Mendekap Rasa – Aditia Yudis & Ifnur Hikmah


18337746Judul : Mendekap Rasa
Penulis : Aditia Yudis & Ifnur Hikmah (2013)
Penyunting : Yulliya Febria
Desainer sampul : Dwi Annisa Anindhika
Penerbit : Bukune
Edisi : Cetakan I, Januari 2013
Format : Paperback, vi + 394 halaman

Carissa dan Michael (Mike) dipertemukan oleh takdir melalui mantan Carissa yang sekaligus sahabat Michael, Narendra. Keduanya menjalin hubungan singkat saat berlibur, hanya untuk main-main saja. Namun siapa sangka ternyata setelah kembali ke dunianya masing-masing, keduanya tampak masih enggan berpisah, hubungan mereka pun berlanjut, dengan status yang membingungkan, dalam situasi yang rumit.

Carissa adalah seorang desainer ternama, cantik, ambisius, dan gemar ‘menjerat’ laki-laki demi kepuasannya semata. Sekali pernah dia menjalin hubungan serius dengan Rama, sampai ke jenjang pertunangan, namun pria itu memutuskan hubungan mereka karena tak merasakan cintanya dibalas oleh Carissa. Carissa yang beranggapan bahwa dia bisa belajar mencintai setelah pernikahan pada akhirnya tak ambil pusing dengan pemutusan itu, dia melanjutkan karirnya yang sedang naik-naiknya, sampai dia bertemu Mike.

Mike yang mengalami hal yang serupa, ditinggalkan oleh tunangannya, menghadapi situasi yang lebih rumit. Di satu sisi dia tak bisa melupakan Amelia, mantan tunangannya, di sisi lain dia berhadapan dengan Carissa yang mengejarnya secara menggebu-gebu. Mike yang digambarkan seperti seorang ‘pria sejati’ tak bisa mundur dari hubungannya dengan Carissa, terutama setelah Carissa diketahui mengandung anaknya.

Mereka menikah, namun ada yang hilang dari hubungan pernikahan tersebut. Setengah hati Mike yang masih terpaut pada Amelia membuat Carissa dilanda kecemburuan yang semakin memperburuk hubungan mereka. Akankah pernikahan mereka bertahan? Apakah kemunculan kembali Amelia di antara Carissa dan Mike mampu meruntuhkan niat Mike untuk mendampingi Carissa membesarkan anak yang dikandungnya?

Sebenarnya, ide dari kisah ini cukup menjanjikan. Bagaimana seseorang keluar dari jeratan masa lalu, dan memulai kembali cinta yang telah ada di depan mata. Namun, saya tidak merasakan kekuatan karakter para tokohnya. Dalam hampir 400 halaman kisah ini, saya tidak melihat perubahan pada karakter Carissa. Saya tidak melihat Carissa saat senang bermain-main dengan pria, saat cinta belum ada di kamusnya. Saya hanya melihat Carissa yang dilanda kegalauan setelah berjumpa dengan Mike. Begitu pula dengan Mike yang dinarasikan sebagai ‘pria sejati’, yang sangat menyayangi ibunya, yang bertanggung jawab atas anak yang ‘dihasilkannya’ karena dia tahu bagaimana rasanya besar tanpa seorang ayah, tapi mengapa dia bermain-main dengan wanita setelah ditinggalkan Amelia? Amelia sendiri, sosok yang diagung-agungkan oleh Mike maupun Narendra dan istrinya sebagai ‘wanita sempurna’ justru tampak seperti tokoh antagonis kala bertemu dengan Carissa. Justru yang tampak adalah sikap licik dan tak berbesar hati dengan akibat dari apa yang dimulainya sendiri saat meninggalkan Michael.

Pada pembahasan dengan klub buku Blossoms, kami mengangkat tentang bahasa dan latar budaya dalam buku ini. Bagi saya sendiri, mendapatkan kata berbahasa Inggris yang ada padanannya dalam bahasa Indonesia (yang notabene lebih umum bagi masyarakat pada umumnya) terasa tidak nyaman. Terutama dalam narasi, saya sendiri tak akan protes jika kata-kata asing tersebut terdapat pada dialog, karena keadaan sehari-hari saat ini memang demikian. Namun karena referensi saya tentang buku serupa tidak banyak, maka kami bertanya pada Sulis yang merupakan pembaca romance Indonesia garis keras, yang kemudian dirangkumnya sendiri pembahasannya di sini.

Apresiasi saya berikan karena penulis berusaha sebisa mungkin menggunakan bahasa baku yang tak kaku kala menggunakan bahasa Indonesia. Penggunaan dua sudut pandang –Carissa dan Mike—secara bergantian, dengan penceritaan melalui orang pertama membuat kita bisa leluasa mengetahui jalan pikiran kedua tokoh tersebut. Alurnya sendiri cukup rapi, dengan konflik yang semakin intens sehingga saya dapat ikut terbawa memikirkan masalah-masalah para tokoh dalam buku ini.

3/5 untuk cinta yang tak terduga.

Saat kamu berada di samping orang yang tepat, pikiran dan hatimu sejalan. (hal. 67)

Terima kasih GagasMedia dan Bukune atas kesempatan mengulas buku ini di arisan buku.

IMG-20131125-WA0004

Blossoms saat membahas buku ini

Berpose dulu bersama bukunya

Berpose dulu bersama bukunya

 

2 responses to “Mendekap Rasa – Aditia Yudis & Ifnur Hikmah

  1. Terima kasih untuk review Mendekap Rasa-nya, B.Zee dan Klub Buku Blossom.😀
    – adit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s