The Adventure of the Speckled Band – Sir Arthur Conan Doyle

Title : The Adventures of Sherlock Holmes
Author : Sir Arthur Conan Doyle (1892)
Publisher : Project Gutenberg
Edition : Ebook #1661, 12th edition, November 2002

Contents:

  1. A Scandal in Bohemia
  2. The Red-Headed League
  3. A Case of Identity
  4. The Boscombe Valley Mystery
  5. The Five Orange Pips
  6. The Man with the Twisted Lip
  7. The Adventure of the Blue Carbuncle
  8. The Adventure of the Speckled Band
  9. The Adventure of the Engineer’s Thumb
  10. The Adventure of the Noble Bachelor
  11. The Adventure of the Beryl Coronet
  12. The Adventure of the Copper Beeches

The Adventure of the Speckled Band

it’s a wicked world, and when a clever man turns his brains to crime it is the worst of all.

Pada awal April ’83, Holmes yang biasa bangun siang telah berpakaian rapi pagi-pagi dan memanggil Watson yang baru saja terjaga. Seorang klien telah tiba pagi itu, yang artinya dia sangat membutuhkan bantuan Holmes. Wanita itu bernama Helen Stoner, datang dalam kondisi pucat dan gemetar karena ketakutan yang amat sangat.

Helen Stoner tinggal bersama ayah tirinya yang merupakan generasi terakhir keluarga Roylott of Stoke Moran, salah satu keluarga yang dulunya terkaya di Inggris, tetapi mengalami kebangkrutan sejak generasi sebelumnya. Generasi Roylott terakhir ini pun pindah ke India, mengambil kuliah kedokteran dan menikah dengan janda Stoner. Istrinya tersebut mewasiatkan sejumlah besar uang kepada Dr. Roylott untuk kemudian diberikan kepada kedua putrinya, Helen dan Julia—saudari kembarnya—saat menikah. Sepeninggal istrinya, Dr. Roylott kembali ke Inggris, ke Stoke Moran. Namun dia mengisolasi diri di rumah dan hanya tertarik dengan hewan-hewan India yang dikirimkan untuknya. Hidup kedua gadis Stoner pun tidak bahagia karena harus bekerja keras untuk sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Sampai suatu saat, Julia yang telah menemukan pria yang akan menikahinya, menemui ajalnya dengan cara yang misterius. Dia meninggal di dalam kamarnya dalam kondisi ketakutan yang teramat sangat, tanpa tanda-tanda serangan, penyusupan, perampokan ataupun peracunan. Kata-kata terakhirnya menunjukkan adanya keterlibatan ‘speckled band’, pita berbintik-bintik, benda yang diduga menyebabkan kematiannya. Pada malam sebelumnya, Helen mendengar suara siulan yang aneh, dan malam itu siulan itu kembali terdengar, diikuti oleh dentingan metal. Hal itu akan menjadi petunjuk selanjutnya bagi Holmes dalam pemecahan kasus ini.

Dua tahun telah berlalu sejak kematian Julia, kali ini Helen yang akan melangsungkan pernikahan. Kemudian pada malam sebelumnya, gadis itu dikejutkan oleh bunyi siulan yang sama dengan yang didengarnya sebelum malam kematian Julia. Inilah yang segera membawanya ke 221B Baker Street. Hari itu juga, Holmes dan Watson memutuskan ke Stoke Moran untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada Miss Stoner.

“When a doctor does go wrong he is the first of criminals. He has nerve and he has knowledge.”

Tampaknya kali ini penulis memang sudah menggiring pembaca untuk menduga siapa pembunuhnya sejak awal. Motifnya pun jelas, tetapi yang menjadi misteri dalam kisah ini adalah metodenya. Di sini, Holmes dan Watson terjun sendiri ke dalam bahaya demi menyelamatkan klien mereka dan menemukan bukti tak terbantah dari kejahatan tersebut.

Kemudian, bahkan Sherlock Holmes pun tidak selalu digambarkan sempurna, ada kalanya sebuah fakta menjebaknya.

“I had,” said he, “come to an entirely erroneous conclusion which shows, my dear Watson, how dangerous it always is to reason from insufficient data.”

Dan kesalahannya tersebut membuat seseorang yang bersalah xxx (saya sensor untuk menghindari spoiler).

“In this way I am no doubt indirectly responsible for xxxxx, and I cannot say that it is likely to weigh very heavily upon my conscience.”

Dalam kisah ini, sekali lagi disebutkan mengenai betapa erat dan pentingnya peran Watson dalam pekerjaan Holmes, pun pandangan Watson tentang pekerjaan Holmes.

I had no keener pleasure than in following Holmes in his professional investigations, and in admiring the rapid deductions, as swift as intuitions, and yet always founded on a logical basis with which he unravelled the problems which were submitted to him.

“This is my intimate friend and associate, Dr. Watson, before whom you can speak as freely as before myself.”

Seperti yang pernah tersirat sebelumnya, Holmes tidak mengejar popularitas maupun uang dari apa yang dilakukannya.

…working as he did rather for the love of his art than for the acquirement of wealth, he refused to associate himself with any investigation which did not tend towards the unusual, and even the fantastic.

“As to reward, my profession is its own reward; but you are at liberty to defray whatever expenses I may be put to, at the time which suits you best.”

4 responses to “The Adventure of the Speckled Band – Sir Arthur Conan Doyle

  1. Pingback: The Speckled Band – Sir Arthur Conan Doyle [Play] | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Scene on Three (41) | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: The Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s