The Magical Worlds of Harry Potter – David Colbert

magical HPTitle : The Magical Worlds of Harry Potter: A Treasury of Myths, Legends, and Fascinating Facts
Author : David Colbert (2001)
Publisher : Berkley Books
Edition : Berkley trade paperback edition, June 2002, 7th printing
Format : Paperback, 210 pages

Bagi penggemar kisah fantasi, mitologi, maupun para ahli sejarah, bahasa dan arkeolog, membaca serial Harry Potter semacam menimbulkan memori akan sesuatu yang familier. Bukan rahasia lagi bahwa Rowling meramu bahan-bahan dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya—selain yang diciptakannya sendiri, tentu saja—akan tetapi ada hal yang menjadikan kisah Harry Potter tidak biasa, kalau tidak saya katakan luar biasa.

Kesesuaian karakter fantasi, makhluk-makhluk ajaib ciptaan Rowling dengan apa yang ada dalam berbagai legenda dan mitologi menunjukkan betapa luasnya wawasan penulis wanita yang satu ini. Mulai dari konsep centaurs yang menjauh dari manusia, legenda yang mengatakan bahwa Chiron ditempatkan di rasi Sagittarius, hubungan centaurs dengan bintang-bintang yang sesuai dengan kebiasaan centaurs di Forbidden Forrest (Firenze, Ronan, Bane) meramal dengan bintang-bintang; Dark Mark milik pengikut Voldemort yang mirip dengan Devil’s Mark atau Witch’s Mark yang dijadikan dasar perburuan penyihir di abad pertengahan; coklat yang membuat perasaan lebih baik setelah berhadapan dengan Dementor memiliki penjelasan medis; deskripsi Fluffy yang sesuai dengan Cerberus pada legenda Yunani, termasuk cara menjinakkannya dengan musik; sampai makhluk Griffin yang menurut mitologi Yunani melambangkan keberanian, keberuntungan, dan kebanggaan diri.

Penulis buku ini juga menghubungkan arti kata serta simbol-simbol Durmstrang dengan Nazi Jerman, selain prioritasnya terhadap ‘kemurnian darah’. Berbeda dengan Hogwarts, meski Slytherin memiliki kesamaan sifat dengan Durmstrang mengenai hal-hal yang berhubugan dengan ‘darah’ dan ilmu hitam, Rowling tak menyatakan dan tak menunjukkan adanya penyihir yang murni ‘baik’ dan murni ‘jahat’ berdasarkan asramanya (selain rumor yang diyakini karakter-karakter dalam Harry Potter).

Within the walls of Hogwarts, Dumbledore’s leadership has created an appealing ideal. Evil is not pushed away fearfully; or simply met with courageous force. It is to be countered with compassion. More than once, Dumbledore has demonstrated a strong faith that fallen wizards can redeem themselves. (p.106)

Selain mengambil legenda yang sudah ada dengan cukup akurat, kreativitas dan ketelitian Rowling membuatnya menciptakan aturan baru atau tambahan dari legenda-legenda tersebut. Seperti Animagus yang memiliki aturan agak berbeda dari penyihir Merlin—misalnya, yang dapat mengubah diri menjadi beberapa makhluk atau benda, alih-alih satu wujud yang didaftarkan di Kementerian Sihir. Merpeople telah dikenal dalam berbagai mitologi, namun detail pedesaan merpeople yang digambarkan Rowling, yang memelihara Grindylows, adalah ciptaannya sendiri. Berbagai macam dongeng dan kepercayaan tentang cermin yang menjadikan The Mirror of Erised tetap unik. Bahkan naga dan unicorn yang berada pada begitu banyak literatur bisa menjadi sesuatu yang berbeda, sekaligus familier, di tangan Rowling.

