The Tales of Mother Goose – Charles Perrault

I use Grammarly’s plagiarism checker software because writing is an intellectual and creative matter that should be valued.

Review in English and Bahasa Indonesia.

Mother GooseTitle : The Tales of Mother Goose
Author : Charles Perrault (1696)
Translator : Charles Welsh
Illustrator : D. J. Munro
Publisher : Project Gutenberg
Edition : December 3, 2005 [EBook #17208]

Contents:
– Cinderella, or the Little Glass Slipper
– The Sleeping Beauty in the Wood
– Little Thumb
– The Master Cat, or Puss in Boots
– Riquet with the Tuft
– Blue Beard
– The Fairy
– Little Red Riding-hood

Perrault’s fairy tales must have well-known among us, either from bed-time stories, disneys, or any adaptations—classics and moderns. This version I read claimed as the first collected by Charles Perrault contains eight stories. It was found first in French magazine in 1696-1697. The details of every tale, of course, have differences from any adaptation that I’ve read and watched. This original version provided indeed happily ever-after solutions, though, in some ways, also gave cruelty and not as sweet as many adaptations, such as disneys.

The Sleeping Beauty story that I remember ended after the Prince kissed the sleeping Princess and they live happily ever-after. While, in this book, the Princess was not even kissed, and also she must face her mother in law, which was an ogress. It is different for Little Red Riding-hood which wasn’t ended happily ever-after since it stopped after the wolf ate the girl.

"I am exact in keeping my word." p. 61.

“I am exact in keeping my word.” p. 61.

One of my favourite of the eight is Riquet with the Tuft, because of its depth. Riquet was not handsome, but he had a good sense. He met the Beauty that was sad because of her senseless. Riquet had a gift to make the one he loves become cleverer. While he had so to the Beauty, she rejected him by saying that his sense (now that she has it) wouldn’t accept their marriage.

But as he to whom I talk is the one man in the world who is master of the greatest sense and judgment, I am sure he will hear reason.

However, Beauty loved him so that she could make Riquet handsome with her gift. Although, some say that it was love that made him handsome. I don’t agree for its indication that appearance does matter for marriage, but I like the sensible dialogue between Riquet and Beauty, and the power of love that gave them good fortune.

I found some biases of some stories. Like in Blue Beard, which was a rich gentleman that had a deadly secret about his previous wives. His latest wife happened to know his secret, and nearly got punishment for her disloyalty to Blue Beard’s order. Blue Beard was indeed the villain, but, on the other hand, the wife should not break her promise to her husband. However, it seems that Blue Beard was intended to trap her.

Each of these eight stories portrayed reward and punishment as proper consequences for every action. The stories are also enjoyable for they’re serving imaginations, as well. The translator added that these stories were not written by Perrault himself, but by his little son (at 10 or 11)–which had a very sharp memory, to whom he told the stories.

Dongeng yang dikisahkan oleh Perrault ini kebanyakan sudah pernah kita dengar, akan tetapi, karena dongeng pada mulanya merupakan kisah yang diturunkan dari mulut ke mulut, banyak versi yang muncul. Dalam buku ini, ada delapan buah cerita, yang masing-masing akan saya ceritakan secara singkat:

Cerita Cinderella tidak jauh berbeda dari versi yang banyak dikisahkan ulang, hanya di sini saya menemukan sebuah fakta yang baru saya ketahui, yaitu asal kata Cinderella. Dikatakan bahwa setelah bekerja, Cinderella sering beristirahat di dekat perapian, di antara bekas bara (cinder), sehingga saudari tirinya memanggilnya Cinderwench (wench = gadis). Sedangkan saudarinya yang lain—yang agak ‘baik’—memilih memanggilnya Cinderella. Kisah Sleeping Beauty, sebagaimana yang kita ketahui, bermula dari kutukan peri tua yang lupa tidak diundang pada perayaan kelahiran sang puteri. Sang Puteri dikutuk akan meninggal pada usia enam belas tahun, karena tertusuk jarum pintal. Untuk meringankan kutukan tersebut, peri terakhir menganugerahkan tidur seratus tahun sebagai gantinya. Puteri Tidur yang terbangun dari tidur setelah kedatangan sang Pangeran (tanpa ciuman) pun masih harus menghadapi ibu mertuanya yang ternyata adalah keturunan raksasa.

Little Thumb merupakan bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan yang miskin, dimana sang ayah yang merasa tidak sanggup lagi memberi makan ketujuh anaknya, memutuskan untuk meninggalkan mereka bertujuh di hutan. Little Thumb yang bertubuh kecil, jarang berbicara, tetapi banyak mendengarkan dan memahami, berhasil menolong dirinya dan saudara-saudaranya untuk bertahan hidup, berkat kecerdikannya. The Master Cat merupakan warisan terakhir yang didapatkan oleh bungsu dari ketiga bersaudara, dimana kedua kakaknya masing-masing mendapatkan penggilingan dan keledai sebagai bagian mereka. Pada mulanya, si bungsu merasa merana karena hanya mendapatkan seekor kucing. Namun, kucing itu ternyata bukan kucing biasa. Berkat kecerdikannya, kucing tersebut dapat meningkatkan derajat majikannya.

