The Hunting of the Snark – Lewis Carroll

hunting snarkTitle : The Hunting of the Snark
an Agony, in Eight Fits
Author : Lewis Carroll (1876)
Illustrator: Henry Holiday
Publisher : Project Gutenberg
Edition : September 1, 2009 [EBook #29888]
Format : ebook

“To seek it with thimbles, to seek it with care;
To pursue it with forks and hope;
To threaten its life with a railway-share;
To charm it with smiles and soap!

“For the Snark’s a peculiar creature,
that won’t Be caught in a commonplace way.

Perjalanan untuk mencari Snark—makhluk entah apa—ini dipimpin oleh Bellman, bersama kedelapan awak kapalnya: Boots, Barrister, Broker, Billiard-marker, Banker, Beaver, Baker, dan Butcher. Masing-masing awak memiliki karakteristik dan kisahnya. Seperti kita, mereka sebenarnya tak tahu secara pasti makhluk seperti apa yang mereka cari. Hanya berbekal petunjuk samar (dan absurd), keberanian, tekad, dan kesabaran.

hunting chart

Peta pencarian Snark yang absurd

hunting crewSetelah berbulan-bulan belum berhasil, Bellman berpidato di depan awak kapalnya tentang lima kesalahan yang mereka lakukan, semacam kebiasaan bangun siang, kelambatan memahami lelucon, ambisi dan lain sebagainya. Alasan-alasan yang dikemukakan Bellman sebenarnya agak konyol bila kita tangkap secara harfiah, tetapi ada mutiara di dalamnya bila kita pikirkan dari sisi yang berbeda.

A sentiment open to doubt.

Kemudian terkuaklah kisah Baker yang diberi pesan oleh pamannya agar waspada dengan Boojum pada perburuannya. Perjalanan ini juga membuat Butcher yang awalnya berhasrat untuk membunuh Beaver, pada akhirnya bisa berteman dengan mangsanya akibat pelajaran yang diberikan Beaver.

While the Beaver confessed, with affectionate looks
More eloquent even than tears,
It had learned in ten minutes far more than all books
Would have taught it in seventy years.

Puisi naratif ini dipersembahkan penulis untuk siapa saja yang menyukai kisah Alice, maka tak heran bahwa isinya juga seaneh dan seabsurd kisah-kisah Alice—baik Alice’s Adventures in Wonderland maupun Through the Looking-Glass. Dan layaknya kisah absurd, perburuan Snark ini juga menyelipkan ‘kenyataan’ yang dapat kita gali di antara keabsurdannya.

Untuk saya, gaya nonsense ala Lewis Carroll justru membuat pemikiran liar kita dimanjakan. Saat membacanya, kita dibebaskan dari dinding pembatas antara kenyataan dan imajinasi, kita bisa dengan bebas ‘terbang ke langit’ atau ‘melayang di atas bumi’, tanpa batasan.

While so great was his fright that his waistcoat turned white—
A wonderful thing to be seen!

Dari kata-kata yang sebenarnya ‘biasa’, ada keindahan yang bisa dirasakan dari rima dan ritmenya.

Then a scream, shrill and high, rent the shuddering sky,
And they knew that some danger was near:
The Beaver turned pale to the tip of its tail,
And even the Butcher felt queer.

Meskipun dengan sentuhan kelucuan dan kekonyolan di sana-sini, penulis tetap dapat memberi nuansa ketegangan pada perburuan Snark ini. Kita dibuat bertanya-tanya dengan mimpi yang dialami oleh Barrister, juga pertanda-pertanda buruk yang muncul, bahkan kejadian buruk yang terjadi.

Pada pendahuluan oleh penulis, disinggung pula puisi Jabberwock yang terdapat di Through the Looking-Glass. Penulis menyinggung tentang bagaimana pelafalan beberapa kata ‘aneh’ pada puisi tersebut, juga asal-usul beberapa kata aneh tersebut. Seperti frumious yang merupakan perpaduan cerdas dari kata furious dan fuming. Hal ini membuat saya berpikir bahwa snark sebenarnya adalah perpaduan antara shark dan snake. Namun, saat saya mencoba mencari-cari sumber lain, tidak ada analisis yang berbunyi seperti itu. Mungkin memang tidak penting, karena pada akhirnya terkuak juga apakah snark itu.

hunting finallyThe Hunting of the Snark sedikit banyak juga berhubungan dengan Jabberwocky, dengan adanya beberapa kata dan ‘makhluk’ yang sama di dalamnya. Sebagai pengingat, ini link menuju teks puisi Jabberwocky (klik link untuk menuju teks dan lanjutkan ke halaman selanjutnya pada link untuk menuju ke analisis), dan salah satu pembacaan terbaik di sini.

Bandersnatch dan burung Jubjub mungkin akan tergambar lebih jelas di antara perburuan Snark ini.

5/5 bintang untuk pencarian oleh rombongan ‘B’ yang cerdas dan menghibur.

Review #6 of Children’s Literature Reading Project

Maret #2 : Puisi

Maret #2 : Puisi

14 responses to “The Hunting of the Snark – Lewis Carroll

  1. Tadinya aku juga mau nekad baca novel in verses juga, Eugene Onegin-nya Pushkin, tapi mundur teratur… ^.^

  2. Ternyata bikin puisi pun Lewis Carroll tetap absurd ya :))

  3. Udah dengeriiiinnn yang baca puisinya. Bagus cara bacanya🙂

  4. jangan2 milih puisi ini karena….uhum uhum😄 menarik zee. lewis carroll emang paling bisa bikin cerita model begini ya..

    • Karena aku tertarik dengan Lewis Carroll… Kalo bagian2 reviewnya sih terpikir kemudian, kesempatan dan kreativitas aja, hahaha.. Lagipula baru tahu klo berhubungan sm Jabberwock habis baca

  5. There are some surprises in Henry Holiday’s illustrations to Lewis Carroll’s “The Hunting of the Snark”: http://www.snrk.de

  6. Wah, Zee, kau selalu keren dalam menganalisa sebuah puisi atau apapun yg berbau agak absurd. Keren….

    • Kan belajar dulu mbak sebelum bikin reviewnya. Itulah enaknya ngereview klasik, banyak sumber belajarnya, hehe. Thanks anyway

  7. Pingback: Scene on Three (35) | Bacaan B.Zee

  8. Pingback: Second Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s