Scene on Three (15)

SceneOnThree

Sudah akhir bulan lagi, kalau bagi member BBI, hari-hari ini adalah waktunya posting bersama, dengan tema tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi akan banyak review seru di akhir bulan ini; satu tema, berbagai buku, beragam sudut pandang. Nah, sambil ‘jalan-jalan’ di review teman-teman, mungkin ada yang teringat scene dari buku yang pernah dibaca, atau mungkin baru selesai dibaca, atau sedang dibaca, bisa dibagi di sini, sesudah atau sebelum dibuat review lengkapnya. Oleh karena bulan ini ada tanggal 31, maka seperti biasa, link tool akan dibuka dua hari, 30 dan 31 Oktober.

Saya sendiri sengaja mencari suatu scene yang pernah mengesankan saya. Dan setelah membongkar-bongkar draft, saya menemukan sebuah deskripsi menarik dari buku Fall of Giants karya Ken Follett yang saya baca lebih dari setahun yang lalu.

Situasi saat itu adalah saat Perang Dunia Kedua, dimana setiap negara bersekutu sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Perang tentunya memakan biaya, menghambat transportasi dan barang kebutuhan sehari-hari menjadi langka. Yang pertama kali menjadi korban adalah rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa tentang perang, yang terpaksa ikut wajib militer, atau ditinggalkan oleh tulang punggung mereka ke medan perang, hidup dalam ketidakpastian dan penderitaan.

Petrograd seperti sewajan air di atas bara api, pikir Grigori. Terlihat kepulan asap tipis di atasnya dan ada gelembung-gelembung penuh kekerasan. Permukaannya mengkilap karena panas. Namun, air di wajan tersebut sepertinya masih ragu-ragu dan tetap tidak mendidih. (p.598)

Petrograd adalah salah satu kota di Rusia yang disorot dalam buku ini, dengan Grigori dan Lev Peshkov sebagai karakter penghidupnya. Adanya penderitaan dan keadaan serba kekurangan tersebut membangunkan pemikiran-pemikiran revolusi dari beberapa pihak, terutama yang merasa tertindas oleh kekuasaan mutlak sang Tsar. Namun–sebagaimana gambaran di atas–pergerakan tersebut tak langsung meledak-ledak, masih ada pertimbangan dan keraguan yang membuatnya digambarkan secara cantik sebagaimana ‘sewajan air di atas bara api’.

Cara berpartisipasi di Scene on Three:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

One response to “Scene on Three (15)

  1. Pingback: Scene on Three #7 | Simply Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s