The ABC Murders – Agatha Christie

abcTitle : The ABC Murders (Pembunuhan ABC)
Author : Agatha Christie (1936)
Translator : Luci Dokubani
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan ketujuh, Januari 2003
Format : Paperback, 344 halaman

“Dan menurutmu, kesalahan yang bagaimana yang tak terampunkan itu?”
“Mengabaikan kenyataan.”
(p.16)

Pada Juni 1935, Kapten Hastings kembali ke Inggris, dan tak lupa mengunjungi sahabat lamanya, Hercule Poirot. Di sana, Poirot menyambutnya dengan sebuah surat tantangan dari seseorang berinisial ABC yang hendak menantang Poirot, dengan mengatakan akan adanya sesuatu pada tanggal 21 di Andover. Sedikit petunjuk yang terdapat dalam surat itu, polisi pun hanya mengaggapnya sebagai gurauan. Hingga hari yang ditentukan, ditemukanlah seorang wanita tua di Andover bernama Alice Ascher, tewas terbunuh di tokonya, dengan buku panduan kereta api ABC tergeletak di dekatnya.

Petunjuk yang didapatkan setelah kasus pertama pun masih buram. Surat berikutnya tiba, memperingatkan akan adanya kasus berikutnya di Bexhill. Kali ini, polisi ikut bergerak, mereka memperingatkan penduduk Bexhill yang namanya diawali dengan huruf B untuk waspada. Namun kematian tak dapat dielakkan, kali ini korbannya seorang wanita muda bernama Betty Barnard.

Sedikit sekali yang bisa dilakukan oleh Poirot selain berpikir, mencoba mengikuti pola berpikir sang pembunuh dan penantangnya, mengapa si ABC begitu benci pada dirinya, apa motifnya, dan bagaimana kira-kira kepribadian dan kondisi psikologisnya. Hingga saat surat ketiga tiba, Sir Carmichael Clarke di Churston hampir pasti tak terselamatkan.

Selain bagian yang—seperti biasa—dinarasikan oleh Kapten Hastings, buku ini juga menceritakan bagian dimana seseorang bernama Alexander Bonaparte Cust tampak terlibat—bahkan menjadi otak—dalam kasus yang dihadapi detektif kita. Kejutan apa yang diberikan oleh penulis dalam kisah yang satu ini? Jika memang benar ABC adalah Cust, bagaimana seluruh petunjuk samar yang ada bisa mengarah padanya? Bagaimana caranya detektif kita memecahkan kasus ini dan membuktikan kemampuannya?

Tetapi bahkan yang paling sederhana di antara kita pun dapat menjadi besar kepala karena sukses. (p.78)

Kasus ABC ini sangat unik. Kita—para pembaca—dituntun pada petunjuk-petunjuk yang tampak jelas namun terasa menyesatkan, yang mungkin pada akhirnya menjadi tak berarti sama sekali. Saat saya membaca buku ini, dimana Cust telah dimunculkan di awal, rasanya memang ada sesuatu yang berbeda dan salah dengan kesan yang berusaha ditunjukkan oleh penulis. Intinya, semakin banyak yang petunjuk yang diberikan oleh sang penulis, semakin otak kita berputar untuk menyatukan kepingan-kepingan yang saling berlawanan tersebut.

Dalam kasus ini, Hercule Poirot sangat mengandalkan kerja otaknya untuk mendalami karakter dan kepribadian manusia. Petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan bisa jadi menyesatkan, namun jenis dan cara petunjuk itu diberikan bisa jadi menunjukkan karakter sang pembunuh. Motif dan metode pembunuhan kadang terasa sangat berbeda dengan kesan akan kepribadian sang pembunuh, namun pada suatu titik mungkin bisa ditemukan bahwa itulah kuncinya.

Kau sendiri orang Inggris, tetapi rupanya kau tidak mengerti bagaimana reaksi orang Inggris terhadap pertanyaan langsung. Mereka, tak terkecuali, penuh kecurigaan, dan hasilnya mereka lebih banyak bungkam. Bila aku minta informasi pada orang-orang itu, mereka akan bungkam seperti tiram. Namun dengan membuat suatu pernyataan (dan yang agak menyimpang serta tidak masuk akal) maka berlawanan dengan pendapatmu, tiba-tiba mulut mereka akan terbuka dengan sendirinya. (p.57-58)

Dust-jacket illustration of the first UK edition

“Je vous assure—aku yakin, Hastings—tak ada yang lebih berbahaya bagi orang-orang yang menyembunyikan sesuatu kecuali percakapan! Seorang Prancis tua yang bijak pernah berkata padaku, bahwa percakapan adalah penemuan manusia yang bisa digunakannya untuk mencegah pikiran bekerja. Percakapan juga merupakan alat untuk menemukan apa yang ingin disembunyikan seseorang. Manusia itu, Hastings, tidak dapat mengelakkan kesempatan untuk mengungkapkan dirinya sendiri dan kepribadiannya dalam pembicaraan. Setiap kali ia akan cenderung membuka rahasia pribadinya.” (p.286)

Namun apa yang sering disebut sebagai intuisi sebenarnya adalah suatu kesan yang didasarkan pada deduksi logis atau pengalaman. (p.308)

4/5 bintang untuk jebakan dalam alfabet.

Review #5 for Mystery Reading Challenge 2013

Review #1 for Agatha Christie Read Along

7 responses to “The ABC Murders – Agatha Christie

  1. Keren buku ini, clue2nya menjebak banget, dan tiba2…twist di endingnya🙂

  2. Pingback: Agatha Christie Read Along | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Agatha Christie Read Along Wrap-Up | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s