Seven Dials Mystery – Agatha Christie

Seven Dials MysteryTitle : Seven Dials Mystery (Misteri Tujuh Lonceng)
Author : Agatha Christie (1929)
Translator : Mareta
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan keenam, September 2002
Format : Paperback, 328 pages

Chimneys merupakan sebuah rumah tua dan besar milik Lord Caterham, yang ditinggalinya bersama Lady Eileen Brent—atau biasa disapa Bundle Brent, putrinya. Namun pada saat itu, Chimneys sedang disewa oleh Sir Oswald Coote untuk dipergunakan sebagai rumah peristirahatan. Selain bersama istrinya, Lady Coote, dan sekretarisnya, Rupert Bateman alias Pongo, tinggal juga—saat itu—Jimmy Thesiger, Gerry Wade, Ronny Devereux, Bill Eversleigh, Helen, Nancy dan Socks.

Suatu pagi, para muda-mudi itu mengeluhkan sulitnya Gerry Wade untuk bangun tepat waktu. Mereka pun merencanakan keisengan untuk membangunkan Gerry dengan banyak sekali jam weker. Rencana dijalankan, tetapi Gerry tidak pernah bangun lagi. Dia meninggal di tempat tidurnya seolah-olah seperti bunuh diri. Namun teman-temannya, juga adik tirinya, Loraine Wade, yakin bahwa Gerry dibunuh.

Beberapa waktu kemudian, sebuah kecelakaan yang nyaris dialami Bundle Brent membawanya pada kematian Ronny Devereux. Kematian Ronny diduga karena kecelakaan, tetapi ada beberapa keanehan yang kemudian membawa Bundle pada Bill Eversleigh dan Jimmy Thesiger untuk menyelidikinya bersama-sama. Petunjuknya ada di Tujuh Lonceng, dan hal ini juga menyeret Bundle pada kasus kematian Gerry Wade di rumah ayahnya.

Di sini, kita lebih banyak disuguhkan sepak terjang Bundle yang nekat menantang bahaya, hingga pencariannya sampai pada sebuah organisasi rahasia. Apakah yang mereka incar sebenarnya? Akankah ada nyawa yang melayang lagi?

Sejak awal, buku ini banyak menampilkan kekonyolan karakter-karakternya, yang utamanya terdiri dari anak muda, yang cenderung berpembawaan luwes. Bahkan meski telah terjadi pembunuhan, tak terlihat aura kemuraman dan ketakutan dari karakter-karakter tersebut, pun orang-orang tuanya—seperti Lord Caterham—yang tampaknya memiliki hal lain untuk dikhawatirkan. Hal ini tampaknya karena memang sedikit sekali karakter yang memiliki kedekatan pribadi dengan korban. Kalaupun ada, mereka tidak ditampakkan secara langsung, dan perasaan-perasaan mereka tidak ditonjolkan.

Hanya  Inspektur Polisi Battle yang kelihatan cukup serius, meski sama misteriusnya dengan kasus ini sendiri. Dan tampaknya, di luar keunikan metodenya, dialah yang melihat kasus ini secara lebih terang. Oleh karena kita lebih banyak diajak melihat dari sisi Bundle Brent, mungkin kita akan mengira ada yang salah dengan Inspektur Battle.

“Anda menceritakan semua yang Anda ketahui, Inspektur”
“Semua yang saya tahu—ya, Sir Oswald. Apa yang saya pikir adalah soal lain. Barangkali saya memikirkan hal-hal yang mencurigakan. Tapi sebelum ada kepastian, tak ada gunanya membicarakan apa yang saya pikir.”
(p.200)

The Seven Dials Mystery First Edition Cover 1929.jpg

Dust-jacket illustration of the first UK edition

Secara keseluruhan, saya merasa buku ini menonjolkan semangat ‘anak muda’. Kekhawatiran dan teror memang muncul beberapa kali, tetapi penulis dengan mudah menutupinya dengan lelucon atau bahkan sedikit bumbu percintaan pada karakter tertentu, yang pada akhirnya, mungkin¸menjebak cara pandang pembaca.

4/5 bintang untuk tujuh jam weker yang ‘berisik’.

“… Mereka menamakan kita si Sulit Mati—tapi saya bangga dengan nama itu—sekali lagi, saya bangga! Memang ada hal-hal yang harus sulit mati—yaitu wibawa, keindahan, kesederhanaan, kesucian hidup keluarga, kasih sayang terhadap anak—siapa yang mati kalau hal-hal seperti itu hidup? Seperti saya katakan tadi Lady Eileen, saya iri dengan kesempatan-kesempatan yang kaupunyai karena masih muda seperti ini. …” (p.234)

Review #8 for Mystery Reading Challenge 2013

Review #4 for Agatha Christie Read Along

4 responses to “Seven Dials Mystery – Agatha Christie

  1. Pingback: 2013 TBRR Pile Mystery and Fantasy Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Agatha Christie Read Along Wrap-Up | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s