Scene on Three (42)

SceneOnThree

In the shop window you have promptly identified the cover with the title you were looking for. Following this visual trail, you have forced your way through the shop past the thick barricade of Books You Haven’t Read, which were frowning at you from the tables and shelves, trying to cow you. But you know you must never allow yourself to be awed, that among them there extend for acres and acres the Books You Needn’t Read, the Books Made For Purposes Other Than Reading, Books Read Even Before You Open Them Since They Belong To The Category Of Books Read Before Being Written. And thus you pass the outer girdle of ramparts, but then you are attacked by the infantry of the Books That If You Had More Than One Life You Would Certainly Also Read But Unfortunately Your Days Are Numbered. With a rapid maneuver you bypass them and move into the phalanxes of the Books You Mean To Read But There Are Others You Must Read First, the Books Too Expensive Now And You’ll Wait Till They’re Remaindered, the Books ditto When They Come Out In Paperback, Books You Can Borrow From Somebody, Books That Everybody’s Read So It’s As If You Had Read Them, Too. Eluding these assaults, you come up beneath the towers of the fortress, where other troops are holding out:
the Books You’ve Been Planning To Read For Ages,
the Books You’ve Been Hunting For Years Without Success,
the Books Dealing With Something You’re Working On At The Moment,
the Books You Want To Own So They’ll Be Handy Just In Case,
the Books You Could Put Aside Maybe To Read This Summer,
the Books You Need To Go With Other Books On Your Shelves,
the Books That Fill You With Sudden, Inexplicable Curiosity, Not Easily Justified.

Hai, maaf ya kali ini saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutip sepanjang ini. Kutipan ini saya ambil dari buku Italo Calvino yang sedang saya baca, If on a Winter’s Night a Traveler. Buku yang menarik untuk dibaca para pecinta buku karena pasti merasakan keterikatan terhadap apa yang disampaikan penulis, terutama yang saya kutip di atas.

Membaca daftar kategori buku di atas membuat saya tersenyum sendiri, karena memang itulah daftar yang saya susun dalam benak saya, tanpa saya sadari. Kategori-kategori itu ternyata yang membuat saya kesulitan jika diminta menyebutkan buku apa saja yang akan saya beli atau tidak, yang akan dibeli sekarang atau ditunda. Kategori-kategori itu yang secara otomatis membuat saya kalap di toko buku, atau yang membuat saya berbangga karena tidak tergoda untuk membeli buku. Dan seperti itulah, buku-buku itu memanggil-manggil kita, tapi kita tidak boleh langsung tergoda🙂

Bagi scene menarik dari bacaanmu, caranya:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

2 responses to “Scene on Three (42)

  1. Hahaha emang adegan ini mengena banget bagi pecinta buku ya… sebenarnya kategori2 itu sudah ada di benak kita, cuman nggak ada yg berpikir buat menuliskannya (dan ternyata ada, thanks to om Calvino :D)

  2. Pingback: If on a winter’s night a traveler – Italo Calvino | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s