Stardust – Neil Gaiman

stardustTitle : Stardust (Serbuk Bintang)
Author : Neil Gaiman (1999)
Translator : Femmy Syahrani Ardiyanto dan Herman Ardiyanto
Cover designer : Satya Utama Jadi
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan keempat, April 2008
Format : Paperback, 256 pages

Syahdan, ada sebuah desa di Inggris yang berdiri pada tonjolan batu granit yang tinggi, di tengah-tengah hutan belukar, bernama desa Tembok. Di sebelah timurnya berdiri sebuah tembok yang sangat tinggi dan selalu dijaga, sehingga tak seorang pun boleh melewatinya, kecuali sekali dalam sembilan tahun pada pekan raya perayaan musim semi. Pada pekan raya tersebut, banyak benda-benda ajaib dijual, pokoknya segala hal berbau keperian dapat ditemukan di sana.

Pada hari pekan raya dimana Dunstan Thorn baru beranjak dewasa, dia terpikat pada sebuah bunga kaca yang akan dihadiahkannya pada kekasih hatinya, Daisy Hempstock. Namun harga yang harus dibayarkannya agak aneh. Dia pun berhasil mendapatkan bunga kaca itu dengan cara yang seperti mimpi, menghadiahkannya pada Daisy, dan kemudian hampir setahun setelahnya, Tristran Thorn muncul dari balik tembok.

Tristran tumbuh menjadi remaja kebanyakan, dan tumbuh dewasa memuja Victoria Forester, primadona desa Tembok. Pada suatu malam, Tristran menjanjikan banyak hal demi mendapatkan cinta Victoria, alih-alih gadis itu meminta dibawakan bintang jatuh yang mereka lihat bersama-sama saat itu. Dengan gegabah, Tristran menjanjikan akan membawakan bintang tersebut. Kemudian perjalanannya di balik tembok dimulai.

Dan, terlalu lugu untuk merasa takut, terlalu muda untuk merasa gentar, Tristran menyeberangi padang yang kita kenal…
…dan memasuki Negeri Peri.
(p.61)

Di balik tembok, di Negeri Peri, ternyata bukan hanya Tristran yang mengincar bintang jatuh tersebut. Namun berkat bantuan seorang ‘katai’, Tristran berhasil menjadi yang pertama menemukan bintang jatuh tersebut, bintang yang berwujud seorang gadis bernama Yvaine. Awalnya, bintang yang kesakitan tersebut menunjukkan sikap bermusuhan kepada penawannya yang sedang jatuh cinta, tetapi perjalanan yang mereka lalui untuk kembali ke desa Tembok mengubah banyak hal. Tristran harus menghadapi banyak kejadian dan orang/makhluk ajaib, sementara dia juga menjaga keselamatan Yvaine dari pihak yang hendak memanfaatkannya. Keduanya pun menjadi terikat karena sesuatu kejadian. Dan dongeng ini berakhir dengan Tristran yang menjadi pribadi baru akibat hal-hal yang telah dilaluinya.

“Kau masih muda, dan sedang kasmaran,” kata Primus. “Setiap pemuda dalam situasimu adalah pemuda paling merana yang pernah hidup.” (p.156)

Satu lagi kisah dari Gaiman yang memiliki pola khas, yaitu tokoh utama yang cenderung tidak menarik simpati pembaca, tidak menyenangkan, bukan seorang sempurna yang bisa dikagumi, tetapi dia menjalani kehidupan dan perjalanan yang mengubah dirinya. Tristran memandang hidup dengan berbeda, memandang tujuannya dengan berbeda, singkatnya, dia menjadi pemuda dewasa karena perjalanannya membawa bintang jatuh.

Dia merenungkan tindakannya dan petualangannya, dan perjalanan di hadapannya, dan seluruh urusan ini tiba-tiba tampak begitu kecil dan begitu gamblang. (p.182)

Dongeng penuh keajaiban ini benar-benar memanjakan pecinta dongeng seperti saya, dengan imajinasi luar biasa sang penulis. Jalan ceritanya sederhana, tetapi detailnya cukup memberi warna-warni, terlebih konten dewasa yang menjadikan kisah ini bukan sekadar dongeng biasa. Meski ada beberapa adegan vulgar, penulis menggambarkannya dengan elegan, tetap dengan bahasa yang indah.

Karakter-karakter pendukung dalam buku ini diciptakan khas dongeng, hitam dan putih. Namun, terkadang kita ditunjukkan sisi putih dari yang hitam, maupun sisi hitam dari yang putih. Sehingga dari awal setelah kita berpikir bahwa karakter tertentu jahat, bisa jadi pada pertengahan kisah kita berubah simpati padanya. Pun karakter yang baik, kadang-kadang memiliki sisi menyebalkan.

5/5 bintang untuk setiap kedipan bintang di langit Negeri Peri dan desa Tembok.

Review #8 for Lucky No.14 Reading Challenge  category Favorite Author

Review #3 for 2014 TBRR Pile Reading Challenge (Book Into Movie #1)

7 responses to “Stardust – Neil Gaiman

  1. Ga berani baca review karena baru nonton filmnya dan belum baca bukunya. (Bahkan setengah ga sadar bahwa ada bukunya.) Cari bukunya aaaahh…

    Btw I love Tristan so much. Aku suka perubahan dia dari remaja galau jadi cowok dewasa. (Based on movie only.)

    • Aku nontonnya sudah lamaa banget, lupa sih detailnya. Tapi bukunya bagus kok (keliatan kan dari reviewnya :))

  2. Dibandingkan filmnya, lebih suka yg mana k bzee?

    • Aku lupa detail filmnya… tapi dulu aku juga suka filmnya. Rencana mau nonton lagi tapi harus nyari dulu nih

  3. Pingback: Scene on Three (34) | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: 2014 TBRR Pile Wrap Up | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s