Gekiga Hyoryu / Hanyut (1/4) – Yoshihiro Tatsumi

8576361

Title : Gekiga Hyoryu (Hanyut)
Author : Yoshihiro Tatsumi (2008)
Translator : Yoko Takebe & Yoko Nomura
Cover designer : Rully Susanto
Publisher : Penerbit Nalar
Edition : Cetakan pertama, Juni 2010
Format : Paperback, xxviii + 212 pages

Gekiga Hyoryu dapat dikatakan merupakan autobiografi dari sang penulis. Penamaan gekiga sendiri mengacu pada novel grafis dalam istilah barat, yang membedakannya dari manga atau komik.

Lalu, apa yang membedakan manga dan gekiga “Sulit menjawabnya. Gekiga itu manga, tapi manga bukanlah gekiga,” jawabnya. “Saya dan kawan-kawan ingin membuat manga dari perspektif kami sendiri. Kami ingin membuat manga untuk orang dewasa… Saya memasukkan unsur kekerasan. Sebagian karena dipengaruhi berita koran. Saya bereaksi secara emosional, dan ingin mengekspresikan reaksi itu dalam manga saya… Tujuan saya sebenarnya adalah meningkatkan usia pembaca manga. Saya tidak berusaha membuat sesuatu yang literer, tapi ingin menciptakan pembaca yang lebih dewasa. Tentu saya tidak sendirian, tapi boleh dibilang usaha ini berhasil.” (p.xv)

Buku ini diawali dengan kata pengantar yang panjang dari penerbit maupun dari penulis sendiri. Intinya adalah membahas gekiga maupun karya ini sendiri. Penulis pun menyoroti cap buruk yang telanjur menempel pada gekiga karena identik dengan kekerasan dan pengaruh buruk lainnya. Pergeseran makna itulah salah satu yang melatarbelakangi ditulisnya Gekiga Hyoryu, yang akan menjadi autobiografi, sekaligus sejarah gekiga.

Pada edisi aslinya, Gekiga Hyoryu terbagi menjadi dua bagian, namun dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia yang diberi judul Hanyut, terbagi dalam empat buku.

Buku pertama Hanyut dimulai pada 15 Agustus 1945, saat Kaisar Hirohito menyatakan bahwa perang telah usai. Saat itu, Hiroshi Katsumi (nama yang digunakan penulis untuk dirinya dalam kisah ini) berusia 10 tahun, gemar melahap manga, terutama karya Osamu Tezuka, juga menggambar manganya sendiri. Kakaknya, Okimasa Katsumi, yang sakit-sakitan, memberi pengaruh tersebut pada Hiroshi. Saat Oki mengirim manga empat kotaknya di majalah bulanan Manga Shonen, kemudian dimuat dan mendapatkan medali, Hiroshi tergelitik untuk mencobanya juga.

Perjalanan Hiroshi hingga manga empat kotaknya dimuat di Manga Shonen tak semulus Oki, namun kerja kerasnya membuahkan hasil yang tak disangka-sangka. Dia dipanggil oleh koran Mainichi dan berkesempatan bertemu langsung dengan Osamu Tezuka serta mendapatkan bimbingan darinya. Tezuka yang melihat bakat Hiroshi menyarankannya untuk kembali menggambar manga panjang, daripada terus menggambar manga empat kotak. Saat Hiroshi terbentur kala menulis cerita panjang, Tezuka menyarankan agar manga-manga Hiroshi yang berkisar 20-30an halaman tersebut dikumpulkan menjadi sebuah omnibus, menyambungkan manga-manga pendek tersebut sehingga menjadi cerita panjang.

hanyut1 2

Perjalanan hidup Hiroshi tak semulus yang diharapkannya. Masalah keuangan keluarga, juga kesehatan kakaknya menghambat penyelesaian omnibus tersebut, karena Hiroshi kembali pada manga empat kotak agar mendapatkan honor dari majalah yang memuatnya, atau diikutkan dalam sayembara yang menawarkan hadiah uang. Semangat dan idealisme Hiroshi pada manga tumbuh kembali saat dia mendapatkan surat balasan dari salah satu mangawan favoritnya, Noboru Ooshiro. Sampai dia ditawari untuk menjadi anak asuh mangawan tersebut di Dojo Ooshiro, meski dia memilih untuk melanjutkan SMA terlebih dahulu. Hanyut bagian pertama ini diakhiri dengan kesempatan diterbitkannya manga karya Hiroshi atas pengaruh Ooshiro.

Selain menyoroti kehidupan dan pergulatan batin Hiroshi di tengah masalah keluarga dan perjuangannya dalam menekuni bidang yang dicintainya, buku ini juga memberikan wawasan yang lebih luas tentang kejadian bersejarah yang terjadi pada masa-masa tersebut. Mulai dari hal-hal yang berskala nasional hingga internasional, seperti perenang Jepang yang menang atas Amerika, film dan musik yang populer saat itu, hingga masalah-masalah politik. Hal-hal tersebut diselipkan—meski tak berhubungan langsung dengan kisah Hiroshi—untuk menandai masa tertentu dari kehidupan sang karakter (timeline).

hanyut1 1

Saya suka dengan penggambaran karakter Hiroshi yang pekerja keras, tak mudah menyerah, namun juga perasa dan peka—terutama jika berhubungan dengan hal yang disukainya, dalam hal ini manga. Saya dapat menangkap kegelisahan dan kekecewaan Hiroshi pada beberapa bagian, saat kesetiaannya pada manga diuji, saat karyanya tak dihargai. Pun kebahagiaannya saat berhasil menyelesaikan sebuah karya, saat hasil karyanya dihargai, dan saat memperoleh dukungan dari orang-orang terdekatnya, juga tokoh yang dikaguminya.

hanyut1 3

Untuk soal ilustrasi, sebagai seorang yang tidak bisa menggambar, saya cukup puas dengan hasil gambar sang penulis. Karakter-karakter manusianya digambarkan tanpa banyak detail, namun saat detail itu diperlukan, Tatsumi dapat menggambarkannya dengan pas. Hanya satu yang mengganjal, yaitu kesulitan saya untuk menangkap kesan ‘remaja’ dalam gambar karakter Hiroshi, yang di buku ini sedang duduk di bangku SMP-SMA. Garis-garis wajah dan sosoknya tak jauh berbeda dengan laki-laki dewasa lainnya di buku ini.

4.5/5 bintang untuk bagian pertama yang cukup seru.

*Posting bersama BBI November (1) Graphic novel atau komik, baik terbitan lokal atau internasional.

9 responses to “Gekiga Hyoryu / Hanyut (1/4) – Yoshihiro Tatsumi

  1. Waw. Kayaknya keren banget nih bzee. Dan aku juga blum pernah tau tentang gekiga. Jadi penasaran banget. Thank you reviewnya x)

  2. hooo, menarik…siap2 pinjam😀

  3. aku baru denger lho istilah gekiga ini. gara2 posbar BBI jadi tau banyak hal baru🙂

  4. Pingback: Gekiga Hyoryu / Hanyut (2/4) – Yoshihiro Tatsumi | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Menyoal Stigma Komik | Bacaan B.Zee

  6. Pingback: Menyoal Stigma tentang Komik | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s