The Color Purple – Alice Walker

the color purpleTitle : The Color Purple
Author : Alice Walker (1982)
Publisher : Pocket Books (a division of Simon & Schuster, Inc)
Edition : First Pocket Books mass-market printing, December 1985
Format : Paperback, 296 pages

There is so much we don’t understand. And so much unhappiness comes because of that. (p.198)

Kisah ini diceritakan melalui surat-surat Celie, dan kemudian Nettie—adiknya. Diawali dengan perlakuan kasar ayahnya (Pa) yang selalu menyiksa ibunya. Hingga saat ibunya terlalu lemah dan sakit, Pa melampiaskan nafsunya pada Celie, yang saat itu baru berusia empat belas tahun. Bukan hanya sekali dua kali, berkali-kali hal tersebut dilakukan hingga Celie memiliki dua orang anak, yang keduanya diserahkan untuk diasuh orang lain, dan ibunya meninggal dunia karena tak kuat menahan beban.

Seiring bertambahnya usia, Pa mulai melirik Nettie, hal yang sekuat tenaga dihalangi oleh Celie. Sampai suatu ketika, Pa menikahkan Celie dengan Mr. ___ dan membawanya keluar dari rumahnya. Bersama Mr. ___ yang jauh lebih tua, beserta anak-anaknya yang nakal dan manja, tidak menjadi hal yang lebih baik bagi Celie. Dia mendapatkan perlakuan yang kasar dan selalu direndahkan. Celie tidak melawan, dia mengerjakan apa yang diperintahkan padanya, menerima pukulan demi pukulan, hinaan demi hinaan.

But I don’t know how to fight. All I know to do is stay alive. (p.18)

Saat Nettie diajak untuk tinggal di rumah Mr. ___, dia tidak sepenurut Celie sehingga Mr. ___ merasa tidak dihormati dan mengusir Nettie keluar. Sejak hari itu, Celie kehilangan kontak dengan adiknya, selama bertahun-tahun.

I don’t fight, I stay where I’m told. But I’m alive. (p.22)

Celie tidak pernah merasakan cinta di rumahnya, sebelum kedatangan Shug Avery, kekasih Mr. ___ di masa lalu. Shug memberikan warna baru bagi Celie, memberi kekuatan dan pengaruh positifnya. Shug sendiri tidak bisa dikatakan wanita baik-baik, dia pernah menjalin hubungan dengan Mr. ___ di masa lalu, meninggalkannya demi karir menyanyinya, dan kini kembali lagi bersama Mr. ___. Saat Shug meninggalkan rumah Mr. ___ kembali, dia menjalin hubungan dengan pria yang berbeda lagi. Namun, persahabatannya (atau yang lebih dari itu) dengan Celie tidak berubah.

Shug yang membuat Celie dapat melihat dirinya sendiri dengan lebih baik, menumbuhkan kepercayaan diri dan keberaniannya. Shug juga yang memberitahunya bahwa Mr. ___ menyimpan surat-surat Nettie. Adik tersayangnya yang saat itu sedang berada di Afrika, menemukan jalannya bersama pasangan yang mengadopsi kedua anak Celie.

Bagaimana pada akhirnya Celie bisa berdiri dan melawan Mr. ___? Apakah dia berhasil menemukan jalannya untuk bertemu kembali dengan Nettie?

Everybody learn something in life. (p.289)

Pada awalnya, buku ini sudah menawarkan kesedihan dan kemuraman. Tidak mudah berada pada posisi Celie. Di saat anak-anak seusianya menikmati belajar dan bermain dengan teman sebayanya, dia harus menghadapi laki-laki dewasa yang ‘menyakitinya’, tanpa tahu alasan dan tujuannya, menghancurkan masa depannya, membuatnya menjalani hidup yang penuh siksaan. Pada masa-masa ini, surat yang dituliskan Celie ditujukan pada Tuhan, karena dia percaya padaNya, bahwa rahasia terdalamnya—yang tak mampu diceritakannya pada siapa pun juga—aman bersama Tuhan.

Never mind, never mind, long as I can spell G-o-d I got somebody along. (p.18)

Saat Shug Avery masuk dalam kehidupannya, Celie mulai mempertanyakan banyak hal, dia mempertanyakan takdirnya, mempertanyakan Tuhan. Saat dia menemukan surat-surat Nettie, mengetahui bahwa adiknya masih hidup, dia berhenti menulis surat untuk Tuhan, dan mulai menulis untuk Nettie. Tapi Celie terus belajar, kehidupan mendewasakannya, hubungan dengan orang-orang sekitarnya, juga kata-kata dalam surat Nettie mengembalikan kepercayaannya pada Tuhan.

Bersetting di Amerika pada tahun 1930-an, The Color Purple sangat kental dengan aroma rasialisme dan dominasi laki-laki. Di masa itu, wanita kulit hitam diperlakukan tak ubahnya seperti budak oleh suami mereka. Namun, ada sosok Shug Avery yang dapat mendominasi Mr. ___ karena pria itu sangat memujanya, kecantikannya, serta independensinya. Ada pula sosok Sofia, istri Harpo—putra Mr. ___, yang sangat dominan hingga membuat Harpo putus asa dan kehilangan kepercayaan diri. Kehidupan mereka masing-masing memberi pengaruh satu sama lain, dan mendewasakan mereka bersama-sama.

Bahasa yang dipergunakan dalam buku ini—oleh karena merupakan surat Celie—adalah bahasa Celie, yang tidak baku, serta kesalahan ejaan dan tata bahasa di sana-sini. Materi seksualitas pun digambarkan Celie dengan ‘polos’, sehubungan dengan pendidikannya yang rendah. Namun, sebagai seorang yang tidak berbicara dengan bahasa Inggris, saya cukup bisa memahami, justru karena kesederhanaan bahasa yang dipergunakannya. Berkebalikan dengan saat membaca surat Nettie—yang relatif lebih berpendidikan—bahasa yang dipergunakan adalah bahasa yang baik dan benar.

4/5 bintang untuk ‘kemerdekaan’ manusia, apa pun ras dan gendernya.

I think us here to wonder, myself. To wonder. To ast. And that in wondering bout the big things and asting bout the big things, you learn about the little ones, almost by accident. But you never know nothing more about the big things than you start out with. The more I wonder, he say, the more I love. (p.290)

Review #5 for New Authors Reading Challenge 2013

Review #16 for Books in English Reading Challenge 2013

*Posting bersama BBI Juli (2) Historical-fiction, buku-buku yang berlatar historis.

11 responses to “The Color Purple – Alice Walker

  1. Memang hebat Alice Walker membuat karakter Celie (terutama) jadi hidup ya? Salut juga dengan penggunaan metafora warna ungu itu (jadi inget om Fitzgerald deh… :D)

    • Betul, ngerasa banget pas awal2 ikut muram bareng Celie, terus di belakang2 ikut semangat pas dia bangkit🙂

  2. Topik domestic abuse ini bikin ngilu, tapi menarik banget. Btw novel ini udah pernah difilmin belum ya?

  3. Paling stress baca buku dengan tema rasialisme dan diskriminasi gender, arghhhh tapi kebanyakan buku2 kayak gitu malah bagus ya… color purple belum baca nih…sepertinya masuk ke salah satu must read🙂 pernah baca review fanda juga dulu…

  4. Pingback: Wishful Wednesday (33) + Giveaway Announcement! | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Finding New Author & What’s in a Name Challenges 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  6. Pingback: Books in English 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  7. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s