Does any writer create names with more care or a greater sense of humor than J. K. Rowling? She uses foreign words, puns, and anagrams; makes references to history and myth; and often takes names from maps. Occasionally she makes them up out of thin air, in the case of Quidditch. One clever fan noticed that the letters in the game’s name related to the names of its balls: Quaffle, bludger, and snitch. Even if Rowling didn’t use the same reasoning, one can see why the name felt right to her.
She not only invents words, she invents fun histories of them. […]
Often names reveal something about the character’s personality. Sometimes the references are so obscure one has to imagine Rowling is just enjoying a private joke. […]
(p.133-134)

Menurut penulis buku ini, Hermione merupakan bentuk feminin dari Hermes, dewa Yunani yang fasih berbicara. Dalam karya Shakespeare, A Winter’s Tale, ada karakter bernama Hermione yang menjadi patung, mengingatkan sesuatu? Nama Cedric Diggory yang identik dengan Digory Kirke dalam The Chronicles of Narnia karya C. S. Lewis, yang juga favorit Rowling. Sang werewolf favorit kita, Remus Lupin, memiliki asal nama Lupus yang dalam bahasa Latin berarti serigala, juga legenda Roma yang memiliki anak yang disusui oleh serigala, bernama Romulus dan Remus. Hedwig merupakan nama santo dari Jerman yang aktif dalam pendidikan untuk anak yatim piatu.

Sebagai orang yang lumayan ‘akrab’ dengan bahasa Latin, saya tahu beberapa mantera dalam serial Harry Potter menggunakan bahasa tersebut. Dan buku ini ternyata menyebutkannya, dan mengatakan bahwa memang bahasa Latin adalah bahasa yang paling cocok untuk penyihir.

J. K. Rowling herself has said. “ I like to think that the wizards use this dead language as a living language.” (p.110)

Oleh karena buku ini ditulis saat serial Harry Potter baru mencapai empat seri—Harry Potter and the Goblet of Fire, juga companion yang baru muncul dua (Fantastic Beasts and Where to Find Them dan Quidditch Through the Ages), maka dalam beberapa hal, terdapat fakta yang belum lengkap. Misalnya, mengapa tidak Dumbledore saja yang mengalahkan Voldemort. Jawaban permulaan baru bisa kita temukan dalam buku keenam, dimana Voldemort memang belum bisa dikalahkan selama masih ada Horcrux, serta jawaban lengkap di buku ketujuh bahwa memang Harry yang memegang kuncinya—sebagai seseorang yang telah ditandai oleh Voldemort.

Sebagai sebuah buku referensi, terkadang saya merasa bahwa penulis buku ini terbawa oleh legenda yang diceritakannya, sehingga terkesan bahwa yang diceritakannya bukanlah mitos, tapi sejarah yang benar-benar terjadi—meski beberapa memang benar-benar sejarah. Selebihnya, buku ini merupakan bacaan yang menarik bagi penggemar serial Harry Potter—juga penggemar J. K. Rowling. Beberapa hal bukan hal baru lagi, tapi banyak hal mungkin mengejutkan. Penulis melakukan riset pada berbagai referensi yang menjadikan buku ini kaya akan fakta dan berhubungan secara masuk akal. Kadang, oleh karena detailnya kebenaran ini, saya jadi berpikir bahwa Rowling pun tak bermaksud seperti itu, segala kebenaran itu telah melekat padanya tanpa dia sadari.

3/5 bintang untuk keajaiban Harry Potter, dan penciptanya.

hotter-potter-logo-1As with other forests in literature, Rowling’s Forbidden Forest is also a dangerous place where one can lose one’s way or one’s sense of self. But forests can also offer refuge, and are home to spirits with a special knowledge of nature and healing. (p.78)

Review #9 for Hotter Potter

Review #18 for Books in English Reading Challenge 2013

4 responses to “The Magical Worlds of Harry Potter – David Colbert

  1. Pingback: Hotter Potter 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Intriguing nih buku. makin membuktikan kalo Madam JKR emang penulis brilian. pengen baca neh.😀

  3. Pingback: Books in English 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s