Scene on Three (19)

SceneOnThree

Hola! Rasanya pada setiap kegiatan jangka panjang selalu ada celah untuk kesalahan. Dan hari ini terjadi juga saya lupa menjadwal Scene on Three dan baru ingat siangnya kalau sudah tanggal 30. Yah, masih untung ingat juga sebelum tanggal 30 berakhir.

Dalam ketergesaan, saya ingat ada scene yang sengaja saya sisihkan saat membuat review beberapa waktu lalu. Scene ini berasal dari 4.50 from Paddington karya Agatha Christie. Kebetulan temanya sesuai dengan berita yang sedang ramai saat ini, meski begitu scene ini sama sekali tidak berhubungan karena kasusnya berbeda.

“Sore ini ada kasus yang melelahkan sekali. Ada wanita yang mestinya sudah datang kepada saya setahun yang lalu. Kalau saja waktu itu ia datang, mungkin operasinya akan berhasil. Sekarang, sudah terlambat. Saya jadi geregetan. Soalnya, manusia itu ada yang pahlawan dan ada yang pengecut. Wanita ini lama menderita begitu rupa, dan tanpa mengeluh sedikit pun, hanya karena ia terlalu takut untuk datang kemari dan mengetahui bahwa yang ditakutkannya itu mungkin betul. Sedangkan kebalikannya, orang-orang yang datang dan cuma buang-buang waktu saya saja karena kelingkingnya bengkak, yang ternyata hanya akibat kedinginan saja!” (p.226-227)

Kejadian seperti ini sering sekali terjadi, dan biasanya reaksi dokter sama persis seperti Dokter Quimper di atas, geregetan. Seperti itulah, terkadang dokter memang terlihat ‘arogan’ dalam pengambilan keputusan pada pasiennya. Hal itu semata-mata karena dokter ‘geregetan’ saat pilihan yang diambil bukan yang terbaik karena ketidaktahuan pasien tersebut. Tentu saja ini bukan sepenuhnya kesalahan pasien, karena sebagai seseorang yang sudah belajar selama sekian tahun dan menghadapi ratusan kasus yang serupa, seharusnya dokterlah yang memberi tahu pasiennya. Kemudian saat pasien meragukan dokternya, atau dokter kurang dapat membuat pasiennya paham, mungkin perasaan yang sama akan timbul, karena dalam keadaan normal, pasienlah yang menentukan apa yang akan dilakukan terhadap dirinya. (Dan ternyata ini adalah masalah klasik dokter-pasien)

Oleh karena kesalahan saya, link tools akan saya buka hingga besok siang pukul 13, jadi silakan:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

2 responses to “Scene on Three (19)

  1. mmm… aku juga ada scene yang menarik dari kisah ini, ceritanya cukup unik, how to trace a body, a murder victim who has not yet reveal😀 (paling kocak soal adegan lamaran)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s