Scene on Three (31)

SceneOnThree

Menjelang akhir Februari, hutang review semakin menumpuk ternyata. Entah mengapa belakangan ini ada saja yang menghambat saya berkencan dengan laptop. Hari ini pun saya sempatkan ngeblog karena hari Scene on Three. Kebetulan scene kali ini pun saya ambil dari buku yang belum diterbitkan reviewnya, karena akan diposting bersama-sama di akhir bulan ini dalam rangka baca dan posting bareng BBI.

Scene ini berasal dari buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Siapa yang tidak kenal penulis yang satu ini. Konon, di blog ini, buku beliau yang saya review sering sekali masuk ke dalam top search dan top post. Mungkin itu petunjuk bahwa saya harus membaca salah satu masterpiece beliau yang ini, dan ternyata saya tidak menyesal, bahkan merasa beruntung sekali menyempatkan membacanya. Tunggu review lengkapnya ya *promosi terselubung terang-terangan*

Sudah ah curhatnya, ini dia satu scene yang membuat saya terpukau dengan pemikiran dan kecerdikan salah satu karakter dalam buku Bumi Manusia.

“Selamat siang, para siswa H.B.S. Surabaya. Namaku Magda Peters, guru baru kalian untuk bahasa dan sastra Belanda. Acungkan tangan barang siapa tidak suka pada sastra.”
Hampir semua mengacungkan tangan. Malah ada yang sengaja berdiri untuk menyatakan antipati.
“Bagus. Terimakasih. Duduklah yang tertib. Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan. Apa tidak hebat kalau siswa H.B.S., paling tidak nyaris sepuluh tahun duduk di bangku sekolah, bisa tidak suka pada sastra dan bahasa? Ya, sungguh hebat.”
Tak ada yang tertawa dan mentertawakan. Sunyi-senyap.
“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai. Sebagian terbesar dari kalian belum pernah melihat Nederland. Aku dilahirkan dan dibesarkan di sana. Jadi aku tahu, setiap orang Belanda mencintai dan membacai karya sastra Belanda. Orang mencintai dan menghormati karya lukis van Gogh, Rembrandt, para pelukis besar kita dan dunia. Mereka yang tidak mencintai dan menghormati dianggap sebagai Belanda yang kurang adab. Lukisan adalah sastra dalam warna-warni. Sastra adalah lukisan dalam bahasa. Siapa tidak mengerti mengacung.”
Untuk tidak dianggap sebagai Belanda kurang adab sejak itu orang merasa harus memperhatikan setiap ucapannya. Dia telah menggenggam para murid itu dalam tangannya.
(hal.312-313)

Wow! Saya benar-benar terpukau, dan rasa-rasanya ingin memberikan scene ini kepada siapa saja yang meremehkan sastra. Banyak orang di luar sana, terutama di negeri kita tercinta yang budaya literasinya masih rendah, yang tidak memahami pentingnya karya sastra dan pengaruhnya terhadap peradaban manusia. Dan saya menyukai cara Magda Peters yang langsung men-skakmat siswa-siswa HBS yang–digambarkan di buku ini–angkuh dan merasa lebih tinggi daripada orang-orang dari ras lain.

Mau mengikuti Scene on Three?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

5 responses to “Scene on Three (31)

  1. Iya, banyak banget di Indonesia orang yang tidak suka literasi. Malah kadang ada yang terang-terangan mengatakan membaca itu hanya buang-buang waktu ._.

  2. Wow, keren banget pembahasannya. Jadi pengen ikutan baca bumi manusia😀 Baca hisfic Indonesia itu berkesan banget, memang. Beda banget rasanya ^^

  3. Pingback: Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s