A Doll’s House – Henrik Ibsen

7944625Title : A Doll’s House (Et dukkehjem [Norwegian])
Author : Henrik Ibsen (1879)
Publisher : Project Gutenberg
Edition : Ebook #2542, December 13, 2008
Format : ebook

Rumah tangga Torvald dan Nora Helmer tampak bahagia. Torvald yang tegas dengan prinsip hidupnya, siap dengan perencanaan masa depan–termasuk urusan finansial, selalu memanjakan dan mengasihi istrinya. Sedangkan Nora yang bebas, manja, dan cenderung kekanak-kanakan tampak menikmati hidupnya.

Suatu hari, Nora kedatangan tamu seorang teman lama, Christine Linde. Christine menceritakan kesulitan-kesulitannya setelah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya. Dalam perbincangan tersebut, Nora akhirnya membuka ‘rahasia’ masa lalunya, saat Torvald berada dalam masa terendahnya. Nora mengaku telah meminjam uang—hal yang paling dibenci, dihindari, dan dilarang keras oleh suaminya—dengan mengatasnamakan ayahnya yang saat itu sedang sakit dan menjelang ajal. Strateginya berhasil, Torvald bangkit kembali dengan bantuan uang yang disangkanya dari ayah Nora. Dan kini, Torvald telah berada dalam puncak karir, dan menyatakan ketersediaannya untuk membantu Christine dengan memberinya pekerjaan.

Ternyata, posisi menguntungkan yang dimiliki Torvald saat ini tak menyenangkan semua orang. Nils Krogstad, salah seorang yang dianggap tak layak, terancam posisinya kecuali jika Torvald bersedia membantunya. Krogstad pun memeras Nora supaya bersedia memengaruhi suaminya untuk mengembalikan jabatan Krogstad, dengan membawa ‘rahasia’ masa lalu wanita itu, yang ternyata ditemukan kecacatan secara hukum.

There can be no freedom or beauty about a home life that depends on borrowing and debt. –Torvald Helmer, Act I

Nora berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, Krogstad bukanlah orang yang patut diberi kesempatan, pun posisi itu telah dijanjikan akan diberikan pada Christine. Di sisi lain, jika Krogstad membuka mulut, Nora akan sangat mengecewakan suaminya. Apakah Nora berani menyatakan yang sesungguhnya pada Torvald, apapun risikonya? Apakah Torvald mau memaafkan Nora yang telah mengancam nama baik dan kehormatan dirinya?

This unhappy secret must be disclosed; they must have a complete understanding between them, which is impossible with all this concealment and falsehood going on. –Christine Linde, Act III

Saya suka tema yang diangkat dalam drama ini. Terutama ide tersirat yang disampaikannya, yang pada perkembangannya memiliki dualisme makna sehingga mengundang kontroversi. Saya melihat kekuatan dan kemandirian yang bisa ditunjukkan seorang wanita, yang pada akhirnya ditunjukkan oleh Nora. Saya mendukung sepenuhnya prinsip bahwa dalam hal pengambilan keputusan dan pertimbangan, pendapat seorang wanita—dalam hal ini istri–juga harus didengarkan. Pria dan wanita memang memiliki kodratnya masing-masing, namun bukan berarti bahwa wanita itu sekadar ‘boneka’, teman ‘bermain’, yang tidak memiliki pemikiran sendiri.

And you have always been so kind to me. But our home has been nothing but a playroom. I have been your doll-wife, just as at home I was papa’s doll-child; and here the children have been my dolls. I thought it great fun when you played with me, just as they thought it great fun when I played with them. That is what our marriage has been, Torvald. –Nora Helmer, Act III

You have loved me as a wife ought to love her husband. Only you had not sufficient knowledge to judge of the means you used. But do you suppose you are any the less dear to me, because you don’t understand how to act on your own responsibility? No, no; only lean on me; I will advise you and direct you. I should not be a man if this womanly helplessness did not just give you a double attractiveness in my eyes. You must not think anymore about the hard things I said in my first moment of consternation, when I thought everything was going to overwhelm me. I have forgiven you, Nora; I swear to you I have forgiven you. […] Be at rest, and feel secure; I have broad wings to shelter you under. –Torvald Helmer, Act III

You have no idea what a true man’s heart is like, Nora. There is something so indescribably sweet and satisfying, to a man, in the knowledge that he has forgiven his wife–forgiven her freely, and with all his heart. It seems as if that had made her, as it were, doubly his own; he has given her a new life, so to speak; and she has in a way become both wife and child to him. So you shall be for me after this, my little scared, helpless darling. Have no anxiety about anything, Nora; only be frank and open with me, and I will serve as will and conscience both to you–. –Torvald Helmer, Act III

Akan tetapi, keputusan akhir Nora mungkin kurang sesuai dengan budaya pada saat itu. Nora tampak mengabaikan keluarganya dan hanya memikirkan keinginannya sendiri untuk bebas, melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu. Meski saya juga tak setuju dengan keputusan akhirnya tersebut, saya mengapresiasinya sebagai simbol perlawanan dan ketetapan hati.

Helmer. Before all else, you are a wife and a mother.
Nora. I don’t believe that any longer. I believe that before all else I am a reasonable human being, just as you are–or, at all events, that I must try and become one. I know quite well, Torvald, that most people would think you right, and that views of that kind are to be found in books; but I can no longer content myself with what most people say, or with what is found in books. I must think over things for myself and get to understand them.
(Act III)

Karakter Torvald merupakan karakter tipikal laki-laki pada zaman tersebut, masa di mana laki-laki masih mendominasi segala hal. Pada mulanya, karakter Nora juga merupakan karakter tipikal, namun pada akhirnya, karena tekanan dan beban yang ditanggungnya, matanya terbuka, dia mendobrak tradisi tentang bagaimana wanita seharusnya.

Helmer. I would gladly work night and day for you, Nora–bear sorrow and want for your sake. But no man would sacrifice his honour for the one he loves.
Nora. It is a thing hundreds of thousands of women have done.
(Act III)

Secara keseluruhan, drama ini selain menuliskan dialog para tokohnya juga menggambarkan setting ruangan/panggung dengan cukup detail sehingga dapat dibayangkan. Dialog-dialognya cukup menggambarkan emosi dan ketegangan para tokohnya. Namun sayangnya, saya rasa porsi untuk Nora saat mengalami ‘kesadaran’ akan posisinya terlalu sedikit, seolah hal tersebut muncul secara tiba-tiba.

3.5/5 bintang untuk ‘boneka-boneka’ yang berpikir.

Review #6 of Let’s Read Plays

Review #21 for Books in English Reading Challenge 2013

4 responses to “A Doll’s House – Henrik Ibsen

  1. Pingback: Let’s Read Plays Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Books in English 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s