Wonder – R. J. Palacio

15815945Title : Wonder
Author : R. J. Palacio (2012)
Translator : Harisa Permatasari
Editor : Ida Wajdi
Publisher : Penerbit Atria
Edition : Cetakan I, September 2012
Format : Paperback, 430 halaman

tidak, tidak, itu tidak acak, seandainya memang sepenuhnya acak, alam semesta akan menelantarkan kita seutuhnya, dan alam semesta tidak menelantarkan kita. alam semesta menjaga makhluk ciptaan paling rapuh dengan berbagai cara yang bisa kita lihat. contohnya dengan orang tua yang memujamu secara membabi buta, dan seorang kakak perempuan yang merasa bersalah karena bersifat manusiawi terhadapmu, dan seorang laki-laki bersuara berat yang ditinggalkan teman-temannya karenamu. dan bahkan seorang cewek berambut pink yang membawa fotomu di dalam dompetnya, mungkin memang sebuah lotere, tapi pada akhirnya alam semesta membuat semuanya impas. (p.277-278)

August Pullman dilahirkan dengan kelainan pada tulang-tulang dan struktur wajahnya, yang disebut mandibulofacial dysostosis. Sejak lahir hingga saat ini, dia harus menjalani operasi dua sampai tiga kali setahun, yang menyebabkan sekolah tidak memungkinkan untuknya. Namun, menginjak usia kelas lima, ibunya memutuskan bahwa August harus mencoba untuk ke sekolah ‘normal’ dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Pada awalnya, August dan ayahnya menyangka hal itu bukanlah ide yang bagus. Namun ibunya berkeras agar August mencobanya. Hal-hal baik dan hal-hal buruk terjadi di sekolah. Menemukan teman baru yang menerimanya apa adanya, ejekan dan cemoohan dari anak lain, pembicaraan menyakitkan yang tak sengaja didengarkan, teman baru yang tak menganggapnya aneh sama sekali, kegagalan, mencoba kembali, kekejaman, memaafkan, penerimaan, hidup.

Buku ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama, dari beberapa karakter. Oleh karena masalah yang dialami August adalah masalah sensitif, seringkali banyak hal tak bisa dikatakan secara langsung. Penggunaan beberapa sudut pandang ini menjelaskan banyak hal. Saat kita dibawa dalam sudut pandang Via (Olivia), kakak August, kita mengerti bagaimana perubahan perasaan dan sikap Via seiring bertambahnya kedewasaan. Via mengalami fase-fase khas remaja perempuan, pergaulan yang mempengaruhi kepopuleran di sekolah, jatuh cinta, atau sekadar menjadi cewek ‘normal’. Di SMA, dia mengalami hal-hal yang tak pernah dialaminya sebelumnya karena memiliki adik seperti August. Dan pertama kalinya dalam hidupnya dia membenci dirinya sendiri karena menjadi malu karena August, karena memikirkan apa yang dipikirkan teman-temannya.

Kami mengubah rencana, ganti ke rencana B, menyela percakapan, melanggar janji tergantung suasana hati August, keinginannya, kebutuhannya. Semua itu tidak masalah saat dia masih kecil. Tapi sekarang dia harus dewasa. Kami harus membiarkannya, membantunya, membuatnya tumbuh dewasa. Ini pendapatku: kami semua menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membuat August merasa dirinya normal hingga dia sungguh-sungguh merasa normal. Dan masalahnya adalah, dia tidak normal. (Via, p.127)

Juga hubungan Via dengan Justin, kekasihnya, yang membantunya menghadapi kesulitan-kesulitannya.

kadang-kadang olivia mengingatkanku pada seekor burung, bulunya yang kusut saat sedang marah. dan saat sedang rapuh seperti sekarang, dia seperti seekor burung kecil yang tersesat saat mencari sarangnya.
jadi aku memberikan sayapku agar olivia bisa bersembunyi di baliknya.
(justin, p.276)

Ada pula sudut pandang Jack Will, Summer dan Julian, masing-masing adalah sahabat-sahabat dan ‘musuh’ August di sekolah, serta Miranda, sahabat Via dari kecil. Apa yang terjadi pada mereka di belakang August dan Via yang membuat mereka bersikap seperti itu, alasan-alasan mengapa kita tak bisa menghakimi mereka begitu saja, atau siapa-siapa saja yang bisa kita salahkan atas sikap anak-anak di sekolah menengah.

SAAT DIBERI PILIHAN ANTARA BERSIKAP BENAR DAN BERBAIK HATI, PILIH BERBAIK HATI. (p.68)

Kisah August menunjukkan betapa hidup itu rumit, betapa tak mudah menjadi orang yang ‘tidak normal’, pun bagaimana seharusnya orang ‘normal’ bersikap terhadap mereka. Kesempurnaan seseorang tak bisa dilihat secara fisik. Justru kekuatan hati dapat datang karena ketidaksempurnaan fisik tersebut. Bisa jadi hal tersebut secara tak langsung mendorong hal-hal positif dan prestasi muncul sebagai kompensasi dari kekurangan-kekurangan yang ada. Dan pada satu titik dalam buku ini, August berkesempatan merasakan bahwa dia bukanlah pusat dari segala-galanya, pengalaman yang membantunya tumbuh dewasa.

‘Kehebatan bukan menjadi seseorang yang kuat, tapi menggunakan kekuatan dengan cara yang benar …. Orang paling hebat adalah yang kekuatannya mengangkat banyak hati berkat pesona hatinya sendiri.’ (p.415)

4/5 bintang untuk konflik remaja di luar kenormalan.

Seharusnya semua orang di dunia ini mendapatkan sorak sorai penghormatan setidaknya satu kali dalam hidupnya, karena kita semua berhasil menghadapi dunia. –Auggie (p.426)

Review #8 for New Authors Reading Challenge 2013

*Posting bersama BBI Oktober (2) Buku debut penulis baru, baik yang ditulis di tahun 2013 atau yang baru menulis satu buku. (More about R. J. Palacio)

3 responses to “Wonder – R. J. Palacio

  1. Aku juga suka sekali buku ini, kak. Terutama bagian ketika Via yang mendeskripsikan keadaan. Sangat menyentuh dan jujur🙂

  2. Pingback: Finding New Author & What’s in a Name Challenges 2013 Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s