Message in a Bottle – Nicholas Sparks

Message in a BottleTitle : Message in a Bottle (Pesan Dalam Botol)
Author : Nicholas Sparks (1998)
Translator : Sutanty
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan ketiga, Januari 2003
Format : Paperback, 416 halaman

Apakah harus ada kehilangan untuk bisa mengerti cinta sejati?

Theresa tinggal berdua dengan putra satu-satunya, Kevin, yang berusia dua belas tahun. Dia bercerai dengan suami pertamanya karena suaminya berselingkuh. Kini, meski tak berkeinginan untuk terus menerus sendirian, hidup Theresa masih berfokus pada pekerjaannya sebagai kolumnis, sekaligus ibu bagi Kevin.

Suatu hari, saat Kevin berlibur bersama ayahnya dan Theresa berlibur bersama sahabatnya di pantai, dia menemukan sebuah botol yang berisi surat. Surat itu dirasakannya sangat manis dan indah, ditujukan pada Catherine—yang tampaknya telah pergi selamanya–oleh seseorang bernama Garrett. Merasa tersentuh oleh kekuatan cinta Garrett yang terasa pada kata-katanya, Theresa menuruti saran sahabatnya untuk memuat surat Garrett dalam kolomnya, dengan mengubah nama-namanya.

Tak disangka, surat itu menimbulkan reaksi yang sangat besar dari para pembaca, dimana salah satunya membawa Theresa pada surat Garrett yang lain. Dipicu oleh rasa penasaran, Theresa mencari lebih banyak informasi dan menemukan sebuah surat lagi. Dengan bantuan sahabatnya, Theresa melacak keberadaan Garrett dan memutuskan untuk menemuinya sendiri.

…kalau kita menemukan sesuatu yang membuat hati kita tercekat, sebaiknya kita mencoba mencari tahu lebih banyak tentang sesuatu itu. Kalau perasaan itu kita abaikan, kita tidak akan pernah tahu, apa yang mungkin terjadi, dan dalam banyak segi, itu lebih mengecewakan daripada kalau kelak kita mendapati bahwa dugaan kita salah. Sebab, kalau ternyata kita salah, kita bisa melanjutkan hidup kita tanpa menoleh lagi, dan tanpa terus bertanya-tanya. (p.80)

Pertemuan keduanya bisa ditebak memunculkan asmara, yang berujung pada masalah-masalah baru yang mengikutinya. Tentang tempat tinggal, tentang bisa tidaknya keduanya menghapus masa lalu mereka, dan hal-hal yang–menurut saya pribadi–tak terlalu mendasar, namun menjadi masalah utama bagi semua tokoh yang direka oleh penulisnya—bisa disimpulkan ini adalah pola pikir penulisnya sendiri.

“Theresa, aku tahu sebagian dirimu merasa yakin kau bisa mengubah seseorang, tapi kenyataannya tidak begitu. Kau bisa mengubah dirimu sendiri dan Garrett bisa mengubah dirinya sendiri, tapi kau tidak bisa melakukan perubahan itu untuknya.” (p.257)

Kisah cinta dengan konflik yang tidak ‘penting’ bagi pembacanya akan sulit memancing simpati. Itulah yang saya rasakan selama membaca buku ini (bahkan saya agak sebal dengan prinsip mereka yang menurut saya tak cocok untuk orang seusia mereka). Namun itu saya, mungkin pembaca lain yang memiliki pemikiran yang berbeda, yang mungkin lebih cocok dengan gaya Nicholas Sparks, akan menemukan kisah ini begitu manis dan romantis. Terlebih dengan bahasa manis khas Sparks, juga kekuatan chemistry para tokoh-tokohnya.

Yang paling mengganggu saya adalah pada awal Theresa mencari Garrett, dia dan sahabatnya telah merasa bahwa mungkin pria inilah yang bisa menggantikan mantan suami Theresa di hatinya, karena kesetiaan dan kelembutannya. Akan tetapi, semakin lama tampak bahwa Theresa sendiri menyangkal bahwa dirinya memiliki niatan tersebut, apalagi saat dia berselisih dengan Garrett.

Dan akhirnya, yah, sebenarnya saya bukan penganut happy atau sad ending. Yang terpenting adalah apa yang didapatkan oleh sang tokoh pada akhirnya, suatu perubahan yang mendewasakannya, atau sesuatu yang bisa dijadikan pelajaran bagi pembaca, setelah semua masalah dan kesakitan tersebut. Akan tetapi, saya tidak tahu apa yang ditawarkan oleh buku ini kecuali rantai masalah semacam suatu ‘kutukan cinta’ kalau boleh saya bilang.

2/5 untuk kisah masa lalu.

*Posting bersama BBI Juni (2) Romance, buku-buku yang menceritakan kisah cinta, baik fiksi maupun non-fiksi, modern atau klasik, novel atau kumpulan cerpen, dewasa atau young-adult (atau genre baru, new-adult).

8 responses to “Message in a Bottle – Nicholas Sparks

  1. Huakaka… Melas banget ya cuma dapat 2 bintang dari Bzee. Makanya aku belum pernah tertarik baca buku, karena filmnya.ya begitu lah, buatku loo #lirikDani

    • Hmm, benernya ini masalah detailnya sih mba.. klo tema harusnya ga masalah. Ini buku udah berbulan2 kupinjam, makanya ngepasi banget buat dibaca *lirikmbaDanijuga

  2. Bukan penggemar mr. Sparks ya hehe, Message In The Bottle ini termasuk kategori lumayan ketimbang novel-novel terbarunya. Tapi aq lebih suka A Walk To Remember sama satu lagi lupa judulnya, tokohnya pemadam kebakaran.

    • Biasanya sih ga masalah (ini buku ketiga Sparks yang kubaca), entahlah apa memang yg ini kurang cocok atau seleraku yg berubah, hehe

  3. wah, mba maria suka Nicholas Sparks yang tokohnya pemadam kebakaran itu? The Rescue judulnya, kalo aku ga salah inget. aku baca-baca sinopsis buku2 Nicholas Sparks dan kepincut sama yg tokohnya pemadam kebakaran itu. Ok deh, noted, nanti aku pengen baca The Rescue itu🙂

  4. aku inget nih nonton filmnya…dari semua film nick sparks, kayaknya message in the bottle emang kurang berkesan sih..hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s