laba yang menulis dengan jaring. Namun, sesungguhnya jika kita mau membuka mata, keajaiban selalu ada di sekitar kita, dalam hal-hal yang ‘biasa’, hingga luput dari pengamatan kita.

“I don’t understand how a spider learned to spin a web in the first place. When the words appeared, everyone said they were a miracle. But nobody pointed out that the web itself is a miracle.” (p.109)

Kemunculan Charlotte sebagai sosok yang lebih ‘dewasa’ daripada Wilbur memberi banyak nilai dalam kehidupan Wilbur, juga kita sebagai pembaca. Awalnya, saya heran dengan pemberian judul Charlotte’s Web ini, padahal sesungguhnya tokoh utama dalam buku ini adalah Wilbur, si babi. Namun, sampai akhir saya menyadari betapa besar peran Charlotte dalam hidup Wilbur, dalam pendewasaannya, dan dalam keseluruhan konflik di dalam buku. Kita bisa melihat diri kita pada Wilbur, kita bisa melihat diri orang-orang penting dalam hidup kita—yang suatu ketika datang tak terduga—pada Charlotte. Atau mungkin, ada kalanya kita menjadi Charlotte pada Wilbur lain, dan kita belajar arti keikhlasan dan ketulusan pada sang laba-laba.

“Why did you do all this for me?” he asked. “ I don’t deserve it. I’ve never done anything for you.”
“You have been my friend,” replied Charlotte. “That in itself is a tremendous thing. I wove my webs for you because I liked you. After all, what’s a life, anyway? We’re born, we live a little while, we die. A spider’s life can’t help being something of a mess, with all this trapping and eating flies. By helping you, perhaps I was trying to lift up my life a trifle. Heaven knows anyone’s life can stand a little of that.”
(p.164)

4/5 bintang untuk kontemplasi dan retrospeksi.

Review #11 for Books in English Reading Challenge 2013

Review #5 for Fantasy Reading Challenge 2013

*Posting bersama BBI Mei (1) Klasik-kontemporer, buku-buku yang ditulis di abad 20 atau 21 dan telah menjadi klasik, atau buku-buku klasik yang mengangkat tema modern.

FYE button

Saya rasa usia 8 tahun cukup untuk menangkap makna tersurat dalam buku ini.

6 responses to “Charlotte’s Web – E. B. White

  1. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Baca Bareng BBI Januari – Desember 2013 | Mia membaca

  3. Pingback: Books in English 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Children’s Classics Literature: Berbagai Genre, Berbagai Masa | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s