LRP June Meme: What Makes It So Wilde?

Bulan Juni lalu adalah bulan Oscar Wilde untuk LRP (Let’s Read Plays), dan pada monthly meme kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya dengan plays karya Oscar Wilde.

Jujur, ini pertama kalinya saya membaca karya Oscar Wilde, dan saya menyesalinya (kemana saja selama ini??). Dalam satu kata, karya Oscar Wilde itu adiktif!

Pertama kali saya membaca The Importance of Being Earnest yang dikatakan sebagai karya terbaiknya, saya menemukan kelucuan dan pesan moral yang disampaikan melalui kelucuan itu. Konfliknya sendiri tidak besar, jadi kesan awal dari satu karya Wilde ini adalah menghibur.

Belum cukup sampai Ernest, ada suatu dorongan yang memaksa saya membaca comedy karyanya yang juga sangat terkenal, An Ideal Husband. Di sini saya bisa tertawa lebih keras, namun saya disuguhkan pula suatu konflik yang ‘agak’ serius. Saya bisa tertawa, khawatir, jengkel, dan merasa puas dalam satu play saja.

Apakah tadi saya mengatakan puas? Tentu saja saya tidak puas! Saya butuh lebih banyak karya Wilde lain untuk dibaca! Oleh karena bacaan lain sudah menunggu, saya memutuskan untuk berspekulasi dengan membaca play pertama Wilde yang saat itu kurang sukses. Siapa tahu dapat memutus rantai adiksi saya terhadap karyanya. Saya membaca Vera, or the Nihilists, sebuah tragedy yang berlatar belakang monarki Rusia di akhir abad ke-18. Dan tetap saja saya tersentuh dengan karya Wilde ini, tetap saja berat untuk meninggalkan karya-karyanya.

Dalam waktu satu minggu saya memanjakan diri dengan membaca tiga plays karya Oscar Wilde (dan tetap sulit untuk menghilangkan kesannya hingga detik ini). Thanks to LRP, I’ve got a new fave author today!

Apa yang membedakan Wilde dengan penulis play lain–katakanlah Shakespeare yang sudah saya baca beberapa? Bahasa yang digunakan Wilde jauh lebih sederhana dan mudah dimengerti, yang tentu saja disebabkan zaman mereka yang berbeda. Shakespeare begitu menitikberatkan keindahan kalimat dan kata-kata (terutama saat diucapkan) yang membuat otak kita berirama, sedangkan Wilde memiliki humor dan sarkasme yang membuat kita bisa tertawa terbahak–entah karena lucu atau miris. Humor yang belum saya temukan bandingannya di comedy Shakespeare.

Untuk variasi tema, saya tidak bisa berkomentar banyak, karena saya belum membaca semua karya mereka. Adapun tentang idenya sendiri, Wilde maupun Shakespeare sama-sama mengangkat tentang kekuatan dan peran penting wanita. Akan tetapi, yang belum saya temukan dari karya Shakespeare yang sudah saya baca, dan saya temukan lumayan mencolok dari karya Wilde adalah adanya golongan wanita yang tidak mau menjadi kuat dan penting. Hal ini bukan karena dominasi atau supresi dari para prianya, namun lebih karena kondisi sosial masyarakat saat itu.

Play Wilde memang menyuguhkan hal-hal absurd, namun lebih dapat diterima sebagai kenyataan. Berbeda dengan Shakespeare yang terkadang terdapat hal-hal supranatural, atau absurditas yang tak dapat dilogika, hanya untuk dinikmati saja.

Apapun itu, baik Wilde, Shakespeare, maupun Pirandello yang baru saya baca satu saja; saya suka dan menikmati semuanya. Masing-masing harus dinikmati dengan caranya sendiri. Akan tetapi, bagi pembaca play pemula yang terintimidasi dengan Shakespeare, sangat saya anjurkan untuk memulai dengan Oscar Wilde.

If you’ve read Wilde, you may share your thoughts here.

2 responses to “LRP June Meme: What Makes It So Wilde?

  1. Pingback: Wishful Wednesday (28) | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Let’s Read Plays Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s