Poirot’s Early Cases – Agatha Christie

Poirot's early casesTitle : Poirot’s Early Cases (Kasus-Kasus Perdana Poirot)
Author : Agatha Christie (1974)
Translator : Lanny Wasono
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan keenam, Agustus 2007
Format : Paperback, 400 halaman

“Kau paham—ini kelemahanku—aku senang menyimpan rahasia-rahasia kecil sampai saat terakhir.” –Hercule Poirot (p.291)

Meski diberi judul kasus perdana, buku ini kebetulan bukan kisah Poirot yang pertama kali ditulis dan diterbitkan. Beberapa kasusnya juga merupakan versi singkat atau calon cerita yang lebih panjang. Jadi, untuk pembaca Poirot awal, buku ini cocok untuk mengetahui karakteristik detektif asal Belgia ini, serta seluk-beluk caranya memecahkan suatu kasus.

Kedelapan belas kisah yang disajikan cukup bervariasi. Mulai dari yang dianggap paling brilian oleh Arthur Hastings—sahabat sekaligus narator kisah Poirot, juga ada saat Poirot merasa gagal sehingga mengambil pelajaran darinya.

Hercule Poirot sangat memperhatikan penampilan, senang bekerja dengan ‘bersih’. Dia tidak mengotori tangannya untuk mencari-cari barang bukti, tak mengambil risiko untuk membuat penampilannya menjadi berantakan. Poirot menilai penampilan dan bahasa tubuh kliennya, para tersangka, juga orang-orang yang terlibat dalam kasus yang ditangani. Melalui psikologi inilah dia menjadi sosok detektif yang elegan sekaligus eksentrik.

Akan tetapi, saat benar-benar diperlukan, Poirot dapat melakukan sedikit pekerjaan ‘kotor’ seperti yang terdapat di kisah Wanita Berkerudung.

“Hastings, kadang-kadang aku menyesal karena bermoral tinggi. Menentang hukum bisa membawa perubahan suasana yang menyenangkan.” –Hercule Poirot (p.328)

Pada buku terjemahan ini, saya agak terganggu dengan penerjemahan Problem at Sea menjadi Pembunuhan di Tengah Laut. Cerita ini diawali dengan rumor tentang Kolonel Clapperton yang sangat disegani—terutama para wanita, yang beristrikan seorang wanita yang kaya raya namun sayangnya suka mengatur. Meski begitu, sang Kolonel tak terlihat terganggu dengan tingkah laku istrinya tersebut, dia menerimanya dengan lapang dada—setidaknya begitulah yang tertangkap oleh penglihatan Poirot. Hingga hampir setengah cerita tak mengindikasikan akan adanya pembunuhan. Berkat spoiler dari judul bahasa Indonesianya, saya bisa menebak kapan dan siapa salah seorang dari orang-orang di dalam kapal tersebut yang meninggal (meski belum tahu bagaimana). Itulah yang membuat saya lebih cenderung pada judul aslinya saja, agar tidak merusak salah satu kejutannya.

Saya menikmati hampir semua kisah dari buku ini, sekaligus tidak menikmatinya. Oleh karena rasanya terlalu pendek sehingga ada sesuatu yang ‘kurang’, rasa ingin tahu yang mencekam, perasaan ngeri atau was-was akan kejadian tak terduga, semuanya terasa begitu singkat sehingga sulit meninggalkan bekas yang mendalam.

Beberapa kisah yang agak membekas akan saya bahas secara singkat. Saya suka Petualangan Johnnie Waverly oleh karena ide ceritanya, misteri hilangnya seorang anak dengan modus yang cukup rapi dan tidak biasa. Kasus Kotak Cokelat menampakkan kombinasi antara pengamatan yang jeli akan barang bukti dan tersangka, pemecahan yang cukup sederhana. Flat di Lantai Tiga memiliki alur yang lebih ‘utuh’, sehingga kita mengikuti satu per satu kejadian serta barang bukti yang mungkin ditemukan. Sarang Lebah menampakkan sisi kehangatan persahabatan dari Poirot. Apa Saja Isi Kebunmu? Siapa yang bisa menyangka bahwa salah satu isi kebunmu akan menampakkan dirimu yang sesungguhnya?

“Kebenaran lebih sukar dimengerti daripada fiksi!” –Arthur Hastings (p.118)

3/5 bintang untuk perkenalan (kembali).

Dust-jacket illustration of the first UK edition

Dust-jacket illustration of the first UK edition

Contents :

  1. Pembunuhan di Pesta Dansa / The Affair at the Victory Ball
  2. Petualangan Juru Masak Clapham / The Adventure of the Clapham Cook
  3. Misteri Cornish / The Cornish Mystery
  4. Petualangan Johnnie Waverly / The Adventure of Johnnie Waverly
  5. Petunjuk Ganda / The Double Clue
  6. Raja Klaver / The King of Clubs
  7. Warisan Dinasti Lemesuier / The Lemesurier Inheritance
  8. Tambang yang Hilang / The Lost Mine
  9. Kereta Api Plymouth Express / The Plymouth Express
  10. Kasus Kotak Cokelat / The Chocolate Box
  11. Rancangan Kapal Selam / The Submarine Plans
  12. Flat di Lantai Tiga / The Third Floor Flat
  13. Kejahatan Ganda / Double Sin
  14. Misteri di Market Basing / The Market Basing Mystery
  15. Sarang Lebah / Wasp’s Nest
  16. Wanita Berkerudung / The Veiled Lady
  17. Pembunuhan di Tengah Laut / Problem at Sea
  18. Apa Saja Isi Kebunmu? / How Does Your Garden Grow?

Review #2 for Mystery Reading Challenge 2013

Review #12 for What’s in a Name Challenge 2013

4 responses to “Poirot’s Early Cases – Agatha Christie

  1. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Finding New Author & What’s in a Name Challenges 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s