Riquet with the Tuft mengisahkan seorang putra raja yang buruk rupa tetapi memiliki kebijaksanaan, dan dianugerahi kemampuan membuat orang yang dicintainya menjadi bijaksana. Berkebalikan dengan putri raja di negeri tetangganya yang cantik tapi bodoh. Namun ia memiliki kemampuan untuk membuat pria yang dicintainya menjadi tampan. Kisah ini adalah salah satu favorit saya, karena kedalaman maknanya. Si Cantik yang sedang bersedih karena kebodohannya tidak sengaja bertemu dengan Riquet, yang menjanjikan kebijaksanaan asalkan dia mau menikahinya. Si Cantik menyetujuinya, tetapi meminta waktu setahun untuk pernikahannya. Si Cantik yang kini telah menjadi pandai hampir melupakan janjinya, dan ketika Riquet menagih janjinya, dia berkilah bahwa saat menyetujui pernikahan, dia masih bodoh. Si Cantik meminta Riquet yang bijak untuk memakluminya, karena kebijaksanaannya, karena saat ini dia telah mempertimbangkan dengan yang lebih matang.

“If a man of no wit and sense,” replied Riquet with the Tuft, “would be well received, as you say, in reproaching you for breach of your word, why will you not let me, madam, have the same usage in a matter wherein all the happiness of my life is concerned? Is it reasonable that persons of wit and sense should be in a worse condition than those who have none? Can you pretend this, you who have so great a share, and desired so earnestly to have it? But let us come to the fact, if you please. Putting aside my ugliness and deformity, is there anything in me which displeased you? Are you dissatisfied with my birth, my wit, my humor, or my manners?”
“Not at all,” answered the Princess; “I love you and respect you in all that you mention.”

Dengan itu, maka si Cantik pun dapat menggunakan anugerah yang diberikan peri saat dia masih bayi.

"If you open it, there's Nothing you may not expect from my Anger." p. 67.

“If you open it, there’s nothing you may not expect from my anger.” p. 67.

Blue Beard adalah seorang pria kaya raya, tetapi jenggot birunya membuatnya dijauhi banyak orang. Dia telah beberapa kali menikah, namun istri-istrinya selalu menghilang secara misterius. Dan istrinya yang terakhir, yang dikisahkan dalam dongeng ini, mengungkapkan rahasianya. Saya pribadi melihat beberapa bias dalam kisah ini. Di antaranya adalah bahwa penderitaan sang istri sebenarnya diawali dari pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan oleh sang suami. Namun di sisi lain, Blue Beard tampaknya ‘memancing’ sang istri untuk masuk ke dalam perangkapnya.

The Fairy mengisahkan kakak beradik yang hidup bersama ibunya. Si bungsu yang kurang disayang ibunya bertemu dengan peri yang menyamar menjadi orang tua yang kehausan, dan dengan tulus memberinya minum yang dibawanya dari mata air yang jauh. Dia pun mendapatkan anugerah mengeluarkan permata pada tiap kata yang diucapkannya. Si sulung yang didorong ibunya untuk melakukan hal serupa pada akhirnya terkutuk karena ketidaktulusannya. Yang terakhir, kisah Little Red Riding-hood mungkin merupakan satu-satunya kisah yang tidak berakhir bahagia, karena pada kisah ini, si tudung merah pun akhirnya ditelan oleh sang serigala.

Detail kisah-kisah dalam buku ini mungkin tidak semanis dan seindah adaptasi-adaptasinya, namun bukan berarti kisah ini tidak cocok untuk anak-anak. Menurut saya, imajinasi anak-anak mampu menikmati kisah-kisah ini sebagaimana adanya. Untuk orang dewasa pun, terutama saya pribadi, kisah-kisahnya bisa sangat dinikmati. Meski beberapa bagian, seperti dalam kisah Blue Beard, ada hal-hal yang menimbulkan pertanyaan. Namun, apakah anak-anak berpikir sama seperti saya? Silakan dibaca dan diputuskan sendiri.

3/5 bintang untuk kenangan masa kanak-kanak.

Review #16 of Classics Club Project

10 responses to “The Tales of Mother Goose – Charles Perrault

  1. ini aplikasinya free, mbak??
    *salah fokus*
    Ini memang memodifikasi cerita atau gmn ya, mbak??

    • Grammarly ada 7 days trial yg gratisnya, coba aja, lumayan buat yg ga jago grammar spt saya.
      Ini justru versi aslinya, yg pertama kali dituliskan dlm bentuk buku.

  2. little thumb kok mengingatkan saya akan satu cerita rakyat Indonesia ya, yang tokoh utamanya sebesar jempol. aduh kok lupa namanya ya. *ingatannya jelek sekale *atau jangan jangan aku dulu baca little thumb beneran ya? *abaikan

  3. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Grimms’ Fairy Tales (Part 1) – The Brothers Grimm | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Children’s Classics Literature: Berbagai Genre, Berbagai Masa | Bacaan B.Zee

  6. Baca postingan ini pake mobile, mataku jadi jereng liat yg warna warni, Zee…. Huhuhu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s