Scene on Three (2)

There is a kind of sleep that steals upon us sometimes, which, while it holds the body prisoner, does not free the mind from a sense of things about it, and enable it to ramble at its pleasure. So far as an overpowering heaviness, a prostration of strength, and an utter inability to control our thoughts or power of motion, can be called sleep, this is it; and yet, we have a consciousness of all that is going on about us, and, if we dream at such a time, words which are really spoken, or sounds which really exist at the moment, accommodate themselves with surprising readiness to our visions, until reality and imagination become so strangely blended that it is afterwards almost matter of impossibility to separate the two. Nor is this, the most striking phenomenon incidental to such a state. It is an undoubted fact, that although our senses of touch and sight be for the time dead, yet our sleeping thoughts, and the visionary scenes that pass before us, will be influenced and materially influenced, by the mere silent presence of some external object; which may not have been near us when we closed our eyes: and of whose vicinity we have had no waking consciousness.

SceneOnThree

Paragraf ini saya ambil dari buku Oliver Twist, oleh Charles Dickens. Sebenarnya dulu saya membaca terjemahan bahasa Indonesia dari buku ini, tapi bukunya saat ini sedang dipinjam, dan ternyata saya belum mengetik terjemahan dari paragraf ini.

Penggambaran keadaan tidur seperti di atas seringkali saya alami, keadaan antara tertidur dan terjaga. Saat kita tidak memiliki kontrol terhadap tubuh kita, namun segala bentuk rangsangan dari luar tetap masuk ke dalam otak kita, dan ke dalam mimpi kita. Dan entah mengapa, saya terpesona dengan cara penggambaran opa Dickens di atas. Yah, agak rumit dalam kalimat-kalimat panjang itu, tapi saat menyempatkan diri berhenti sejenak, meresapi tiap kata dan maknanya, rasanya seperti dibimbing satu per satu menuju suatu pemahaman akan keadaan tersebut, dengan cara yang indah tentunya.

Cara berbagi lewat Scene on Three :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

15 responses to “Scene on Three (2)

  1. dickens🙂 kangen baca dickens dehhhh😀 iya keadaan antara terjaga dan engga itu katanya berguna juga kalau mau hipnosis lho..misalnya ngomongin anak supaya nggak ngompol, suka makan sayur etc. tapi aku belum pernah coba hihi

  2. ahh.. kadang2 juga mengalami yang seperti itu😀

  3. Pingback: Scene on Three #1 « Dyah Muawiyah's Blog

  4. Mungkin itu yang dinamakan Twilight State ya, di mana kita aware tapi nggak conscious. Katanya sih informasi akan lebih mudah diserap dalam keadaan eureup-eureup itu (bahasa Sundanya twilight state). Dan conspiracy theorist juga berpendapat bahwa para korban MK-Ultra dibrainwash/diprogram ketika mereka berada dalam twilight state. para hypno-therapist juga menyarankan ortu untuk membisikkan kata-kata positif saat anak tertidur, mungkin supaya diserap saat twilight state ini ya biar nancep *sotoy*

    Nice meme… aku baru ikutan perdana ^^

    • Setelah ku googling, ternyata twilight state itu justru kebalikannya. Segala reaksi tubuh yg terjadi saat twilight state itu d luar kesadaran, dan setelahnya ga ada ingatan tentang itu. Kalo yg dialami Oliver ini kan dia merasa tidur, tapi sadar kalo ada ‘sesuatu’ di luar sana yg ternyata bukan mimpi. cmiiw.
      Thanks yaa

  5. fingerprintale

    dan aku nggak pernah ngerasain kayak gitu huhu

  6. aku telat inget kalo hari ini tanggal 23 -.-a
    duh, kak bzee, aku bingung sama deksripsi yg belum diterjemahin di atas
    *otak kurang prima*

  7. Aku sudah pernah baca Dickens belum ya? Kayaknya sih sudah, tapi yang simplified #nggapantasjadianaksastra

  8. Hemn absen aja ahh, aku belum baca Dickens nih.

    Enggak gaul yah >.<

  9. Pingback: Scene on Three (74) | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s