Mio, My Son – Astrid Lindgren

mio anakkuTitle : Mio Anakku (Mio, Min Mio)
Author : Astrid Lindgren (1954)
Translator : Purnawati Olsson
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan pertama, Oktober 2005
Format : Paperback, 192 halaman

Bo Vilhelm Olsson bukanlah anak dari orang tuanya, melainkan anak yang diangkat dari panti asuhan. Sayangnya, orang tua angkatnya tak memperlakukan Bo alias Bosse dengan baik. Bosse hanya memiliki seorang teman, Benka. Sampai suatu hari, kejadian aneh membawanya ke Negeri nun Jauh. Dan ternyata, di Negeri nun Jauh, namanya adalah Mio, putra sang Raja.

Di Negeri nun Jauh, Mio merasakan kebahagiaan yang tak didapatkannya bersama orang tua angkatnya. Ayahnya, sang Raja, begitu memanjakannya dan memberikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan Mio. Bukan hanya harta atau kesenangan, tapi juga kasih sayang yang tak terbatas.

“Aku suka suara kicau burung. Aku suka musik dari pohon-pohon poplar perakku. Tetapi yang paling kusukai adalah mendengar suara tawa anakku di Taman Mawar ini.” (p.30)

Di Negeri nun Jauh, Mio juga menemukan sahabat-sahabat baru; Jum-Jum, Miramis—kuda putih bersurai keemasan miliknya, Nonno si anak gembala, Jiri dan saudara-saudaranya. Akan tetapi, ada ganjalan dalam kebahagiaannya. Teror dari Kesatria Kato yang menculik anak-anak membawa Mio pada takdirnya untuk berkuda menembus Hutan Kemilau Bulan, menuju Dataran Luar, menghadapi Kesatria Kato.

Berhasilkah Mio mengemban misinya, dan apa saja yang harus dilaluinya?

Dongeng anak-anak ini merupakan dongeng indah yang cukup memanjakan imajinasi. Meskipun dengan sedikit bumbu nuansa kelam di dalamnya, cahaya, harapan, dan kebahagiaan tetap merupakan unsur utama dan tujuan akhir dari buku ini. Ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, kita diajak untuk melihat kehidupan dan perasaan Mio seolah-olah dari mulutnya sendiri. Mio yang selalu optimis dan berpikir positif karena pengaruh dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya, Mio yang meskipun telah bahagia di Negeri nun Jauh tak pernah melupakan sahabat terbaiknya—Benka dan ayahnya.

Salah satu hal menarik dalam buku ini adalah terdapatnya hal-hal yang mengingatkan saya dengan serial Harry Potter. Jubah Gaib yang mampu menyembunyikan penggunanya, ketegangan dan kegelapan yang ditimbulkan jika nama Kesatria Kato disebutkan, juga deskripsi ala dementor di bawah ini:

Aura jahatnya mengalir membungkus kami seperti sungai es, merayap ke wajah dan tangan kami seperti bara api, dan membuat mata kami pedih. Ketika kami menarik napas, perasaan jahat itu ikut masuk bersama udara ke paru-paru kami. Aura kejamnya mengalir memasuki tubuhku, dan aku menjadi sangat letih sehingga tidak kuat mengangkat pedangku meskipun sudah berusaha sekuat tenaga. (p.149)

Alur dalam buku ini berjalan lambat, namun saya rasa hal itulah yang menjadi keunggulan buku ini. Oleh karena penulis memberikan ruang yang sangat besar untuk mendeskripsikan latar tempat, kejadian, serta pemikiran-pemikiran di dalamnya, yang selain memperkaya wawasan bahasa anak-anak, juga sangat cocok untuk dinikmati perlahan-lahan. Tak ketinggalan pula beberapa ilustrasi sederhana di dalamnya, cukup untuk memberi bayangan mengenai adegan-adegan penting dalam cerita.

4/5 bintang untuk dongeng dari Negeri nun Jauh.

Review #6 for Fantasy Reading Challenge 2013

*Posting bersama BBI Juli (1) Buku anak, boleh bergambar atau tidak. Buku-buku yang dulu menjadi favorit semasa kecil atau remaja.

FYE button

Cukup bisa dipahami dan dinikmati oleh anak usia 8 tahun, meski dengan unsur-unsur gelapnya.

7 responses to “Mio, My Son – Astrid Lindgren

  1. wah, aku belum baca buku ini…ceritanya mengingatkan sama neverending story… cari ahhh😀

  2. belum pernah baca Astrid Lindgren kayaknya. Perlu nyoba sekali-kali nih

  3. Pingback: Bookish Top Ten (2) : Literary Villains | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s